empat

661 129 13
                                        

Sebulan sudah kandasnya hubungan Juwita dan Yogi. Keduanya terlihat anteng menjalani hubungan masing - masing. Yogi menjadi sering jalan bersama temannya, walau lebih banyak bersama Nala. Juwita sibuk dengan restoran tentunya ada Yohan yang selalu menjemputnya.

"Kamu ga kangen Kak Yogi?" Tanya Yohan tiba - tiba

"Kangen sih ngga, cuma berasa ada yang hilang gitu Yo. Biasanya ada yang nanya aku lagi ngapain ini wa sepi, adanya sms dari pinjaman online." Jawab Juwita.

"Kalau aku yang ramein hp kamu gimana Ta?" Tanya Yohan.

"Ya boleh aja sih, biar ga sayang juga paketin data." Jawab Juwita.

"Ehehehe beneran?" Tanya Yohan.

"Kan tinggal Chat Yoyo kok ribet amat kamu." Jawab Juwita.

"Ulululu Tata bisa ngegas." Goda Yohan.

"Apaan sih Yoyo." Timpal Juwita.

"Kenapa mau marah? Mau cubit? Ga takut." Kata Yohan.

Juwita kemudian mencubit Yohan tanpa ampun. Sudah jadi kebiasaan mereka kalau bedebat diakhiri dengan Juwita mencubit Yohan kemudian Yohan meminta tolong untuk dilepaskan.

"Sakiiit Tata. Udah dong nanti merah - merah." Kata Yohan.

"Ayo pulang." Ujar Juwita.

"Jadi gimana boleh ga aku aja yang nanya kabar kamu tiap hari?" Tanya Yohan sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Iya." Jawab Juwita.

"Aduh ga kedengeran." Kata Yohan.

"Terserah." Timpal Juwita.

"Dih nerima pacar kok galak." Kata Yohan.

"EMANG SIAPA YOYO YANG NGAJAK PACARAN." Juwita ngegas. Semakin lama dia deket sama Yohan semakin meningkat kemampuan Juwita ngegas.

"Aku lah, mau ga Tata jadi pacar Yoyo. Jadi kalau bergabung kita jadi Tayo, bis kecil ramah." Kata Yohan.

Juwita tidak bisa menahan tawanya. Yohan tuh recehnya keterlaluan. Ga pernah sekalipun ga bercanda.

"Ketawa lagi untung cantik." Kata Yohan. Kemudian merangkul Juwita.

"Lagian kamu receh banget bawa - bawa Tayo." Ujar Juwita yang masih ketawa.

"Juwita keren ya sekarang hobi ketawa. Udah Tata nanti keselek kebanyakan ketawa." Kata Yohan.

"Bentar Yo jangan ngomong aku capek ketawa." Ujar Juwita.

"Ayo jalan aja, aku kan tinggi bisa rangkul kamu." Kata Yohan.

"Ya siapa yang bilang kamu pendek." Ujar Juwita.

"Tata tuh dari smp udah tinggi, dulu tinggian Tata loh sekarang tinngian aku. Jadi kalau punya suami nanti yang lebih tinggi ya Ta biar kamu. Eh gausah kan ada aku, nanti kan ada aku kita wujudkan Tayo jadi nyata." Kata Yohan.

Juwita kembali tertawa. Kali ini dia sampai jongkok.

"Aku ngompol loh kebanyakan ketawa." Kata Juwita.

Dari kejauhan ada Yogi yang melihat interaksi Juwita dan Yohan. Tanpa Juwita tahu sebulan ini Yogi mengawasi Juwita dari jauh. Yogi masih mengkhawatirkan Juwita. Ia takut langkah yang dia ambil itu salah. Ternyata langkahnya sudah benar, Juwita bisa tertawa lepas. Walaupun Yogi masih harus menata hatinya. Bukan karena Juwita, ia bahagia melihat Juwita bahagia. Namun, karena perempuan lain yang menjauhinya.

Dua minggu setelah putus, Yogi menyatakan perasaannya pada Nala. Nala Alisa Sadrina adalah pemilik hati Yogi sejak usianya 15 tahun. Bunga itu gugur sebelum mekar, saat Arbam menyatakan cinta pada Nala. Yogi sebagai sahabat merelakan Nala. Ia pun selalu ada untuk Nala saat perempuan itu galau karena Arbam. Masalah mereka selalu Arbam yang lebih memperdulikan Mita, Nala merasa tersaingi, Nala lari ke Yogi dan Yogi menenangkan Nala. Lingkaran setan itu terputus saat Nala meninggalkan Arbam dan Arbam memutuskan melamar Mita. Yogi sendiri memilih berlari ke arah Juwita dengan menjadikan cita - cita Jodi jadi menantu Bunda.  Kini kisah rumit itu mulai menemukan benang merahnya masing - masing. Walau Yogi dan Nala kini perang dingin karena Nala selalu menghindarinya, setidaknya ia sudah mengatakan hal yang ia pendam sejak 9 tahun lalu.

 Your Happiness ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang