Di SMA GARUDA...
Tepatnya di kelas XI Ips mereka tuh emang di kenal rusuh tapi sebenarnya mereka baik.. Tapi ya lebih rusuh Anak NUSANTARA lah. Witan sedang duduk di depan kelas sambil memegang sapu yang ia gunakan sebagai gitar , saghara sudah siap dengan penggaris besi yang di gunakan sebagai stik drum ada juga yang heboh dengan gaya mereka masing masing. Sebelum bernyanyi witan meneriaki teman-temannya.
"Woi penghuni kelas XI siap siap kalian dengar suara gue yang lengkingannya bisa bikin siput di telinga lu pada pindah rumah jadi di harapakan kalian untuk menutup telinga atau lebih baiknya gunakan lah headset yang kalian bawa" ucap Witan.
Baru hendak berteriak menyanyikan lagu tanpa di duga pintu kelas di dorong keras dari luar oleh Firza alhasil witan jatuh tersungkur dan meringis kesakitan. Yang mndorong pintu hanya melihat witan dengan tatapan tidak berdosa.
"Njirr sakit za" ucap witan sambil berusaha berdiri.
"Makanya jan banyak tingkah petakilan banget jadi cowok" ucap firza sambil membantu witan berdiri.
"sepi bro kagak ada hiburan , ya udah mending nyanyi. Eh tapi gue belum nyanyi lu udah bikin gue nyungsep" ucap witan yang kini sudah duduk di bangkunya.
"Tau nih Pirja , bisanya ngusik hidup orang aja" ucap Saghara.
"Apa salah hamba ya Allah , sehingga hamba jadi tersangka dalam kejadian ini" ucap Firza.
Mendengar ucapan firza teman-temannya hanya tertawa mendengar ucapan Firza.
"Ya Allah nama hamba juga Firza ya Allah bukan Pirja" ucap Firza lagi sambil meninggalkan kelas.
"Ealah teman siapa tuh" ucap Abi
"Bukan teman gue" ucap Rafli
"Sama" balas saghara
Mendengar ucapan Rafli dab Saghara , Witan dan Abi hanya bisa saling tatap.
Tiba-tiba datang Asnawi dari arah luar kelas menuju ke dalam kelas sambil berteriak.
"WOY DI SURUH PAK BAYU KUMPUL DI LAPANGAN" Ucap Asnawi
"Pak Bayu mana?" tanya Witan
"Guru BK" ucap Asnawi lagi.
"Mau ngapain juga , ini panas tau liat tuh jam 11:30" ucap abi sambil menunjuk jam dinding yang ada di atas papan tulis.
"YA GUE KAGAK TAO" ucap Asnawi meninggalkan teman-temannya di kelas.
"Mau ngapain sih , kenapa kalau mau pengumuman gak dari tadi pagi aja sih. Mesti nunggu siang kan Panas" ucap Saghara sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Itulah" ucap Abi dan Witan Bersamaan.
"Firza kemana lagi" ucap Rafli
"Udah di lapangan mungkin , Tadikan dia keluar gegara dia jengkel ama kita" Balas Witan.
"Mungkin kali ya" ucap Rafli
"Udah yuk kelapangan aja dari pada nanti Pak Bayu marah , habis riwayat kita" ajak saghara sembari melangkahkan kakinya keluar kelas.
akhirnya mereka semua keluar dari dalam kelas dan langsung menuju lapangan.
Dilapangan sudah ada anak dari kelas X - XII ( anak bahasa , Ipa , Ips ).
"Kakak lama amat sih , liat tuh muka pak Bayu dah merah" ucap Rendy.
"suka suka kakak donk" ucap Witan sambil mencubit lengan Rendy.
"Njir.. Sakit kak" ucap Rendy sambil mengusap lengannya yang di cubit witan.
"rasain" ujar Witan sambil tertawa.
"Apa kah semua sudah lengkap di lapangan?" tanya Pak Bayu.
"Udah pak" ucap Siswa/i serempak.
"Kalian tau kenapa kalian bapak kumpulkan disini" tanya Pak Bayu.
