Stuck Is Sucks!

4 0 0
                                    

"ada masalah apa kau dengan kedua anak ini?" Tanyaku,

"oh... Ini budak mu?, Jaga mereka baik baik kalau perlu di rantai" jawab pemuda itu sambil meludah ke kaki ku,

"kau meludah dan mengenai sepatuku, betapa hebatnya dirimu!!!" Kataku sambil melotot,

pemuda itu merasa tertantang lalu meninju ku dengan tangan kanan mengarahkannya ke wajah ku. Untuk menunjukkan betapa kuatnya aku, aku menerima pukulannya tanpa bergeming sedikitpun, entah kenapa tangannya merasa sakit dan selagi dia lengah aku menendang kepalanya dengan sepatu yang sudah ia ludahi, dia langsung pusing,

"siapa kau kenapa wajahmu sangat keras?" Katanya terhuyung huyung,

"kau tidak perlu tau siapa aku" jawabku mengambil kerah pria itu dan menyodorkan nya ke 2 anak kucing,

"kalian ingin membalas dendam atau mau dilepaskan?" Tanyaku kepada 2 anak kucing itu,

"tolong maafkan dia saja" jawab mereka kompak sambil menundukkan kepala,

"baiklah jika mau kalian begitu" kataku,

"terimakasih tuan" kata mereka.

Tiba tiba saja seorang perempuan datang tapi mempunyai telinga anjing memeluk kedua anak kucing ini "maaf telah merepotkan mu tuan, aku tidak akan pernah lupa akan jasamu" kata telinga anjing tadi,

"sudahlah, ini sudah menjadi kewajibanku menolong seseorang yang kesusahan" jawabku,

"walaupun budak seperti kami?" Tambahnya,

"apa kalian budak?" Tanyaku kaget,

"yaa, ini adalah tanda kami budak" katanya sambil menunjuk borgol yang melilit lehernya, dan ternyata anak kucing itu juga punya,

"jadi pemilik mu dimana?" Tanyaku,

"pemilik ku sedang di rumah dan menanti kami" jawabnya,

"oh... Baiklah, aku pergi dulu hati hatilah di jalan" kataku sambil berjalan menjauh.

Keesokan harinya aku dipanggil oleh Jessie katanya ada wanita yang ingin menemuiku lalu aku melihat keluar jendela ternyata Rin sudahberdiri di depan pintu, aku langsung buru buru memakai jaket dan celana ku tak lupa juga mengambil tas ku.

"Nomura karena ini hari liburku maukah kau menemaniku berkeliling kota?" tanyanya formal,

"Baiklah, tapi jangan terlalu formal ya dan apa kau tau tempat pembuatan baju terdekat?" Jawabku,

"baiklah,ya aku tau, ayo langsung saja" ajak Rin,

"langsung apa nih?" Tanyaku meledek,

"ke tempat bajunya" jawab Rin bingung.

Belum sampai 5 langkah kami berjalan, aku melihat ada keramaian di taman "ayo kita lihat kerumunan itu" kataku sambil berlari, setelah sampai kami melihat 2 anak kucing dan anjing setengah manusia kemarin sedang di lempari batu,

tiba tiba ada yang berteriak "wahai pengikut ku marilah kalian beli batu suci ini untuk melempar para setengah manusia aneh ini",

"kurang ajar" kataku dalam hati,

"jam tangan cari majikannya dan pengikutnya" titahku,

tiba tiba Rin berlari untuk menghentikan nya dan melindungi mereka dengan sihir air pelindung miliknya.

Setelah melihat jam tanganku ada lingkaran merah sedang dan kecil, menurutku itu menandakan majikan dan pengikutnya, ternyata pengikutnya menjadi provokator dan majikannya hanya duduk manis di bawah pohon rindang.

My Fantasy PathWhere stories live. Discover now