tría

2.9K 302 13
                                        

Kejadian yang terjadi hari ini terus terngiang di kepala Jimin. Maksud Jimin yang ingin membahagiakan sang adik dengan mempertemukannya dengan Taehyung, semuanya berantakan dan itu karena dirinya. Kotak musik yang Jungkook rusak adalah hadiah terakhir yang Jimin terima dari orangtua nya dan dia menerima itu saat dia masih berusia 7 tahun. Sejak saat itu, dia tidak pernah menerima hadiah apapun lagi dari orangtua nya, karena bahkan mereka seringkali lupa akan ulang tahun Jimin. Oleh karena itu Jimin selalu menjaga kotak musik itu. Namun saat Jungkook merusaknya, Jimin tentu marah besar. Tapi disisi lain, Jimin juga merasa bersalah pada Jungkook karena sudah membuatnya kambuh.

Hyung..” ujar Jungkook saat melihat kakaknya datang

“Jungkook-ah..”

“-—mianhae.” lirih Jimin

“Kenapa hyung minta maaf ? Aku yang seharusnya minta maaf. Maafkan aku karena sudah merusak benda kesayangan hyung. Aku benar-benar minta maaf.” ujar Jungkook menundukan kepalanya

Grepp..

Jimin memeluk erat adiknya. Jungkook terkejut bukan main saat tiba-tiba Jimin melakukan itu, bahkan dia tahu jika kakaknya itu sedang terisak dipelukannya.

H-hyung..” kaget Jungkook lalu membalas pelukan kakaknya itu

“Mianhae..jeongmal mianhae saeng..hiks..hiks..” isak Jimin yang terus mengucapkan kata maaf

Jungkook yang mendengar itu, ikut meneteskan air matanya. Ini pertama kalinya dia melihat Jimin menangis seperti ini.

“Kumohon jangan seperti ini hyung, aku baik-baik saja. Hyung tidak salah apapun.” ujar Jungkook mengeratkan pelukannya

Setelah cukup lama, akhirnya mereka melepaskan pelukan meraka. Jimin dan Jungkook juga sudah berhenti menangis. Dan sekarang, mereka sama-sama terdiam dalam keheningan. Namun Jungkook sedikit terkejut saat Jimin menatap lekat dirinya. Dan entah kenapa, tatapan itu tidak mampu Jungkook artikan.

“Cepatlah sembuh saeng! Maaf sudah membuatmu sakit lagi.” ucap Jimin memecah keheningan

Setelah mengucapkan semua itu, Jimin beranjak pergi setelah sempat mengelus kepala adiknya.

“Hyung!”

Jimin menghentikan langkahnya. Lalu menoleh pada Jungkook dan mengulas senyumnya. Jimin menatap Jungkook beberapa saat kemudian benar-benar pergi.

“Gomawo hyung.” ucap Jungkook sedikit berteriak

*****

Keesokan harinya, Jungkook yang sudah kembali pulih seperti biasa berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama orangtua nya. Hari ini dia menunggu sang kakak untuk bisa sarapan bersama. Setelah hubungan mereka membaik, Jungkook yakin jika kakaknya akan mau menerima ajakannya kali ini.

“Hyung..Ayo kita sarapan bersama!” ajak Jungkook semangat

Jimin yang mendengar ajakan Jungkook menatap adik dan orang tuanya. Namun Jungkook tersentak saat melihat tatapan Jimin itu, tatapan yang sama seperti sebelumnya. Tatapan dingin yang selalu Jimin tunjukkan selama ini.

“Yak! Jimin-ah, adikmu mengajakmu untuk sarapan bersama. Tidak bisakah kau menghargainya.” omel Tuan Jeon saat Jimin pergi begitu saja mengabaikan ucapan Jungkook

Jimin tidak menjawab dan terus melanjutkan langkahnya. Dia mengabaikan semua perkataan adik dan juga ayahnya.

“Hyung..sampaikan salamku pada Taetae hyung. Katakan padanya, terima kasih untuk kemarin." ucap Jungkook yang lagi-lagi diabaikan Jimin

StoichímataTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang