Menjaga pandangan

90 4 0
                                        

Zaman modern ini, masyarakat tak peduli berapa pun usianya berbondong-bondong mempercantik paras mereka.

Tak peduli berapa pun biayanya, rasa gengsi dan kebelet tenar menguasai akal pikiran mereka.

Belum puas diri, mereka juga memotret wajah mereka, ada juga yang ditambah filter pencerah, kemudian? Kemudian mereka bagikan di media sosial.

Apa yang mereka harapkan?
Simple saja, sejumlah LIKE di foto mereka. Selain like, mereka juga mengharapkan ini.

I'am a boy : you're so beautiful.

Cowok : cantik banget kak.

Cogan : cantiknya kakak.

Laki-laki : punya pacar nggak?

Cowok modus : kenalan dong.

Dan yang berhijab ada juga.

Penipu : nikah yuk ukhti.

Ikhwan KW : bidadari surgaku.

Modus doang : izinkan aku menjadi pelengkap hidupmu ukhti.

Tukang ngayal : adem wajahku liat kamu ukhti.

Semua wanita pun akhirnya senang mendapat komentar seperti itu, apalagi cowok-cowok modus yang komen-komen itu tuh!

Padahal kan udah dijelasin dalam Al-qur'an.

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman. Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu lebih baik bagi mereka. Sungguh, Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat.
(QS. An-Nur : 30)

Tapi juga tak boleh langsung menuding kaum Adam, nyatanya justru kita yang membuat mereka sulit menundukkan pandangan, karena wanita adalah kelemahan bagi seluruh kaum Adam di muka bumi ini.

Wanita ibarat perhiasan yang berkilauan, semakin dipoles, semakin bertambah kilaunya. Tak ada yang membenci kilau berlian. Itulah sebabnya mengapa laki-laki akan sulit memalingkan pandangan kalau sudah melihat wanita cantik.

Bicara tentang menjaga pandangan, ternyata masih banyak masyarakat yang salah memahami hal ini.

Menundukkan pandangan, bukan berarti berjalan sambil menunduk sampai nabrak tembok.

Juga bukan melihat ke arah lain saat berbicara dengan lawan jenis.

Juga bukan berarti saat berpapasan, kita cuek bebek ke setiap lelaki. Bukan seperti itu ya shalihat.

Untuk lebih jelasnya, simak dialog berikut.

***

Liza dan Intan pergi menghadiri sebuah acara yang berspanduk KAJIAN KHUSUS AKHWAT.

Liza : hoaaammhhh~

Intan : pst..kalo nguap ditutup dong Za!

Liza : ngantuk Ntan, nggak ada mas-mas ganteng.

Intan : makanya kalo berangkat kajian niatnya diatur dulu, jangan mikir mas-mas ganteng mulu.

Liza : tau gini, mending aku dirumah aja nonton D*r**m*n.

Intan : udah...nikmatin aja...

Setelah acara selesai.

Intan : bagus kan pembahasan ustadzahnya?

Liza : bagus sih! Tapi ngomong-ngomong kenapa jama'ah nya cewek semua ya?

Intan : kamu nggak baca spanduknya.

Liza : eh? ( loading .....) oalah! Yang itu ya! Aku nggak sadar! Soalnya fokus nyari cogannya, eh bukan! Fokus tausiah nya, hehehe.

Intan : aku cubit nih...

Beberapa langkah mereka berjalan.

Fulan : afwan permisi...

Intan dan Liza : (menoleh)

Fulan : ini Hp-nya ukhti kah? Tadi saya nemu jatuh nggak jauh dari kalian.

Intan : Hp-ku masih didalam tas tuh.

Liza : jangan-jangan punyaku. (Ngecek saku) nah beneran! Hp-ku nggak ada di saku.

Intan : kebiasaan (sambil geleng-geleng)

Fulan : (menyodorkan hp-nya) lain kali hati-hati ya.

Liza : iya, makasih ya.

Fulan : kalau begitu saya permisi, assalamualaikum.

Intan dan Liza : waalaikumsalam.

Liza : (melirik si Fulan sampai bayangnya menghilang)

Intan : udah, balik yuk, jangan diliatin terus sampai hilang.

Liza : dia ganteng banget kan Ntan, moga bisa ketemu lagi. Udah jujur, ganteng, baik lagi. Aaahhh!!! Kenapa aku lupa tanya namanya tadi!

Intan : Liza!! Istighfar Liza! Zina hati itu!

Liza : mas ganteng ~ mas ganteng ~

Intan : ( guncang-guncang tubuh Liza) Liza ayo balik! Gue anterin ruqyah!

***

Agak alay ya, contoh dialog-nya, yaaah... Ambil hikmahnya aja deh.

Menundukkan pandangan itu ketika berpapasan kita dag dig dug. Teman laki-laki kita menyapa, apa salahnya untuk membalas? Apalagi kalau dia kasih salam, masa iya kita abaikan?

Kalau kalian bertanya, kenapa harus ada istilah menjaga pandangan diantara 'kita'?

Alasannya mudah saja.
Perempuan itu baperan dan kelemahan laki-laki adalah permepuan.

Jadi, urutannya gini nih.

Mereka saling pandang ala sinetron >> si wanita malu-malu dan ge-er >> dimata lelaki, sikap malu-malu itu membuatnya tersipu, karena wajah si wanita makin imut di mata laki-lakinya.

Jadi, mohon saling memahami ya sob!
Wanita dijaga pandangannya begitu juga laki-laki.

Ya! Sekian saja.
Assalamualaikum

Muslimah kerenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang