Part ini w nulisnya sampe senyum-senyum sendiri, semoga kalian yang baca juga jadi senyum-senyum sendiri yaahh...
Sebelum jam menunjukan angka sembilan malam, gue udah sampai rumah setelah jalan-jalan bersama sahabat-sahabat gue.
Dddrrttttt...drttttttt...
Baru aja gue ganti baju dan bersiap buat tiduran di kasur, ponsel gue bergetar ada panggilan masuk dari Berlian, seperti biasa Berlian selalu nelpon, gue sih gak masalah karna gue orang yang males ngetik.
"Kenapa Bri?" Tanya gue.
"Gakpapa, lo lagi ngapain nih?"
"Gue baru aja pulang, abis main sama Salsha, Rahma, Iren."
"Lo pada gak capek apa? Kemaren malem abis suporteran, eh besoknya main lagi."
"Tau tuh si Salsha mau foto-foto dia, gue sih gak capek-capek banget, kan cewek strong."
"Stres tak tertolong kalo lo."
"Yaa ngeselin dia."
"Tau gak?"
"Kagak lah, orang lo gak ngasih tau."
"Yah sa ae lu, ini juga baru mau gue kasih tau."
"Apa-apa??"
"Gue mau ke suatu tempat, lo mau ikut gak?"
"Boleh-boleh."
"Yakin lo gak kecapekan?"
"Enggak lah, emang kemana?"
"Pokoknya ada lah, indah banget pastinya, yaudah sekarang lo istirahat aja, besok akan ada petualangan seru bersama Berlian."
"Hahaha... Okeey deh!"
"Siyaapp!"Sambungan terputus, gue pun bersiap untuk tidur walaupun kayaknya malam ini gue gak bakalan tidur, karna besok Bri ngajak jalan, entah kenapa gue ngerasa seneng banget dan gak sabra.
Hari ini hari minggu, setelah kemaren jalan-jalan sama sahabat gue, hari ini gue mau jalan sama Berlian, gue gak tau pasti dia mau ngajak gue kemana, katanya sih tempatnya asik dan jauh. Setelah mandi gue bersiap-siap.
"Pagi-pagi mau kemana?"Tanya Mama, saat tau anaknya sudah rapi di minggu pagi.
"Mau jalan dong."
"Sama siapa?" Tanya Mama, ohiya Mama belum tau tentang Berlian, karna selama ini cuma Bima dan Rama yang sering main ke rumah dan ngobrol sama Mama.
"Sama temen sekolah."
"Rama?"Tebak Mama, gue hanya menggeleng, sambil menyantap sarapan pagi.
"Siapa dong?"
"Nanti kenalan lah."
"Banyak gaya kamu nak, kayak laku aja."
"Mama nyeselin, ya pasti laku lah, Ayak kan cantik, Hahaha..."
"Keturunan Mama mana ada yang jelek."
"Nah tu tau."
Ketukan pintu terdengar, pasti itu Bri, pikir gue.
"Biar Mama yang buka, sekalian kenalan." Kata Mama sambil senyum centil plus jail.
"Ingat Papa Ma."
Karna gue penasarn gimana reaksi Mama pas lihat Berlian gue pun ngintip di balik tembok.
"Temennya Ayak ya?"Tanya Mama.
"Iyaa Tan, boleh ngajak main anaknya gak Tan, jam lima pasti sudah kembali ke rumah." Kata Berlian, gue ngakak dia minta izin sambil nyanyi.
"Kamu ini kayak si CJR kesukaannya Ayak dulu, ayo masuk dulu tunggu Ayak nya lagi sarapan."
