Uncle!Levi X Reader X Akashi

547 49 6
                                        

Play song Kangen Band - Tentang Aku Engkau dan Dia. 😆

***

Uncle Season 2

Levi POV semua ya!^^

Aku memarkirkan mobilku di depan sekolah untuk menjemput keponakan perempuanku. Kulirik jam tangan di pergelangan tanganku, lima menit lagi bel sekolah akan berbunyi. Syukurlah, jadi aku tak menunggunya terlalu lama. Kau tahu? Aku tidak suka menunggu lama.

Saat bel berbunyi dan semua anak-anak berhamburan keluar, aku memperhatikan pintu lobi sekolah itu dan berharap anak itu segera muncul.

Dan ya, tidak lama sosoknya akhirnya keluar... namun dia tampak berjalan bersama seorang lelaki. Dia terlihat sangat akrab dengannya. Satu pertanyaan pun tercipta di kepalaku, siapa laki-laki bersurai merah itu? Mengapa keponakanku ini kelihatan semringah sekali, raut wajahnya begitu bersinar saat berbicara dengan anak lelaki itu.

Sebersit rasa tak nyaman, menganggu batinku yang bergerak gelisah di relung sana.

Membuka pintu mobil, aku melangkah keluar. Anak itu seketika menyadari kehadiranku di sini. Dia tampak mengobrol sejenak lalu berlari meninggalkan anak lelaki itu ke arahku.

"Paman menjemputku?" tanyanya dengan kedua mata yang membulat. Dia terlihat menggemaskan. Aku selalu suka dengan matanya sejak dulu.

"Masuk," perintahku. Dan dia lantas menurut. Duduk di kursi sampingku sambil memasang sabuk pengaman, lalu aku dengan mulus memutar stir dan membawa mobil ini ke jalanan.

"Tumben sekali paman menjemputku," ocehnya.

Jika boleh jujur, aku tak tahu mengapa hari ini menjemputnya? Yang jelas aku merasa bosan di rumah tanpa ada kegiatan apapun selain bersantai.

"Pemuda tadi itu siapa?" tanyaku.

"Cowo berambut merah itu? Dia teman sekelasku. Ketua osis. Namanya Akashi Seijuurou."

"Tampaknya dia bukan anak biasa ya?" Simpulku, dan gadis ini sentak menoleh kepadaku. "Bagaimana paman bisa tahu?"

Garis bibirku tertarik. Samar. "Dia sepertinya cukup disegani," gumamku kecil. "Aku tahu keluarga Akashi dan pernah bekerjasama dengan mereka," jawabku dan gadis ini tampak mengangguk-angguk.

***

Akhir-akhir ini aku sering memperhatikannya. Dia terkadang tampak senyum-senyum sendiri. Wajahnya selalu kelihatan cemerlang setiap kali dia memegang ponsel, dan membuatku bertanya, pada siapa dia berhubungan?

Namun hatiku menebak. Kemungkinan besar lelaki itu menjadi sumber keceriaan ponakanku ini. Karena aku sering melihat mereka bersama setiap kali aku menjemputnya di sekolah. Tak hanya itu, aku dengan gila sempat memata-matai ponakan kesayanganku melalui orang suruhanku.

Akan tetapi, pada hari ini, gadis itu tampak lebih pendiam dari biasanya. Dia tak banyak berceloteh di sepanjang perjalanan hingga sampai di rumah, dia langsung naik ke lantai atas. Sikapnya yang berubah membuatku bingung.

Lalu saat makan malam, sepuluh menit kumenunggu, gadis itu tak jua kelihatan. Sehingga aku memutuskan untuk masuk ke kamarnya.

Tapi apa yang kulihat ini? Hancur hatiku melihat air mata berderaian di pipinya. Perlahan, aku mendekatinya dan dia masih belum menyadari kedatanganku. Kemudian aku duduk di pinggir ranjang dan berkata, "apa yang terjadi padamu? Siapa yang membuatmu menangis?"

Dia hanya menggeleng dalam posisi tengkurap. Suara isakannya terdengar amat jelas di kamar ini. Oh sungguh, aku benci.

"Sudah..., usai sudah, jangan menangis lagi," ucapku sambil membelai kepalanya. Lalu dia beringsut bangun dan terlihatlah wajah sembabnya. Membuat hatiku seketika bagai tercubit pilu.

"Paman.... hikks...., kau tahu Akashi bukan? Sebenarnya aku menyukainya..., tapi dia berkata padaku kalau ada seorang gadis yang memikat hatinya. Dan gadis itu berada jauh darinya, katanya."

"Paman.....!! Huaaaa hiks hikss. Gadis itu pasti bukan diriku kan ya? Hiks!! Begini ya rasanya sakit hati." Ucapnya sambil sesegukan. Aku tak dapat berkata. Selain kupeluk dia dengan erat, membiarkan dia menangis dibahuku.

*Akashi... kau telah membuat gadis kesayanganku menangis*

***

Yeay! End?
Ditulis/up 6agustus2018

Ttd
Rinata

Akashi X Reader X LeviTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang