Epilog: Father and Son

2.1K 328 172
                                        

Ada yang masih ingat cerita ini?

Eve masih utang EPILOG buat HOURGLASS ini.

Dan terima kasih buat daewhwelp , pemenang GA yang minta update HOURGLASS yang 'memaksa' Eve buat menulis ending buat kisah Daniel, Seongwoo, dan Guanlin.

Happy reading

*******



New York, satu hari setelah pernikahan yang dibatalkan.

"ONG SEONGWOO!!!!!!"










"ANGKAT TELEPONMU!!"











"DASAR ADIK KURANG AJAR!!!"





Untuk kesekian kalinya BoA menekan tombol dial di layar handphonenya, dan kesekian kalinya pula nada sibuk yang menyahut panggilannya. Dia menggeram marah.

Anak tunggalnya, yang menyelonjorkan kaki panjangnya di atas meja terkekeh geli. Untung bagi Guanlin, ibunya sedang marah sehingga tidak memperhatikan perilaku kurang sopannya.

"Percuma Eomma menelpon." Pria muda itu menjawab sambil melirik penunjuk waktu di layar smartphone-nya. "Pesawat Samchon belum mendarat. Tidak mungkin dia mengangkat panggilan Eomma."

BoA mendengus sambil melirik jengkel. Berkah sekaligus kutukan memiliki anak yang terlalu pintar.

"Jam berapa aku bisa menelponnya?"

Guanlin menerawang menghitung dalam hati. "Mungkin sekitar tiga jam lagi?"

Lalu dia manambahkan masih sambil tertawa, "Walaupun kalau aku jadi Samchon, aku tidak akan mengangkat telepon dari siapapun dalam satu minggu kedepan."

"Dan membiarkan Aku yang membereskan semua kekacauan yang dibuatnya?" Mata BoA nyaris copot dari tempatnya.

"sunghoon terlalu baik, mau menerima keputusannya. Tapi bagaimana dengan keluarganya? Bagaimana dengan tamu-tamu? Siapa yang harus menjelaskan dan meminta maaf kepada mereka?"

BoA meletakkan tangan di pinggang. "Lalu bagaimana dengan kita? Apa dia juga memikirkan bagaimana kerepotannya kita? Dia pikir gampang mencari hotel mendadak di saat weekend seperti ini?"

Tentu saja karena pernikahan yang dibatalkan itu, tidak mungkin BoA sekeluarga masih tinggal di Apartemen Sunghoon. Hari itu juga mereka berkemas dan pindah ke sebuah Hotel, memesan presidential suite dengan dua kamar tidur.

Sebenarnya bukan masalah uang. Tapi tak puas hati kakak Seongwoo tersebut jika tidak mengomel, mencari orang untuk disalahkan atas kerepotan yang harus dialaminya.

"Dasar kekanakan, kepala batu, egosi, manja." BoA menoleh ke arah Guanlin yang masih duduk di sofa sambil menunjuk.

























"Jangan tiru sifat ini darinya!"

















Dua detik setelah mengucapkannya, BoA baru menyadari betapa sensitif topik yang baru saja disinggungnya. Tangannya masih tergantung di udara.

BoA tidak berkata-kata, demikian pula Guanlin. Mereka terdiam canggung.

Setelah memperoleh kembali kesadarannya, BoA segera menghambur ke sofa, mendudukkan dirinya disamping anaknya sambil memeluknya. "Guanlin, maafkan Eomma! Eomma tidak bermaksud ... Eomma bahkan tidak tahu kenapa mengatakan hal itu." Tangannya mengelus lembut rambut Guanlin.

HOURGLASS [END] | OngNielCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang