Akhirnya mereka semua berpisah,sedangkan leo dan ana pun pulang bersama karena mereka searah,setelah itu keheningan terjadi antara mereka berdua,akhirnya leo mengangkat suara untuk memecahkan keheningan diantara mereka
"emm...ana apa kau lapar" tanya leon
"enggak,soalnya tadi baru beli roti sama nisya dan kinan"sambung ana
"ohh...padahal mau ngajak makan bakso yang ada didekat rumah ana" kata leon
"ahh...aturan bilang belum ,biar bisa sama leon.ahhh....sial"(ucap ana dalam hati)
"ohhh...ya udah kapan kapan aja deh"kata ana
Keheningan mereka pun kembali lagi sampai akhirnya mereka berpisah lagi ,karena ana sudah sampai di gang rumahnya sedangkan leo harus berjalan sedikit lagi.
"aku diluan ya leon"kata ana sambil melambaykan tanganya kepada leon
"ohhh,iya hati hati ya"sambung leon sambil balik melambaykan tanganya kepada ana
Ana pun sampai dirumahnya,yah....seperti biasa ana sendirian lagi kalau pulang sekolah.Ana juga harus membersihkan rumahnya lagi walau memang gak terlalu berantakan.
Ana pun mengganti pakaian terlebih dahulu sebelum merapikan rumahnya.Disela ia mengganti pakaian iya melihat seseorang dibalik kaca yang ada dikamarnya.
Sontak itu membuat ana terkejut,ia beberapa kali menampar pipinya yang gembul itu.ia pun mendekati kaca itu dengan cepat,dan beberapa kali melihat kebelakang karena bayangan yang ada dicermin itu.
Akhirnya hantu nenek tua itu bertatapan dengan ana.itu membuat ana semakin takut,entah apa yang terjadi padanya sehingga ia sulit untuk berlari.Tubuh ana pun berkeringat sangat banyak.
Tiba tiba saja hantu orang tua itu mendekati ana,seperti ada yang ingin disampaikan kepada ana.tapi hantu tersebut tiba tiba hilang karena kucing hitam yang dirumah ana datang dan mengeong ke arah ana.
Seketika itu nana langsung cepat memakai baju hari harinya.ia langsung lari keluar dengan cepat.
"ya ampun..... Ya ampun,itu tadi apa,dia seram banget." ucap ana dalam hatinya
Tubuh ana bergetar,dia akhirnya duduk di teras rumah fani,ia ingin sekali bercerita sama fani dengan kejadian tadi tapi sayangnya fani belum pulang dari sekolahnya.
Ana pun hanya bisa bertanya pada dirinya sendiri ,entah apa yang dibayangkan ana saat ini.ia ingin berteriak karena ketakutan nya saat ini .tapi itu tak bisa ia lakukan,karena tidak mungkin ia berteriak didepan rumah orang,walaupun itu tetangganya.
Ana pun hanya mampu berdiam diri di situ,tanpa berani masuk kedalam rumahnya sampai akhirnya sore pun tiba,akhirnya fani pulang dari sekolahnya,fani nampak letih sampai ana akhirnya ana enggan untuk langsung bercerita dengan fani.seperti yang diperkirakan ana,fani langsung tertidur di ruang tamu rumahnya.
Akhirnya ana pun berdoa sebelum masuk kerumahnya,dia takut hantu nenek tua itu akan datang lagi.
Dengan kaki terbatah batah ia menggambil handphone yang ada dikamarnya dan langsung memasang lagu lagu ceria,supaya ana tidak ketakutan lagi,dia langsung mandi,tanpa membersihkan terlebih dahulu rumahnya.Tak lama setelahnya ,satu per satu keluarganya datang mulai dari kakak nya,saat itu ana langsung sedikit merasa tenang,ana ingin sekali bercerita tentang apa yang terjadi padanya,tapi dia enggan untuk memberitahunya,atas kejadian yang pernah terjadi diantara mereka di masa lalu.
Tak lama kemudian mama Ana pulang.Dan melihat keadaan rumah berantakan seketika mama Ana murka kepada ana.
"Ana....."panggil mama Ana dengan nada tinggi
"iya mah....bentar"saut Ana dan segera menghampiri Mama nya.
"Rumah kenapa masih berantakan,apa yang dari tadi kamu kerjain dirumah.main handphone terus"bentak mama Ana pada Ana
"maaf ma,tadi Ana benar benar takut dirumah sendirian.tadi ana ada lihat hantu nenek tua dikaca yang dikamar ana"kata ana dengan terbatah batah
"hantu, hantu,hantu.mana ada hantu siang gini.mau ngelawak kau ya...
Lagian gak akan ada hantu yang mau ngdekati kamu,kau itu kan jelek."kata mama Ana dengan sinis nya"mama,ana beneran dan ana lagi gak ngelawak.Ana serius mah"ucap Ana dengan tegas
"terserah kamu deh...sekarang kamu bersihin aja tuh rumah sampe bersih,mama mau mandi dulu"kata mama Ana sambil melangkah kekamar mandi.
"mahh.. Suruh kak vita juga dong bantuin aku,biar cepat selesai"kata Ana dengan penuh harapan
"gak boleh...kakak kamu itu lagi capek gak boleh diganggu.bersihin aja sendiri rumah ini"Kata mama Ana dengan tegas sambil memberhentikan langkahnya.
"tapi mahh...."ucap Ana
"gak ada tapi tapian.sekarang bersihin"kata m Ana
"mah...tolong dong,sekali kali ,jangan beda bedain aku sama kakak atau pun abang.mereka selalu dapat perhatian lebih dari mama,sedangkan Ana selalu mama campakkan,seakan Ana ini gak anak mama."kata Ana dengan kesal.
"ya udah sih...bersihin aja tuh rumah.susah banget sih disuruh, terus aja melawan sama mama" bentak mama Ana.
"bukan gitu mah...Ana hanya mau dapat perhatian sedikit aja dari mama,Ana hanya mau dianggap sama kayak kakak sama abang.Ana juga seorang manusia yang punya rasa cemburu mah....,kalau Ana dibeda bedain sama saudara ana sendiri" bentak Ana sambil menahan air matanya yang hampir turun.
Air matanya pun turun saat mama nya Ana menampar Ana
"praak" bunyi suara tamparan keras yang melayang ke pipi ana yang gembul.
Disaat itu abang ana pulang dari kampusnya dan melihat apa yang terjadi pada Ana dan mama nya.
Abang Ana yaitu tepatnya rafael.Dia sebenarnya kasian melihat ana tapi dia enggan ikut campur ,karena telah berurusan dengan mama killer itu.Didalam rumah itu Ana dengan abangnya rafael memang tidak menyukai seorang mama yang terlalu angkuh dan memaksakan kehendaknya.
Sedangkan Ana langsung masuk kekamarnya dan membanting pintu kamarnya,dia sebenarnya ingin pergi keluar tapi ia tidak mau dilihat orang orang bahwa kini ia tengah menangis.
Sekian dulu dari cerita saya,semoga teman teman mau memberi vote dan koment
Salam saya Riana sihombing😍😍😍😘😘

KAMU SEDANG MEMBACA
Unseen Power
FantasySemua orang pasti ada kekuatan yang tersimpan dalam dirinya,dan dimana orang yang tahu kekuatan ya akan mengembangkan kekuatan mereka masing masing.sedangkan Ana adalah orang yang memiliki kekuatan yang sangat besar,tapi sayang nya dia tidak tahu a...