4. Bareng abang

28 6 0
                                    

                       Happy reading

Minggu.
Hari untuk bersantai santai dengan keluarga, sahabat...
Hari dimana liburnya aktifitas belajar kita, terkecuali orang yang rajin hehe kaya gue

Contohnya saja, seorang gadis yang tengah tertidur pulas dengan posisi tidak elitnya itu terlihat tidak terganggu sama sekali oleh cahaya sinar matahari yang masuk lewat jendela kamarnya yang telah dibuka oleh sang abang tercintah

Abang laknat.

Niko sengaja melarang bundanya untuk membangunkan sang adik tercinta, karena dirinya sendiri yang akan membangunkannya dengan caranya sendiri

"dosa apa gue punya adik perempuan ngebo mulu"

"gue siram aja kali ya, ah engga kasian dikira taneman kali"

"gue injek aja idungnya, biar mancungan gue,mantul"

"gue bakar aja kamarnya, bisa mati gue"

Niko mendekati kasur adiknya dan duduk di pinggir. Meneliti wajah polos adiknya yang tengah tertidur dengan tenang tanpa adanya gangguan apapun

Jadi tidak tega ngerjainnya.

Sebuah ide jail terlintas dibenaknya. Tanpa menunggu lama lagi niko segera membangunkan adiknya dengan cara menyubit pipi adiknya dengan tangan kanan. Sedangkan tangan kirinya menutup kedua mata sang adik

"de, bangun udah siang"

Lenguhan kecil terdengar dari mulut nayla yang tengah mencoba mencari kesadarannya

"dek"

Sepertinya dia sudah bangun, namun...

"WAHHHHH BUNDAAAAAAAA, GELAAAAPPPPPPP ABANGGGGG"

Nafas nayla terengah engah sampai sampai tidak menyadari bahwa tangan kakaknya yang membuat pandangan matanya gelap

Niko tertawa kencang sampai memegangi perutnya melihat wajah adiknya yang sudah memerah

Ceklek

Lihatlah, kedua orang tua mereka terlihat khawatir mendengar putrinya berteriak.

Sepertinya bunda sandra tidak memerhatikan kondisi, dia lupa tidak menyimpan dulu spatulanya dan memakai celemek yang sudah tidak rapih jika dilihat lihat. Betapa khawatirnya sang bunda.

Berbeda dengan ayah jodi, dia terlihat santai dengan mata yang melotot terhadap putranya yang sedang cengengesan. Dia sangat tau kelakuan putranya yang sering menjaili adiknya, makanya dia bersikap santai. Jika bukan istrinya yang menarik dirinya ketika sedang membaca koran, dia tidak akan disini, mending santai santai dibawah. -_

"aduh nayla, kamu kenapa teriak teriak"
Ucap bundanya khawatir tidak lupa dengan spatula ditangannya

Nayla menunjuk niko yang sedang cengengesan, dan mengadukannya tentang kejailan tadi

"kamu niko udah gede masih aja jailin adiknya"
Ucap bunda sandra sambil menarik telinga niko

"aduh bun ampun"
Ucap niko smbil meringis sakit, kuat juga tenaga super mom

"makanya jadi abang jangan jail, contoh ayah nih"
Sahut ayahnya sambil bergaya angkuh

Dengan tangan sebelahnya sandra menarik telinga suaminya, geram dengan tingkah suaminya yang di pikir pikir tidak ada bedanya dengan niko

Nayla tertawa ngakak melihat abang dan ayahnya yang terlihat tersiksa oleh perbuatan bundanya

Rasain lo abang laknat.

Just a glance [ Hiatus ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang