satu

6.2K 207 2
                                        

BILLA POV

"billa bangun udah pagi!" teriak mama dari seberang pintu.

aku melangkah lesu untuk membuka pintu, "iya ma kenapa?"

"sekarang jam berapa hah?" tanyanya sinis.

"sudah tau jam ...." aku melirik jam yang ada diatas kasurku, dan kulihat jarum pendeknya tepat jam 5 pagi.

sambil menepuk dahi, akupun memarahi mama "mama kenapa nggak bangunin billa daritadi, billa kan belum sholat subuh!!"

"daritadi mama udah teriak teriak, nggak denger juga!! makanya idupin alarmnya!!" teriaknya lebih keras dari suaraku sambil menjewer telingaku.

aku pun meminta ampun kepada mama dan dia tetap tidak menggubrisku.

"oke mama ampuni, tapi cepet sholat nanti kamu telat!" balas mama sembari melepas jewerannya di telingaku yang hampir mati rasa.

"iya iya ma, bawel banget! kalau mama ngoceh mulu, kapan billa sholatnya" ucapku tanpa menghiraukan mama dan langsung melenggang pergu ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.

setelah melaksanakan ibadah, aku langsung bergegas ke kamar mandi. sekitar 30 menit aku berada di kamar mandi. aku membuka pintu kamar mandi dan mengambil handuk di gantungan cucian.

setelah mengeringkan badan, aku mengambil seragam pramuka dan  memakainya. lalu memakai make up sederhana.

AUTHOR POV

"pagi ma, pa!" sapa billa ke orang tuanya.

"pagi billa" serempak orang tua billa menyapanya.

"billa kamu tau kan, mama kemarin ngomong tentang----" ucap wanita.

belum selesai wanita itu menyelesaikan kata katanya, Billa memotong pembicaraannya.

"perjodohan. mama pasti mau ngomong tentang perjodohan" ujar Billa tanpa menatap wanita itu. ya wanita itu adalah mamanya Billa, Aslani Rieke Pradipta.

Asla memendenguskan napasnya dan memulai cerita kembali "yah, memang mama mau ngomong itu. tapi kamu mau nggak mau, kamu harus mau nak, karena mama dulu pernah buat janji sama teman SMA mama untuk menjodohkan anak kita masing-masing saat berumur 17 tahun, kemarin kan mama sudah ngomong sama kamu".

kali ini seorang pria membuka suara. ya dia adalah Fadil Hendra Pradipta, pemilik DIPT CORP perusahaan terbesar setelah NARE GROUP.
"janji bukannya harus ditepati?"

"papa sama mama hanya mikirin diri sendiri. mama yang janji kenapa Billa yang jadi korban. Billa udah besar dan bisa memilih pasangan hidup Billa sendiri. " ujar billa lalu berdiri meninggalkan meja makan.

"Billa berangkat" Billa berkata tanpa berbalik ke kehadapan orang tuanya.

-------------------

Billa memarkirkan jazz kesayangannya di tempat parkir. hari ini dia datang lebih pagi dari biasanya. Alma dan Aysi yang datang bersama melihat Billa yang turun dari mobil lalu menghampirinya.

"eh Bil lo tumben dateng nggak telat?, biasanya jam 7 kurang 5 menit, sekarang masih jam setengah tujuh nih" tanya Alma keheranan sesekali melirik jam tangan pink kesayangannya.

"tau nih tumben aja, pasti lo ada apa-apa nih. cerita dong cerita" ujar Aysi heboh.

"nggak papa, adek gue ngeselin pas sarapan tadi. lo bedua pasti nungguin pacar lo kan, gue duluan ya ke kelas" Billa beralibi karena ia tidak ingin sahabat-sahabatnya tau ia akan dijodohkan. jika mereka tau, mereka pasti akan mengejeknya.
ia juga tau kalau Alma dan Aysi pasti menunggu Alka dan Tara. Billa berlalu meninggalkan Alma dan Aysi, sedangkan mereka berdua tak mau ambil pusing dan pergi mencari pacar mereka.

***

berjalan dilorong sembari memainkan hp, itulah Billa. ia tak mau pusing memikirkan ucapan Asla di ruang makan.

entah karena Billa terlalu fokus dengan smartphonenya atau dia tidak melihat jalan, ia tak sengaja menyenggol seseorang.

BRUUKKK

anehnya orang itu tersungkur ke lantai. Billa tersadar kalau orang itu, eh salah cowok itu jatuh.

"yaelah lebay banget sih pake acara jatoh, gue kan cuman nyenggol doang" ketus Billa.

"eh lo yang salah, kenapa lo yang marah-marah! nggak bantuin gue lagi!" balas cowok itu tak kalah ketus.

"ya lu nya aja jalan nggak ati ati.. yaudah deh karena gue pagi ini males debat ama cowok kek lu, gue bantuin" ujar Billa menjulurkan tangan kanannya ke cowok itu.

"nggak usah gue bisa sendiri!" cowok itu berdiri mengibas-ngibaskan bajunya yang tak kotor.

Billa menarik kembali tangannya
"songong banget sih lo, mau lo itu apasih Fal!!" gerutu Billa kepada musuhnya dari SD, dia adalah Falzabi Rafka Narendra.

"good banget pertanyaan lo, gue mau istirahat nanti lo nraktir gue. nggak ada tolakan!" Falza pergi melewati Billa.

-------------------------------------------

maaf kalo ceritanya nyampah plus garing. namanya juga pengalaman pertama, maklumi aja ya, hehe:)

kalau mau kasih saran jangan sungkan-sungkan komen ya(♡˙︶˙♡)

Kolaborasi Hati (very slow update) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang