Aku mengikhlaskanmu karna kamu hanya milik-Nya.
🌹🌹🌹
Ada rasa dimana Hizam ingin mengenal Zava, sebelum melamarnya. Tak sedikit juga rasa di hatinya menginginkan gadis kecil yang pernah ada di masa lalunya. Sosok wanita bernama Rara belum hilang sepenuhnya tapi ia mencoba untuk melupakan Rara. Hizam berharap dengan mengenal Zava dan mencoba mencintainya setelah pernikahan nanti, rasanya terhadap Rara akan menghilang.
Setengah jam kemudian ia sampai di depan rumah Zava. Memakirkan mobil Hizam di sebelah mobil berwarna hitam.
"Assalamu'alaikum."
"Hizam.."
Mata Hizam tertuju kepada pria berjas hitam. Ia sama sekali menatap Zava yang memanggilnya.
"Nak, bunda ke belakang dulu ya. Kalian sudah dewasa pasti bisa menangani ini semua," ucap Rahma sambil tersenyum.
"Yusuf?"
"Maaf, Mas. Aku ga akan pernah bisa menjadi istri kamu karna Hizam sudah lebih dulu melamarku." Zava mendekati Hizam. Tapi pria yang di dekatinya terkejut oleh perkataan Zava.
Deg!
"Ka-kamu pasti bercanda kan, Zav?" Sesak yang tadinya ada di Salwa berpindah. Ia merasakan apa yang diderita oleh Salwa. "Kalian baru saling kenal, jadi ga mungkin-"
"Cukup, Mas! Aku mencintai Hizam waktu pertama kali kita bertemu dan tidak ada sedikitpun aku mencintai kamu."
Perkataan Zava mampu menyahat hatinya. Seperti ribuan jarum menyerang dirinya.
Hizam merasa kebingungan. Dirinya seolah menjadi korban perseteruan antara Zava dan Yusuf.
"Zava.. kalau kamu mencintai Yusuf, saya akan ikhlas menyerahkan kamu." Hizam lebih memilih ikhlas ketimbang persahabatannya hancur.
Zava tidak mampu membendung air matanya lagi. Ia menatap Hizam penuh harap agar pernikahan itu terjadi tapi dengan dirinya. Zava tidak tega melihat Salwa sedih, hancur, patah hati karnanya. Ia rela menjadi korban untuk orang yang ia sayangi.
"Zav.. kamu dengar kan? Apa yang dikatakan oleh Hizam? Aku mohon, kamu mau ya menikah denganku." Bukan namanya Yusuf yang berhenti berjuang.
"Maaf, Mas. Aku ga bisa. Tolong jangan paksa aku."
"Ini semua gara-gara lo!"
Bugh!
Yusuf menghantam wajah Hizam dengan pukulan yang sangat keras sehingga pria itu jatuh tersungkur.
"Cukup, Yusuf! Bunda minta tolong, kamu keluar dari rumah saya!" Rahma tiba-tiba muncul. Ia sangat marah kepada Yusuf karna memulai keributan di rumahnya.
Akhirnya Yusuf pergi dengan wajahnya merah padam karna emosi.
"Aaaww." Hizam mengusap darah yang ada di pojok bibirnya.
"Sebentar ya, Zam. Aku ambil kompresan dulu."
"Nak Hizam duduklah. Biar bunda ambil air minum."
Belum lama kemudian, Zava menghampirinya dengan membawa air es batu dan handuk kecil. Handuk yang sudah di celupkan ke air es, ia tempelkan bagian yang luka. Sedangkan Hizam merintih kesakitan.
"Kenapa kamu diem aja ditonjok sama, Yusuf?" Zava bertanya tapi tangannya tidak berhenti mengkompres.
"Saya mau nanya ke kamu. Emang kalau orang jahat harus dibalas kejahatan juga?" Seketika tangannya terhenti.
"Lalu kalau saya balas, apa bedanya saya dengan dia?"
Zava hanya menunduk. Beberapa detik kemudian air matanya jatuh. Kejadian ini membuatnya masuk ke dalam cinta yang rumit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr Cold ✓
Espiritual[SUDAH TERBIT] ⚠Hati-hati dapet baper dan greget! 📍Hak Cipta Dilindungi oleh Allah Pria berhati dingin kerap dipanggil Hizam menginginkan gadis yang ia kenali sewaktu kecil. Gadis itu masih menetap dihatinya hingga menikah dengan seorang wanita ber...
