Chapter 1

34 11 6
                                    

Seorang gadis dengan pakaian yang cukup kotor dan rambut nya berantakan membuat orang bergidik ngeri melihatnya,walaupun gayanya seperti gelandangan namun wajah cantiknya membuatnya sedikit lebih baik.

Bau yang menyengat dari tubuhnya membuat orang-orang selalu menjauh dari dirinya.

Gadis itu bernama Eunsoo
Gadis itu mempunyai kisah yang menyedihkan.

Bagaimana tidak,setelah ibunya meninggal dunia karena dibunuh oleh ayah nya sendiri.Entah itu karena masalah sepele ataupun tidak.

Ayah Eunsoo seorang peminum berat dan penjudi,saat itu ayah Eunsoo baru pulang dari minum dan melihat makanan di dapur tidak ada,maka dari itu emosi nya memuncak hingga tega menyiksa ibu Eunsoo yang sedang sakit-sakitan.

Namun tak selang berapa menit kemudian ibu Eunsoo meninggal dunia akibat penyakit yang di deritanya ditambah ayah nya yang selalu menyiksa mereka.

Setelah membunuh istri sendiri suami atau ayah Eunsoo melarikan diri dari sana dan meninggalkan mereka.

Eunsoo tak tau lagi harus kemana,ia pernah berpikir setelah ini mungkin ia akan menyusul ibunya.

Hidupnya cukup miris,bahkan ia selalu ingin mengakhiri hidupnya namun takdir berkata lain.Saat Eunsoo selalu bunuh diri pasti selalu saja ada yang menolongnya.

Saat ini Eunsoo tengah menyusuri jalan kota seoul yang begitu luas,sejak pagi ia berjalan mencari makanan untuk  perutnya yang sangat kosong ini.

Eunsoo tertunduk meratapi nasibnya sekarang,ia berpikir umurnya sudah tak lama lagi.

Eunsoo berhenti di sungai Han ia duduk di rumputan sambil memeluk kedua kakinya.

"Eomma jika saja kau masih ada mungkin aku tidak akan separah ini." ketusnya sambil menunduk.

"Eomma aku merindukan mu." gumamnya dengan air mata yang mulai membasahi kedua pipinya.

Banyak orang yang berlalu lalang melihat Eunsoo namun tak sedikit dari mereka yang kasihan dengannya,bahkan ada yang mengira nya orang gila yang kabur dari rumah sakit jiwa.

Badan Eunsoo mulai melemah,tapi saat badan Eunsoo ingin jatuh.Ada seorang namja yang memberikan nya sebungkus makanan dan sebotol air mineral.

Eunsoo melihat namja itu samar-samar karena namja itu memakai pakaian serba hitam dan memakai masker.

Eunsoo sempat berterima kasih pada orang itu sebelum pergi dari sana.Dan akhirnya ia dapat memakan makanan itu dengan cukup kenyang.

--

Gadis itu terbangun di atas ranjang yang cukup nyaman baginya,tapi ia bingung kenapa ia berada disini dan ini di mana mengapa banyak orang-orang dan suster di sini?.begitulah pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepalanya saat itu.

Ia mulai berjalan melihat orang-orang di sekitarnya mengapa ada banyak orang tidak waras disini apa ini Rumah sakit jiwa?pertanyaan itu terus berputar di otak nya.

Ia tak tahan sampai akhirnya ia berteriak menangis sambil menarik dan menjabak rambutnya sendiri.

'Mengapa aku di tampung di sini?aku tidak gila dan aku tidak seperti yang mereka pikirkan.Eomma tolong aku' batinya sambil menangis.

Suster pada berdatangan melihat keadaan pasien barunya,ada salah satu suster menenangkan nya namun gadis itu merontak dan melepaskan tangan salah satu suster itu dengan kasar.

'Apa ini yang mereka inginkan!kalian menginginkan ku gila kan benar kan!' Eunsoo meringis dalam hati.

"Suster tolong panggilkan dokter" sahut salah satu dari mereka.

"Baik sus" setelah itu orang itu pergi lalu kembali dengan namja yang ia sebut sebagai dokter.

"Ada apa ini?" gumam dokter itu.

"Ini dokter Jeon gadis ini saat bangun ia langsung berteriak tidak jelas sambil memanggil eomma nya." tutur suster berambut panjang itu.

Dokter Jeon yang di maksud suster itu adalah seorang namja tampan yang bernama Jeon Jungkook.

"Ok,kalau begitu kalian tangani saja yang lain biar aku yang menanganinya." ucap dokter itu kepada suster yang lainnya.

"Baiklah dok." ujarnya.

Jungkook berjongkok kearah gadis itu dan menatapnya,ia mulai menyentuh gadis itu secara perlahan.Namun gadis itu sama reaksi seperti tadi berteriak dan memukul Jungkook.

Jungkook tahu cara menangani pasien yang seperti ini.Jungkook memanggil suster dan berbisik dengan suster itu,setelah itu suster tersebut pergi.

Eunsoo masih terauma dengan semua ini dan masa lalu nya selalu saja muncul ketika berdekatan dengan namja,sekalipun itu ayahnya sendiri.

Eunsoo semakin ketakutan saat melihat benda runcing yang dipegang oleh dokter tersebut,ia mulai berdiri dengan tubuh yang mulai bergetar.

Eunsoo ingin melarikan diri namun dengan cepat dokter itu memberi suntik tidur kepada gadis itu.

Dan langsung saja gadis itu jatuh di pelukan nya,bahkan suster yang berambut panjang tadi terkejut melihat itu.Dan memberikan tatapan tidak suka kepada Eunsoo.

--

Jungkook membawa gadis itu di ruangan yang berbeda ia di pindah kan ke ruangan yang mempunyai besi persis seperti penjara namun bedanya,itu adalah kamar dan mempunyai tempat tidur boneka dan ber'ac.

Ini memang terlihat seperti penjara namun lain halnya karena kamar itu sedikit elit dibanding yang lain.Karena orang yang membawa nya mengatakan jika ia harus di beri tempat yang cukup baik.

Maka dari itu Jungkook membawanya keruangan ini.Jungkook mulai menidurkan Eunsoo ke tempat tidur tersebut dengan menaruhnya perlahan.

Gadis itu kini telah bersih karena saat ia di bawa kesini ia telah di persihkan oleh suster dan mengganti baju gadis itu dengan baju pasien disini.

Eunsoo terlihat berbeda sekarang rambut,wajah dan bajunya sudah berbeda.Ia semakin cantik jika sudah bersih seperti sekarang.

Jungkook menatap wajah gadis itu lekat. "Ia cantik juga ternyata,tapi jika diliat ia tidak gila hanya saja terauma yang dimilikinya terlalu menekan nya." ujar Jungkook kepada dirinya sendiri.

Saat itu suster datang mencari Jungkook di ruangan Eunsoo.

"Jeon?" gumam suster berambut panjang.

Jungkook menoleh kebelakang. "Ada apa?"

Jungkook dan suster itu sudah lama saling mengenal makanya mereka hanya memanggil nama,namun ia memanggil Jungkook atau jeon hanya jika mereka hanya berdua saja.

"Apa gadis gila itu sudah tidur." sahutnya.

"Jangan menyebutnya gila,karena dia tidak gila hanya saja ia selalu teruma." tutur Jungkook.

Suster itu mengangguk. "Lalu mengapa ahjussi itu menyimpan nya disini?"

"Kau menanyakan pada ku?dasar bodoh yang benar saja.Mana mungkin aku mengetahuinya."

"Yak Jungkook kau tak perlu memanggil ku bodoh!" seru nya.

"Kau memang bodoh Jung Eun Bi"
Ucap Jungkook dengan memanggilnya dengan nama asli.

"Yak kau lebih bodoh Jeon Jungkook!" sahut nya lalu meninggalkan ruangan tersebut.

Jungkook menggelengkan kepala melihat tingkah kekanak-kanakan suster itu.lalu ia berahli melihat gadis yang sedang tertidur tersebut.

Ia menutupi badan gadis itu dengan selimut,sebelum beranjak pergi dari sana.

Jungkook mengunci pagar tersebut dengan gembok yang besar lalu pergi dari sana.

📍Tbc📍

Protect You II -Jjk -Pjm -KthTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang