Dan jika semua dialog tentang cinta benar-benar bisa ku terjemahkan kedalam bahasa kerinduan, makan air mata yang akan menjadi tintanya.
Adalah musim ini, musim terpanjang yang begitu dingin, dimana waktu seakan berhenti berputar, Dimana langit seolah mengucap perpisahan pada daun terakhir yang terbang tertiup angin. Aku tak pernah tau sebarapa dalam luka itu hingga saat kulihat seseorang tengah duduk disebuah kursi tua memegang setumpuk kertas buram, mengejanya kata per kata lalu menagis. Aku tertegun dan hendak bertanya Saat semakin jelas kulihat, itu Aku.
Jika ini cinta maka ia tidak lebih dari setumpuk surat tanpa alamat, seperti aku kini yang hanya selembar kertas tanpa puisi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan sebuah perpisahan
PoesíaAdakah yang lebih menyakitkan dari sebuah perpisahan?
