Dua

3 1 0
                                        

Disini memang aku yang salah karena tidak pernah menghiraukan rasamu yang terpendam sejak lama tanpa menyimak lagi perasaanmu yang selalu berujung menyakitkan,
Salah juga aku selalu membalas pesan-pesan singkatmu dengan kata yang lebih dari sekedar singkat,
Mulutku yang terlalu kelewatan karena selalu berkata ji-jik saat mendengar kata-katamu yang penuh dengan kebohongan,
Dan juga salah karena terlalu keras kepala ketika terfikir lagi kalau kamu jauh dari yang aku harapkan.

Aku yang selalu merajut lukamu dan membuka luka itu lagi,
Aku juga yang bisa membuatmu sadar kalau mencintaiku seperti merobek tanganmu sendiri,sakit bukan?

Iya,aku terlalu egois saat mengatakan semua harus berakhir dengan alasan;ketidaknyamanan.

Kini aku mengerti,kau hanya berusaha. Berusaha meyakinkanku bahwa cinta itu indah,cinta itu hadiah dan meyakinkanku juga bahwa hidup tidak serumit apa yang selalu terlintas difikiranku.

Sampai sekarang aku masih belum berani untuk mengatakan bahwa aku;menyesal.

Aku minta maaf,atas apa yang sudah pernah aku ucapkan dan aku perbuat walaupun aku tau itu adalah hal yang tidak patut untuk mendapatkan kata maaf.

Tapi ini semua menjadi pelajaran lagi untukku untuk duniaku agar lebih baik dari sebelumnya untuk selalu membuka hati pada apa-apa yang berani merebutnya.

-Naa,♏.

naa'per/ma mood.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang