5. 11:11 [Kim Yongsun]

311 26 15
                                        

Hari Senin pun tiba. Waktunya kembali beraktivitas. Kim Yongsun yang lagi terkena monday blues bingung ketika semua orang di kantor tiba-tiba jadi baik dan super ramah banget sama dia. Iya, semua orang di kantor, termasuk satpam sampai mas-mas cleaning service pun menyapanya riang, bahkan sampai memberikan semangat padanya. Yongsun yang bingung cuma bisa tersenyum dan tertawa sekenanya meski dia enggak paham apa yang sebenarnya terjadi.

Yongsun baru saja meletakkan tasnya di atas meja kerja saat tiba-tiba Park Chorong, rekan kerja sekaligus teman dekatnya dari departemen sebelah, muncul dan menarik tangan Yongsun, mengajaknya ke kamar mandi cewek. Yongsun yang masih kebingungan cuma bisa nurut aja.

"Chorong, Apaan sih kok—"

"Are you okay?" Chorong memotong ucapan Yongsun. Wajahnya kelihatan cemas. "Gue udah denger semuanya. Bener-bener deh ya. Kelihatannya aja baik, tapi ternyata brengsek juga."

Yongsun mengerutkan dahinya, antara kaget dan bingung. Dia masih enggak paham sama apa yang sedang dibicarakan Chorong, tapi kaget juga temannya itu pagi-pagi udah berkata kotor.

"Oke, bentar deh," ucap Yongsun sambil mengangkat kedua tangannya, memberi isyarat agar Chorong tenang. "Lu lagi ngomongin apa sih? Siapa yang kelihatannya baik tapi ternyata brengsek?"

"Kok malah nanya siapa sih," Chorong sewot. "Ya siapa lagi kalo bukan Eric Nam. Bagus deh kalau lu mutusin dia. Cowok kayak gitu enggak worth it. Percaya deh. Lu udah ambil langkah yang bagus dengan mutusin dia. Dan tenang aja, gue yakin lu bakalan dapet cowok yang jauh lebih oke lagi daripada dia."

Oke. Sekarang Yongsun sudah mulai paham apa yang terjadi—kenapa tiba-tiba semua orang di kantor jadi super baik sama dia. Pasti kabar soal kandasnya hubungannya sama Eric sudah menyebar luas. Aneh sih. Soalnya Yongsun sama Eric putusnya hari Jumat nyaris tengah malem, tapi kayaknya pada hari Senin pagi seantero kantor udah tahu beritanya. Tapi rasanya ada yang sedikit janggal...

Lamunan singkat Yongsun buyar saat Chorong menggenggam kedua tangannya erat dan berkata sambil menatap lurus padanya. "Kalo lu butuh temen curhat atau bahu untuk menangis, I'll always be here for you. Pokoknya lu harus tetap semangat dan jangan terlalu mikirin semua ini. Oke?"

"Thanks. I appreciate it. I do," ucap Yongsun hati-hati sambil menarik tangannya dari genggaman Chorong. "Tapi gimana bisa lu dan semua penghuni kantor tahu kalau gue sama Eric putus?"

"Well... kemarin Sabtu malem rame dibicarain di grup chat kantor. Kalian berdua 'kan couple hits di kantor, makanya pada rame. Gue enggak tahu sumber awalnya siapa, tapi anak-anak bilang lu sama Eric putus gara-gara dia selingkuh sama cewek lain padahal kalian udah mau nyiapin lamaran," jelas Chorong. "Pas ditanyain langsung ke Eric pun dia langsung membenarkan. Bilangnya dia selingkuh, terus elu marah dan mutusin dia."

Yongsun tercengang. Pantesan aja ada yang aneh. Maksudnya, yah yang namanya pasangan putus wajar kan. Tapi mendadak semua orang mengasihani Yongsun banget. Itu yang enggak wajar. Ternyata berita yang tersebar melenceng dari fakta yang ada. Dan bukannya meluruskan, Eric malah mengonfirmasi. Aneh 'kan.

Jadi... Eric sama Yongsun ini sudah tiga tahun pacaran dan bulan lalu mereka berdua sepakat untuk membawa hubungan ke jenjang yang lebih serius. Orang tua Yongsun menyambut rencana itu dengan baik. Tapi tidak begitu dengan keluarga Eric. Dari dulu ibu Eric enggak tahu kenapa kurang suka banget sama Yongsun. Mulai dari gaya pakaian sampai kebiasaan Yongsun, semuanya dikomentarin dan pasti ada aja yang menurutnya enggak sreg. Ya maklum sih. Eric berasal dari keluarga yang cukup terpandang sedangkan Yongsun dari keluarga yang biasa-biasa aja. Beda level lah. Mungkin itu yang bikin ibu Eric enggak suka putranya punya hubungan spesial sama Yongsun.

YellowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang