11. Saturday Night [Bae Joohyun]

372 39 17
                                        

Sebenernya belum genap dua minggu sejak Joohyun dan Bo Gum memutuskan untuk break sejenak, memikirkan ulang soal hubungan mereka. Tapi hari ini Joohyun mengajak Bo Gum untuk bertemu. Gadis cantik itu ingin memberitahukan keputusannya pada Bo Gum. Ya, Joohyun memutuskan untuk mengakhiri jalinan asmara delapan tahunnya dengan pria jangkung berwajah tampan itu.

Entahlah. Bukannya Joohyun sudah tidak mencintai Bo Gum - demi apapun, Joohyun masih sayang pada laki-laki yang sudah menemaninya sejak SMA itu. Mereka berdua pun sudah melewati banyak hal bersama selama delapan tahun ini, baik yang manis maupun yang pahit. Tentu saja tidak mungkin jika Joohyun tidak mencintainya. Tapi jika harus menikah dengan Bo Gum... tidak tahu kenapa tapi Joohyun tidak yakin.

Bo Gum adalah pria yang sangat baik. Tidak. Dia sempurna. Banyak perempuan yang rela melakukan apapun demi bisa bersama Bo Gum. Namun entah kenapa hati Joohyun selalu resah, memberontak, memprotes keras ketika Bo Gum hendak melamarnya. Selama ini Joohyun pikir mungkin dia hanya masih belum siap saja. Namun setelah merenung selama beberapa hari belakangan, Joohyun akhirnya tersadar. Bukan Bo Gum pria yang ingin ia jadikan pendamping hidup hingga tarikan nafas terakhirnya.

Beberapa hari terakhir Joohyun terus mencoba membujuk hatinya, menjelaskan dengan berbagai alasan logis kenapa ia tidak boleh melepaskan Bo Gum. Alasan pertama, karena Joohyun masih mencintainya. Dan alasan kedua, di mana lagi Joohyun bisa menemukan laki-laki yang luar biasa baik hati serta sabar menemaninya dalam keadaan apapun seperti Bo Gum. Namun hatinya bergeming, tetap pada pendiriannya bahwa bukan Bo Gum laki-laki yang benar-benar ia inginkan. Pada akhirnya Joohyun pun menyerah. Hatinya yang paling tahu apa yang ia inginkan. Joohyun sudah tidak mau melawannya lagi.

Ibaratnya, Bo Gum merupakan sebuah kunci yang indah, berlapiskan emas, bertahtakan berlian yang berkilauan. Meski begitu, tidak berarti kunci tersebut bisa membuka semua pintu yang ada di dunia ini. Mungkin Bo Gum bisa membuka beberapa pintu di hati Joohyun. Tapi seberapapun sempurnanya Bo gum di mata banyak orang, pada akhirnya dia tidak bisa memasuki pintu terakhir di hati terdalam Joohyun.

Tentu saja ini bukanlah keputusan yang mudah untuk Joohyun. Ia ingin sekali menghabiskan beberapa waktu lagi untuk memikirkan ulang keputusannya ini. Tapi dia tidak mau bersikap egois. Bo Gum merupakan putra sulung di keluarganya. Kedua orang tuanya sudah lama ingin melihat Bo Gum menikah dan memiliki anak-anak yang lucu. Joohyun harus segera melepaskan Bo Gum, membiarkan pria itu melanjutkan hidup tanpanya jika ia memang tidak berencana untuk bersanding dengannya.

Saat ini Joohyun dan Bo Gum sedang berada di sebuah kafe yang terletak tak jauh dari perumahan Joohyun. Mereka duduk berhadapan dalam atmosfer yang terasa berat, terlebih setelah Joohyun mengungkapkan keputusannya ke Bo Gum.

"Maafin aku," ucap Joohyun lirih sambil menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Bo Gum.

Hening selama beberapa saat. Dan Joohyun sedikit terkejut saat Bo Gum menyentuh tangannya lembut. Gadis itu langsung mengangkat wajahnya. Pandangannya pun bertemu dengan Bo Gum yang saat ini tersenyum padanya. Tatapan Bo Gum begitu hangat. Senyumannya pun terlihat sangat manis, tulus dari hati terdalam.

"It's okay," ucap Bo Gum tenang. "Kalau memang itu keputusan kamu, aku bakalan menghargainya. Tidak ada gunanya mempertahankan hubungan secara sepihak. Dan untunglah kita bisa menyadarinya sebelum kita membawa hubungan ini terlalu jauh."

Benar-benar tipikal Bo Gum. Dia selalu hangat dan baik hati. Bahkan Joohyun sendiri tidak habis pikir kenapa ia melepaskan laki-laki sebaik Bo Gum. Joohyun menelan ludah pahit, berusaha menahan desakan air mata yang ingin segera mengalir bebas membasahi wajahnya.

"Aku jahat banget ya?" Joohyun tersenyum getir. "Aku selalu bikin kamu terluka, sakit hati, tapi pada akhirnya kamu selalu mikirin aku, menjaga perasaan aku. Aku bener-bener perempuan yang jahat banget."

YellowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang