4

4.6K 151 2
                                        

Tak terasa hampir 2 Minggu lagi Mina harus pergi dari tempat kerjanya kini.

Keadaan seakan kembali ke waktu ke massa ia baru masuk kerja. Ia tak percaya hanya dengan waktu sebulan bisa naik jabatan hingga menjadi sekretaris padahal semula ia hanyalah bagian dari tim marketing, dan sama sekali tidak ada hubungan dengan jenjang kariernya itu.

Mina tersenyum seraya membereskan berkas berkas yang sudah tak di perlukan lagi,mengumpulkannya menjadi satu tumpukan rapi dengan cover.

"Sekertaris min, adakah yang perlu saya kerjakan lagi? Kebetulan hari ini tak ada jadwal meeting" kata lili dengan wajah antusiasnya .

"Bisa kamu kasih berkas ini ke tim perencanaan? Sekalian tolong koreksi laporan untuk sore ini ya " balas Mina sembari memberi  berkas2nya.

"Oke.Baik" kata Lili seraya mengambil berkasnya dan berlalu pergi.

***

Tama masih saja memutar otak mencari cara bagaimana ia bisa membuat Mina agar tak jadi keluar.
Ia benar benar tak paham dengan dirinya sendiri juga perasaan nya kini. Rasa takut kehilangan bercampur sedih karena akan  ditinggal oleh sekretarisnya .

Dilihatnya dari jauh Mina lewat jendela ruangannya. dengan gusar Tama menekan tombol panggilan pada Mina agar segera menemuinya.

"Apakah ada yang bapak perlukan? " Kata Mina ketika ia sudah tepat berdiri di hadapan meja Tama.

"Sekertaris min, hari ini adakah pertemuan makan siang di jadwal ku?" Tanya Tama santai

"Ada pak, dengan Pak Yuditomo untuk membahas proyek Minggu depan" jawab mina

" Bisa tolong tunda dulu untuk siang ini? Saya harus makan siang dengan orang lain hari ini" kata Tama sembari menatap Mina

" Baik pak "

Mina pun kembali ke meja kerjanya seraya mengatur ulang jadwal bosnya itu.

Satu meja Private outdoor sudah di pesan Tama sebelumnya , dengan berbagai macam makanan yang sudah ia pesan juga.
Ia mengcancel semuanya karena hari ini ia ingin makan siang dengan Mina.

***

Cuaca yang sangat cerah mendukung sekali dengan suasana yang sedang dialami Mina dan tama kini, Mina duduk tepat dihadapan Tama dengan heran. Tidak biasanya bosnya mengajaknya makan siang.

Suara gemericik air di kolam dekat mejanya pun membuat nyaman.

"Kamu tahu kenapa saya mengcancel semua jadwal makan siang saya hari ini?" Tanya Tama seraya mengambil ikan di hadapannya yang lalu menyimpannya pada piring Mina.

"Jujur saya tak tahu pak" jawab mina dengan agak sedikit canggung

"Karena saya ingin berbicara serius dengan kamu sekertaris min"

Tama melepaskan garpu dan pisau makan pada tangannya , lalu menatap Mina lekat lekat .

" Mungkin ini terdengar gila, tapi sejujurnya saya menyukai kamu" kata Tama

Hening

Kata kata yang terlontar oleh Tama seakan mengapung di udara .

Mina sontak kaget bercampur bingung , bagaimana ia harus menghadapi situasi ini . Canggung sungguh canggung !!.

Mina menelan ludah
"Maksud bapak apa ya? Suka kenapa?" Terdengar bodoh namun itu kata kata yang keluar dari mulut Mina.

Dengan santai Tama mengambil kembali garpu dan menyantap makanan yang ada di hadapannya .

" Aku rasa kamu sudah cukup mengerti tentang arti 'suka' yang aku ungkapkan tadi" Tama menatap kembali Mina .

Masih tak mendapat jawaban Tama lantas berdiri dan menghampiri Minadengan kursi yang ia pindahkan lalu duduk di sana .

" Sekertaris min , sebenernya saya menyukai kamu bukan karena hasil pekerjaan kamu, tapi saya menyukai kamu karena semua hal yang berkaitan dengan mu"

Mina masih tercengang dengan perlakuan bosnya , jantungnya seakan mulai berdebar tak karuan ketika aroma parfum Tama tercium dari dekat , dan dengan jarak yang sebegitu dekat ia juga bisa melihat dengan jelas rahang kiri wajahnya yang terlihat tegas .

Tanpa sengaja Mina menelan salivanya mencoba menenangkan diri dan mengatur perasaannya sebiasa mungkin.

"Sejak kapan bapak mulai menyukai saya?"

"Sejak sebulan kamu bekerja dengan saya " kata Tama







SECRETARY LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang