FALZA

1.6K 52 5
                                    

"wakakaka" tawa Levin dan Saka pecah ke seluruh ruangan.

Levin menyeka air matanya "gue udah curiga dari jaman kita SMP, nah beneran ternyata"

"kenapa? apa yang lo tau? curiga sama siapa lo Vin?" belum sempat Falza menjawab, suara seseorang lebih dahulu menyela. Levin, Falza, dan Saka menoleh asal suara.

"jamkos? " tanya Levin.

"yaiyalah, lo aja disini"

"eh iyaya" Levin menggaruk rambutnya yang tak gatal.

" lo semua ngomongin apaan sih?" tanya Alka.

Falza menoleh pintu "pantes mereka denger omongan tadi" batin Falza.

"entar, gue nutup pintu" Falza beranjak dari duduknya.

"lo bakal ketawa Tar, sumpah ngakak nih cerita" cerita Saka masih tidak meredam tawanya. Ya, orang yang masuk ke dalam ruangan itu adalah Tara dengan Revan dan Alka di belakangnya.

semenjak pembuatan kelompok yang dibuat oleh pak Matho, keenam orang ini menjadi sahabat yang lengket tidak bisa dipisahkan, sampai-sampai mereka membuat ruangan khusus untuk mereka berenam di sekolah. kecuali Levin, saka, dan Falza yang memang sudah akrab dari SMP.

"cocok dah lo sama Aysi, sama-sama cerewet" ejek Falza dari pintu.

"halah, lo aja suka sama Billa, cuman Billanya belum suka" seka Saka lalu melanjutkan tawanya.

Revan yang ingin duduk di sofa, jatuh tersengkal ke depan saking tak percayanya
"hah? Billa musuh lo?" tanya Revan yang masih duduk dibawah, syok.

"bercanda lo lucu Ka, mana mungkin Falza suka sama Billa" ujar Tara santai sembari membantu Revan duduk di sofa.

"hehehe, yang dibilang Saka bener kok, gue sama Billa juga udah jadian, dan abis ini gue married sama dia, hebat kan gue" cengir Falza.

Tara yang membantu Revan berdiri, melepas pegangannya yang membuat Revan terbanting ke sofa.
"aduuh Tar, lo kira dong, gue manusia bukan barang, asal banting aja, untung sofa! " oceh Revan memegangi pantatnya.

"what the h*ll! yang bener lo? " tanya Tara tak menghiraukan Revan.

"yes, tenang aja lo semua pasti gue undang" cengir Falza lagi.

"hebat lo, sekalinya dapet gebetan langsung jadi calis" puji Alka.

"calis apaan? " tanya kelima lainnya serempak.

"calon istri pe'a, wakakaka" Alka tertawa terpingkal-pingkal di sofa.

Alka tertawa dan yang lainnya tetap melanjutkan pembicaraan mereka. lelucon Alka sangatlah garing.
"kok bisa sih? lo dijodohin? " terka Tara dan membuat semuanya terdiam tak terkecuali Alka.

Falza memukul punggung Tara
"lo bener plus peka 100%"

"awalnya sih gue pasrah mau dijodohin, gue juga nggak tau siapa perempuan itu. Tapi lo tau kan pas Billa dirawat di rumah sakit kan? " antusiasme Falza membuat kelima lainnya mengangguk.

"gue jaga dia selama dia dirawat sampai gue bantuin dia balik ke rumah. gue cerita kan? " kelima lainnya mengangguk lagi.

"nah sebelum itu, pas dua hari Billa dirawat, mamanya dateng sama ibu gue, aneh? gue mikirnya kenapa bisa ibu gue bareng sama nyokap Billa. nah dari itu gue tau kalau perempuan yang akan dijodohin sama gue itu Billa. sumpah gue seneng banget hari itu, tapi karena denger berita itu, Billa ngejauh terus sama gue, padahal sebelum itu, dia maniis banget, kaya gue ini penting, serasa pacar gitu" Falza mengambil air putih di depannya lalu meminumnya.

"lo sih cerita setengah-setengah dulu, jadi ngos-ngosan terakhir, hahahaha" tawa Saka.

"kalau gue cerita dari awal yang ada lo semua nanti ngecomblangin Billa ama gue, yang ada Billanya tambah ngejauh" terang Falza meletakkan gelas.

"okeoke, abis itu gue nyoba ngerayu Billa sampai akhirnya dia luluh sama gue, ya walaupun cuman pacaran 2 minggu, tapi kan langsung jadi istri, nggak sia-sia perjuangan gue" bangga Falza.

"auto poteq seluruh sekolah, kan seluruh siswi sekolah, ngidolain lo" goda Levin.

"oh iya, gue kepo kenapa pas kita bertiga kesini, Saka ketawa nggak jelas" tanya Tara masih penasaran.

"dia" tunjuk Saka ke Falza. "cinta bertepuk sebelah tangan dari SMP" pernyataan Saka membuat yang lainnya menoleh bersama lalu tertawa.

"lo nanti ngundang seluruh siswa?"

"cuman kerabat terdekat doang. untuk apa seluruh sekolah tau, gue belum kerja, apalagi syarat Billa cukup besar. dia bakal ngakuin gue suaminya kalau sudah selesai SMA, dan kita tidur pisah. oh iya satu lagi, di SMA kita masih musuh. bayangin, gue udah sah sebagai suaminya tapi nggak boleh ngerasain first night dan disekolah kita masih musuh"

(author males nyeritain Flashback pas Billa nyatain syarat, pokoknya abis mereka jadian oke, silahkan berimajinasi sendiri, aku sedang mode malas, memang malas sih:v)

"auto main solo" Revan tertawa diikuti lainnya.

"eh tapi dia tetep ngakuin lo pacarnya?" tanya Levin yang menvuat kelima kawannya menoleh.

"aduh! " Saka menendang kaki Levin.
"lo mah nggak mudeng, dia kan tetep jadi musuh, hahahaha"

"kasian lo ya, udah main solo, nggak dianggep suami lagi, tapi musuh" ejek Saka, tentunya semua kawannya tertawa terutama Falza yang sedang meratapi nasibnya.

--------------------------

nggak 3 bulan kan, alhamdulillah:)
#plaak

hari ini lagi semangat ngetik soalnya, jadinya aku mublish deh.. btw kenapa nggak kemarin kemarin?

sebenernya ini udah ada di draft dari kemarin-kemarin, tapi sebelum aku mublish, aku selalu baca ulang, dan setiap kali aku baca ulang aku nggak puas, jadi aku nunggu ada ide muncul, eh pas banget hari ini ide itu muncul, jadi deh aku publish, double lagi, hehe itung itung hari ini aku baiqq

baik apanya, mublish cerita 3 bulan sekali itu baik? ~Billa

btw kenapa aku males nyeritain flashback yang pasti membuat kalian mengamuk, karena yaa.... aku males
#plak

enggak enggak, itu dikarenakan ideku sudah buntu. niat nggak sih buat cerita? niat sih iya, cuman idenya nggak ngedukung, namanya juga cerita yang dibuat oleh mood seorang Jelita :v

oh iya, sebenarnya aku mublish double ini supaya 3 bulan kedepan aku santaiiii, hehehe
#plaak

okeoke nggak jadi, selow, tenang aja bakal update kok, ditunggu ajaa ya-,

Kolaborasi Hati (very slow update) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang