Naega meonjeo neoui sonjabanohgo
Gaya handa malhamyeon neon dodaeche
Jika aku melepaskan tanganmu terlebih dahulu
Dan mengatakan kalau aku harus pergi
Hourglas - Wannaone (The Heal) ft. Heize - 2018
*******
Seongwoo mengamati apartemen yang baru disewanya. Jika ingin rencanya berjalan lancar, ia tidak bisa tinggal di rumah keluarganya.
Apartemen baru, handphone baru, nomor telepon baru, dan seberkas hasil penyelidikan detektif swasta tentang latar belakang dan kebiasaan Kang Daniel.
Seongwoo sudah siap.
...
Seongwoo mengamati pintu cafe. Berdasarkan hasil penelitian, ini cafe favorite Daniel, dan jika sesuai kebiasaan, sebentar lagi pria bermarga Kang itu akan makan siang di sini.
Ia sudah menyusun rencana. Ketika nanti Daniel datang, ia akan berpura-pura berpapasan dengannya, saling menyapa, lalu bertukar nomor kontak.
Sederhana kan?
Setiap kali pintu terbuka, Seong Woo menahan nafas. Sudah 5 menit, dan pengunjung lalu lalang, tapi sosok yang ditunggunya belum kunjung datang.
1 menit.
2 menit.
Pintu kembali terayun terbuka, disusul seorang pria dengan sweater putih. Dia melangkah masuk sambil mengusak surai coklat mudanya.
Pria itu memasuki cafe, melepas jaketnya dan menyampirkan ke lengan, saat ia mulai tersenyum menyapa pelayan cafe yang dikenalnya.
Seongwoo sudah beberapa kali melihat foto pria ini. Tapi melihat dalam rupa dua dimensi dan melihat secara langsung sangatlah berbeda.
Apa dulu dia memang setinggi ini? Bahunya selebar sekarang kah? Garis wajahnya yang semakin menonjol menandakan kedewasaan. Kang Daniel bukan lagi anak anjing manis yang dulu dikenalnya. Pria itu sudah menjelma menjadi serigala.
Namun tahun yang berlalu tidak merubah beberapa hal. Senyum itu tetap sama, lebar dan hangat. Dan matanya yang menyipit ketika bibirnya melebar. Seongwoo bisa melihat tahi lalat di bawah mata kanan yang masih setia di sana.
Seongwoo menelan ludah gugup. Ia tidak bisa mundur. Ia tidak boleh mundur.
Dipejamkannya matanya sambil berdoa dalam hati. Sambil menarik nafas Seongwoo bangkit dari kursinya.
It's show time.
Rencananya sangat sederhana. Rencananya seharusnya sangat sederhana.
Seongwoo tidak tahu harus menyalahkan siapa? Salah lantai cafe kah, yang memiliki ketinggian berbeda? Atau salah kakinya yang tidak bisa berjalan dengan benar? Atau ini takdir yang tengah mempermainkannya?
Mata dan kakinya tidak manyadari turunan di dekat pintu itu, yang sukses membuat Seongwoo terjerembab.
Terjerembab dan jatuh, tepat ke arah pria bersweater putih itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOURGLASS [END] | OngNiel
Fiksi PenggemarPasir di jam itu sudah habis. Kisahnya sudah usai. Lembar kehidupan yang sudah ditutupnya rapat-rapat. Apakah kini ia berani untuk memutar balik waktu? Mengulang kembali sebuah cerita yang lama terpendam? Tapi untuk apa? Balas dendam? Atau cinta? ...
![HOURGLASS [END] | OngNiel](https://img.wattpad.com/cover/162206617-64-k577840.jpg)