Chapter 6

2.8K 246 54
                                        

.

.
.
.

"Wah Baekhyun-ah neo jinjja daebakiya" Minseok berseru sebagai ungkapan takjubnya pada Baekhyun yang terlihat terus memajukan bibirnya

"Baekhyun-ah katakan yang sejujurnya padaku, apa kau benar-benar saudara kandungnya Daehyun, kenapa kemampuan otak kalian sangat jauh berbeda?" pertanyaan Kyungsoo dibuatnya seserius mungkin

"Yya... apa maksudmu?" Baekhyun bertanya sebal

"Bukan apa-apa, hanya saja seharusnya ada sedikit kecerdasan yang diturunkan orangtuamu padamu, walaupun tak sebesar Daehyun" Kyungsoo bicara sambil mengangkat bahunya santai

"Maksudmu aku pungut begitu?" pertanyaan Baekhyun dijawab cengiran oleh Kyungsoo

"kemari kau!" Baekhyun menggerakan jari-jari tangan kanannya menyuruh Kyungsoo mendekat

"hei.. " Minseok menghalau keributan gaje Baekhyun dan nampak berfikir

"kurasa mereka benar-benar saudara kandung, bukankah mereka sama-sama selalu konsisten?"

"Daehyun selalu konsisten berada diperingkat tiga teratas dan Baekhyun selalu konsisten berada diperingkat tiga terbawah benarkan?" tawa Kyungsoo meledak lain Baekhyun yang semakin cemberut

.

.

.

"Ngomong-ngomong kau sudah tak menjemput Yoona? Bahkan aku belum melihatnya dikampus" Kai bertanya pada Sehun yang langsung mendapat jitakan dari Jongdae

"dasar bodoh, untuk apa Sehun menjemput Yoona, dia kan sudah punya istri, yang harusnya dijemput itu ya istrinya" timpal Jongdae

"aisshhh aku kan hanya bertanya" bela Kai sembari mengusap kepalanya sendiri

"tapi benar aku juga belum melihat Yoona hari ini, seingatku dia ada kelas siang ini" Jongdae berkata lagi

"Dia sudah memulai latihan baletnya untuk pertunjukan bulan depan" Sehun yang menjawab

"Dari mana kau tahu?" Kai bertanya

"Dia sendiri yang bilang saat makan malam" kata Sehun setelah meminum minuman kalengnya

"mwo! kalian makan malam bersama?" Sehun mengangguk menjawabnya

"kalau istrimu tahu bagaimana, dia bisa marah" Kai menambahkan

"istriku tahu" Sehun tanpa sadar mengucapkan kata 'istriku' dan sesuatu menggelitik hatinya, geli tapi menyenangkan.

"Kami makan malam bersama keluarga di istana" lanjut Sehun lagi

"Sehun-ah kau hebat sekali bisa membuat pacar dan istrimu duduk untuk makan bersama" Kai benar-benar memuji Sehun dengan rasa hormat

"apa maksudmu hyung"  Sehun tak sungguhan bertanya dia hanya sebal dengan ucapan Kai

"Ajarkan aku caranya Sehun-ah" Kai serius dengan permintaannya

"aissshhh kau sudah gila hyung" Sehun beranjak dari duduknya

"Mau kemana?"

"menjemput seseorang" namja berwajah datar minim ekspresi itu menjawab singkat tanpa berbalik

"Siapa yang mau dia jemput?" tanya Jongdae

"Pasti Yoona" tebak Kai

"heeiii tak mungkin, pasti istrinya" Jongdae juga yakin dengan tebakannya

"Bertaruh 1.000.000₩?" ajak Kai

"call"

.

Welcome to My LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang