MY BESTFRIEND IS... [Akashi Seijurou]
By
Rinatayuki
•
•
•
"Apapun yang terjadi, aku tetap berada dipihakmu, Sei." -Reader
***
Lengkungan kurva tidak pudar dari garis bibirku. Menatap sebuah tiket wisata aquarium terbesar di negeri ini -yang ingin sekali kukunjungi semenjak dibuka lima tahun lalu, kini sudah ada digenggaman. Dan impianku akhirnya terwujud berkat seorang sahabat kecil yang menghadiahkan tiket sebagai kado ulangtahunku di malam natal.
Aku mengangkat wajah untuk meluruskan pandangan kepada seorang lelaki dihadapanku. Syal rajut merah muda buatan tanganku yang kuberikan setahun lalu sebagai hadiah ulang tahun tampak melingkari lehernya. Hangat hatiku, tapi jauh lebih hangat sampai-sampai tidak kurasakan suhu musim dingin malam ini ketika melihat wajah menawannya tersenyum lembut padaku dengan sorot tatapan yang sukar kuterjemahkan.
"Terimakasih, Sei. Kapan kita akan pergi?" tanyaku. Saat ini kami tengah berhadapan tidak jauh di depan pohon natal besar yang berkilauan karena lampu-lampu mini. Oh iya, aku tidak pernah meminta atau pun mengeluh menginginkan tiket aquarium ini. Darimana dia bisa tahu atau hanya kebetulan saja menghadiahi selembar tiket? Aku tidak tahu.
"Sekarang?" tanya Seijurou lebih kepada menawarkan daripada bertanya. Aku pun mengangguk kuat. "Um! Kudengar seluruh tempat wisata di sini buka 24 jam khusus hari natal."
"Baiklah," balasnya. Ketika itu dapat kurasakan tangannya menggenggam tanganku. Dan aku tidak menolaknya.
Orang lain mungkin akan melihatku seperti seorang anak kecil yang antusias melihat hewan laut. Tapi bukan hal tersebut yang membuatku bergembira malam ini, melainkan karena keberadaan Seijurou disisiku. Entahlah, aku selalu merasa bahagia setiap kali lelaki itu ada didekatku.
"Nee... Sei. Terimakasih untuk hadiahnya. Aku suka!" kataku tersenyum riang setelah keluar dari tempat wisata aquarium. "Benarkah? Syukurlah kalau begitu." Seijurou mengatakannya sambil mengacak gemas puncak rambutku.
Kami melewati deretan pertokoan dipinggir jalan. Ramai. Tapi dua pria dewasa pembawa koper putih yang tertangkap pandanganku, mengingatkanku pada makhluk berbahaya pemakan manusia yang dinamakan Ghoul. Benar, belakangan ini ada kabar mengenai makhluk itu ada di kota ini. Beberapa orang telah menjadi korbannya.
Ghoul adalah monster berwujud manusia. Mereka tidak bisa makan dan minum yang biasa dikonsumsi manusia, tetapi daging dan jeroan manusia merupakan makanan mereka. Oleh sebab itu makhluk ini sangat berbahaya.
"Sei.., kau sudah dengar bukan berita Red Ghoul ada di kota kita? Katanya dia sangat sulit ditangkap," kataku mulai bercerita. "Apa kau takut?" tanyanya. Lalu aku menggeleng sedih dan berkata. "Asalkan tidak mengincarku sebagai makanannya."
"Sei kau tunggu di sini. Aku ingin membeli camilan di sana," kataku melepaskan genggaman yang semula tertaut dan berlari menuju minimarket di depan.
"Hey!"
Aku berbalik sejenak dan tersenyum. "Sebentar saja!" seruku lalu masuk ke toko serba ada. Tidak lama kemudian aku keluar membawa sekantong belanjaan yang ingin kumakan bersama Seijurou. Aku berencana menonton film di apartemen kami sambil menikmati camilan ini. Ya, aku dan si sulung Akashi tinggal bersama. Dia memintaku untuk tinggal dengannya daripada kami bertetangga.
Langkahku perlahan berhenti kala tidak menemukan siluet Seijurou di sekitar. "Pergi kemana dia? Apa dia meninggalkanku? Heh... tidak mungkin, jika ada keperluan mendadak pasti mengabariku via ponsel. Atau kuhubungi saja?" monologku.
***
Namun langkahmu terhenti kala mendengar suara aneh dari gang sempit di samping trotoar yang kau lalui. Kau terpaku melihat sesuatu di sana. Gang itu sedikit gelap, tapi cahaya lampu kota mampu membantu penglihatanmu untuk melihat dengan lebih jelas.
Kakimu seolah dibekukan oleh es, kau tak dapat bergerak barang selangkah pun. Di dalam gang itu kau telah melihat sesuatu yang sangat mengerikan. Ghoul.
Dan selanjutnya kelihatan seorang manusia jatuh tergeletak ke tanah. Kau merasa terkejut saat tau orang yang kau yakini sudah mati itu adalah petugas pemburu ghoul yang kau lihat sebelumnya.
Makhluk itu tidak tau kalau ia tertangkap basah oleh dirimu.
Tanpa sadar kau menjatuhkan barang belanjaanmu sehingga menimbulkan suara yang terdengar ghoul itu.
Perlahan orang itu berbalik dan kau membulatkan mata sempurna. Begitu pun dengan si pelaku.
Mata itu tampak menyeramkan. Darah mengotori bajunya. Ia hendak bergerak mendekat. Namun sikapmu yang tiba-tiba membuat ia terkejut.
Kau berlari memeluknya penuh hari. Kau menangis di dadanya yang bidang.
"Ini pasti berat untukmu. Apapun yang terjadi aku tetap berada dipihakmu, Akashi-kun."
"[First Name]"
***
Ada yang mau req ga?
KAMU SEDANG MEMBACA
Akashi X Reader X Levi
Nouvellesbutuh asupan? masuk! Oneshoot. #Cerita gaje >.<
