tercyduk

504 54 4
                                        

"HINATA" Teriak toneri

Hinata menegang di tempat
Sasuke mendecih kesal
Toneri berlari ke arah hinata di ikuti sasori di belakangnya.

"Hinataaa kamu gak papa kan?! Ada yang sakit?! Mana yang sakit?! Kenapa kamu bisa pingsan tadi?!" Tanya toneri

Hinata melirik sasuke, sasuke memutar otaknya, lalu memberi hinata kode dengan mengedip ngedipkan matanya, hinata mengerutkan keningnya, sasuke kembali mengedip ngedipkan matanya sambil menaik turunkan alisnya.
Hinata mengerti sekarang hinata mengangguk kecil kepada sasuke.

"Arghh!!! Kepalaku!!" Teriak hinata tiba tiba. Membuat seluruh temannya menghampiri hinata begitu pula shikamaru.
Sasuke memecahkan kerumunan, menerobos barisan sahabat sahabatnya lalu dengan sigap menggendong hinata dan membawanya pergi.

"Kami pergi dulu!!" Teriak hinata dan sasuke bersamaan.

Tenori langsung mengejar sasuke, karna tak ingin berpisah dari hinata.
Sasori yang melihat toneri lari, spontan dirinya juga lari mengejar tonrei.
Sakura yang melihat kejadian tersebut, juga ikut berlari, ia tak mau kedua sepainya itu merusak moment sasuhina.
Ino yang mengerti maksud dari sakura juga ikut berlari mengejar sahabatnya.
Naruto dan sai saling berpandangan sekilas, lalu berlari mengejar kekasihnya.
Shikamaru? Ia cuek aja, melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda.

"Sasuke-kuuun!!! Cepaat!! Mereka mengejar kitaaa" jerit hinata frustasi.

Sasuke yang sebenarnya sudah ngos ngosan menggendong hinata sambil berlali. Mau tak mau dirinya harus kembali memutar otaknya. Sasuke berlari ke arah parkiran, mendudukkan hinata di motor sport nya, lalu tanpa babibu. Sasuke mulai mengendarai motornya dan berlalu pergi menjauh.

Keduanya sama sama tertawa bahagia, karna berhasil kabur dari kejaran sahabat sahabatnya juga kedua senpainya.

Hinata mengeratkan pelukannya di perut sasuke, sambil menyenderkan kepalanya di punggung sasuke. Nyaman, sangat sangat nyaman rasanya.

Sasuke memarkirkan motornya di depan mension Hyuuga.
Hinata tersenyum senang, lalu menggandeng tangan sasuke. Hinata melirik jam tangannya. Bagus!! Hinata yakin saat ini pasti rumahnya hanya tersisa sang bunda. Nii-san nya masih kuliah. Sedangkan ayah pasti lagi di perusahaan. Sempurna!!

Hinata membuka pintu depan mansionnya tanpa melepaskan gandengan tangannya.

"BUNDAA!!! AKU PULAANG!!" Teriak hinata

"Berasama calon menantumu hahaha" cicit hinata.
Sasuke tersenyum kecil melihat tingkah hinata

"Ekhem!!" Dehem seseorang

"Eh?!"

L.O.V.ETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang