UNCLE [Levi Ackerman]
By
Rinatayuki
***
Aku sepenuhnya sudah bangun sebenarnya, akan tetapi mata ini tak ingin terbuka saat mengingat hari ini hari libur sekolahku. Jadi kupikir tak ada salahnya jika bangun agak siangan bukan? Selama ibuku tak pernah protes.
Aku melenguh dan berguling ke samping. Tapi tanganku merasakan memeluk sesuatu yang aneh. Seingatku bantal gulingku rasanya empuk sekali, tapi yang ini berbeda.... --aku merabanya-- seperti seonggok tubuh...? Seketika pikiranku melayang ke arah film horror yang tadi malam kutonton. Bahwa kemungkinan benda di sampingku ini hantu, dimana saat aku membuka mataku terpampanglah wajah buruk rupa sang hantu yang menakutiku setengah mati tadi malam.
Oh tidak ya tuhan... ini sudah pagi, jelas-jelas ruang kamarku sudah terang.
Lalu siapa ini?
Aku merabanya lagi, dan aku merasakan lengan yang keras lalu naik ke atas, aku merasakan bagian wajahnya --cukup halus-- pikirku yang mengira permukaannya terjal seperti hantu dalam pikiranku. Kemudian bibir, hidung, bahkan mata, aku tak merasakan ada yang aneh justru membuatku penasaran. Naik lagi, aku meraba surainya dan dapat kurasakan helaiannya begitu pendek sekali, samar keningku mengeryit akan kejanggalan hal ini. Jika diingat kembali, aku tak memiliki kakak ataupun adik yang berambut pendek. Bahkan aku seorang anak tunggal, semata wayang orangtuaku.
Lalu siapa sosok yang tidur di sebelahku ini???
Aku pun memutuskan untuk membuka kedua kelopakku perlahan. Samar-samar bayangan tubuh yang lebih besar dariku mulai tampak, kemudian semuanya perlahan menjelas. Mulai jelas ketika pandanganku naik ke atas dan melihat wajahnya, seorang pria tak dikenal tidur di sampingku. Mimpi horror apa aku?
"AAAAAAAAAA!!!!!!!! MAMA ADA COWO MESUM DI KAMARKU!!!"
Aku nyaris menangis. Berbagai pikiran negatif seketika menyerangku. Takut, takut akan apa yang dia lakukan padaku saat aku tertidur. Namun saat aku melihat dibalik selimutku, pakaianku masih amat lengkap. Huuh, aku bernapas lega.
Tak lama pintu kamarku didobrak dan muncullah ibuku dengan rambut yang tampak di roll dan beliau membawa sapu. "Ada apa? Mana sayang?? Mana?"
"I--itu." Aku menunjuknya agak kaku. Ibuku terlihat mendesah lega. "Ibu siapa pria ini? Mengapa dia ada di kamarku?" tanyaku heran.
Ibu malah terkekeh. Dan pria di sampingku ini terdengar melenguh, sontak aku beringsut ke pojok kasur. "Dia pamanmu. Baru pulang dari Prancis semalam, sekarang mungkin kelelahan. Di rumah ini tidak ada kamar kosong lain, jadi tak ada pilihan selain tidur di kamarmu."
"P-paman.....? Paman siapa? Ibu tak pernah mengenalkanku pada orang ini." Setahuku, semua paman di keluargaku tampak seperti bapak-bapak, tapi pria di sebelahku ini pamanku? Dia terlihat sangat muda, mungkin kisaran 25-an usianya?
"Hei (name) kau ini berisik sekali."
Suara berat menginterupsi pergulatan batinku. Dan kusadari ibuku tampak melenggang pergi. Tinggallah aku dengan pria bersurai hitam ini.
*Ibu... kenapa kau tega meninggalkanku sendirian di sini?*
***
"Mama sama papa hari ini mau pergi ke luar kota, karena ga bisa ngajak kamu dan kamu sendirian di rumah jadi mama panggil pamanmu buat dateng ke rumah, gantiin posisi mama-papa buat ngejaga kamu selama kami pergi."
Aku mendengarkan penjelasan mama di meja makan sambil memakan sarapanku. Sedangkan mama merapikan hasil masakannya ke meja. Pria itu? Entahlah di mana sekarang. Terakhir kali kulihat, dia masih tepar di kamaku. Dan sentak aku menyadari sesuatu, "mama, terus selama kalian pergi, orang itu tidur di mana? Masa iya sekamar sama aku?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Akashi X Reader X Levi
Short Storybutuh asupan? masuk! Oneshoot. #Cerita gaje >.<