"Mana kita tau pak , kan bapak belum ngasih tau kita" ucap Zico dengan lantang.
"Bukan temen gue" batin Rendy.
"Feb , ade lu itu" ucap David
"Bukan ade gue itu ya Allah" batin Febry.
"Zico" panggil pak Bayu
"Iya pak" jawab Zico santai.
"Kenapa kamu bisa menjawab seperti itu?" tanya pak Bayu.
"Tadikan bapak nanya kalian tau kenapa kalian saya kumpulkan di sini , ya sudah saya jawab gitu deh pak" jawab zico sambil menebar senyumannya yang semanis empedu.
"Terserah kamu nak , bapak tak peduli" ucap Pak Bayu pasrah.
"Astaga ade gue , bikin malu kakaknya aja" ucap Febry sambil ngelus dada.
"Ya sudah langsung to the point , kalian saya kumpulkan di sini karna saya akan mengadakan lomba memasak antar kelas jadi masing masing kelas mengirim 3 kelompok" ucap Pak Bayu.
"Maksud bapak , masing-masing jurusan ipa sendiri , ips juga ,ama bahasa juga?" tanya Ernando.
"Iya jadi total kelompoknya ada 9 , lombanya akan di adakan hari jum'at lusa , jadi ada waktu 2 hari untuk kalian belajar memasak." Ucap Pak Bayu.
"Hah 2 hari doank" batin Rendy.
"Ya sudah kalian boleh pulang , karna guru mau ada rapat" ucap Pak Bayu.
"yey.. " Sorak mereka semua serempak.
Akhirnya mereka semua bergegas meninggalkan lapangan dan pulang ke rumah masing-masing. Di perjalanan menuju parkiran Brylian tak sengaja menabrak kakak kelasnya yaitu Jihan.
Bruk...
"Aduh" ringis Jihan.
"Sorry kak , gak sengaja" ujar Brylian.
"Iya gpp" Balas Jihan sambil berdiri.
"Kak Jihan kan ya?" tanya Brylian.
"Iya dek , kakak jihan kamu siapa?" tanya jihan .
"Brylian kak" ucap Brylian.
"Anak kelas apa dek?" tanya Jihan lagi.
"Ips kak , kakak mau pulang? bareng aja yuk kak" ujar Brylian.
"Oh.. Nggak usah. Kakak udah di jemput pacar kakak kok" ucap Jihan.
"Kak Rian?" tanya Brylian.
"Iya" balas Jihan.
Tak lama datang Rian menggunakan motor Ninja Hitam kesayangannya.
"Tuh kakak dah di jemput, kakak duluan ya" uajr Jihan sambil berlalu meninggalkan Brylian..
Brylian hanya menantap belakang jihan yang kini sudah agak redup dan menjauh dari pandangannya.
"Ternyata bener kata Rendy sama Tino ,kak Jihan udah milik kak Rian" ujar Brylian sambil mengeluarkan motornya dari dalam parkiran dan berlalu meninggalkan halaman sekolah tercinta nya.
Sesampainya di rumah.. ( Rumah Zico ).
"DEK" panggil Febry.
"Apa sih kak?" balas Zico.
"AWAS LAH KALAU PAK BAYU LAGI NANYA SERIUS DI DEPAN KAYA TADI KAMU JAWABNYA BERCANDA. KAKAK MALU ATUH DEK KALAU KAMU KAYA GITU , KAKAK NGGAK PERNAH NGAJARIN KAMU KURANG AJAR SAMA YANG LEBIH TUA , AYAH IBU JUGA DIDIK KAMU DARI KECIL BUAT JADI ANAK YANG PUNYA SOPAN SANTUN." Ujar Febry.
"Iya kak" balas Zico dengan mata yang berair.
"Lah kok jadi nangis? , jangan nangis atuh dek. Maaf kalau tadi ngomongnya ngegas itu juga kan demi kebaikan kamu" ujar febry sambil memeluk zico.
"Adek yang salah" ujar Zico.
"ya udah jangan di ulangin lagi ya" ucap Febry.
"Iya kak" balas Zico.
Maaf Typo bertebaran
