sembilan

3.4K 124 3
                                    

'hati yang awalnya keras seperti batu, akan bisa luluh dengan sebuah perasaan.. yaitu Cinta!'

-------------------

Billa terperanjat dengan kata-kata Falza. dia hanya bisa terdiam.

"dia salah paham!"

"5 tahun yang lalu, pas gue nolongin lo, gue nggak sengaja kesandung batu, bukan keserempet motor" terang Billa kepadaFalza yang menunduk.

saat ini gantian Falza yang  membulatkan matanya.

"jadi gue selama ini, cuman salah paham!" ucap Falza dan dibalas anggukan pasti dari Billa.

"nggak apa lah, berkat kejadian itu gue suka ama lo" Bangga Falza terhadap dirinya.

Billa menoleh Falza dengan tatapan tajam.
"lo boleh suka ama gue, tapi jangan harap gue bisa suka ama lo!" ancam Billa lalu berdiri meninggalkan Falza yang masih beradu dengan otaknya.

"liat aja nanti!" Falza tersenyum sungging.

***

Billa masih berkecimbuk dengan pikirannya. dia masih memikirkan kejadian 5 tahun yang lalu saat dia menolong Falza.
"bodo banget tuh anak, salah paham sampe 5 tahun! bodo ah, dia juga nggak pernah nanya gue. ngapain gue mikirin dia!"

di sisi lain..

Falza masih termenung di kamarnya mengapa dia sangat cepat mengungkapkan perasaannya. dan Billa mengaku itu hanyalah sebuah kecerobohan.
"kayaknya gue ini jadi gila gara-gara tuh cewek! dia ngomong salah paham, kesandung batu. yang bener aja! jadi selama itu gue salah paham. eh tapi gue udah ngomong sejujurnya. nggak apalah, nanti gue akan buat dia jatuh cinta sama gue! tunggu aja nanti Bil"

-----------------

hari ini masuk sekolah seperti biasa. Billa sudah duduk dibangkunya dengan hp yang setia berada di genggaman tangannya dan headseat di telinga. hari ini dia datang lebih pagi dari biasanya, dia juga sampai melewatkan sarapan.

"Bil tumben dateng pagi, mana belum ada anak lagi. biasanya juga dateng agak telat, sekarang masih jam 6 lewat nih" sapa Rere yang mendatangi bangku Billa sambil menengok sekitarnya.

Billa menoleh lalu mengambil salah satu headseat di telinga kanannya.
"eh lo Re. nggak papa cuma kepengen aja"

Rere yang kebingungan dengan sikap Billa yang dingin langsung duduk di tempat Falza. dia melirik Billa sejenak lalu meletakkan tasnya dimeja.

"lo beda banget hari ini.. kalau ada masalah cerita napa ke gue"

"gue nggak beda, cuman perasaan lo kali" ketus Billa tak menengok sedikitpun ke Rere.

"PMS lo ya!" tebak Rere.

"nggak Re"

"yaudah deh, gue tau sekarang lo lagi butuh ketenangan dan kesendirian.. tapi kalau lo nggak bisa mendem lagi cerita ya ke gue, kita udah bersahabat dari SD lo Bil, gue udah tau sikap lo kalau lagi mendem sesuatu" ujar Rere menggait tasnya lalu meninggalkan Billa sendiri.

Billa menganggukan kepala, ya memang saat ini yang dia perlukan hanyalah ketenangan untuk menjernihkan fikiran.

saat ini menunjukkan jam 06.30, Erta, Fara, Aysi, dan Alma baru memasuki kelas. mereka terkejut dengan kehadiran Billa yang duduk di bangkunya sambil membaca buku pelajaran. karena menurut mereka itu pemandangan yang sangat langka. mereka pernah berada di situasi seperti ini, saat SMA kelas 1. mereka tau Billa hanya ingin menyendiri.

mereka berempat bergegas ke bangkunya masing-masing.

Fara menengok Billa sekilas lalu duduk ditempatnya.
"eh Re napa tuh Billa?" tanya Fara yang notabennya teman sebangku Rere.

"percuma lo tanya ke gue.. lo kayak nggak tau sifatnya Billa aja!" ujar Rere masih membaca buku.

"iyasih. Dia sekalinya dingin bakal dingin terus. sekalinya seneng kaya orang gila sumpah" ujar Fara yang dibalas anggukan Rere.

-----
-------

jam pelajaran pun dimulai. tetapi Falza belum menampakkan batang hidungnya. untungnya saat ini guru-guru sedang mengadakan rapat dadakan.

"kemana sih ayang bebeb Falza ini. nggak nongol-nongol, jangan-jangan dia sakit! oemji gue kudu gimana ini" ucap seorang gadis kepada gengnya dibelakang Billa.

"berisik amat sih! nanti dia juga bakal nongol" ketus Billa menengok ke belakang lalu menghadap ke bukunya kembali.

"sotoy lu Bil!" ucap gadis tersebut.

setelah Billa mengatakan itu, Falza tiba-tiba datang.

"tuhkan gue bilang juga apa" ketus Billa yang masih menghadap ke bukunya.

gadis itu menatap Billa dengan tatapan tak bersahabat.
"dasar sok tau!"

Falza berjalan dengan santai menuju bangkunya. gadis itupun langsung menghampiri Falza.

"eh ayang bebeb kok baru muncul sih. aku kan khawatir sama kamu, aku kira kamu sakit atau bolos." ucap gadis itu merangkul bahu Falza.

"cewek gatel" ketus Billa.

"syirik lo Bil!" ejek gadis itu yang tak lain adalah Cia ketua geng Princess ulala. dia sendiri menyebut dirinya incess Cia.

❄❄❄

hey yow ketemu lagi ama aku. udah sebulan aja ya aku nggak update, abisnya kuota selalu abis seketika gara-gara bias. mau mublisin cerita,rasanya males buka wattpad😅

oh ya aku mau kasih tau, kan abis ini aku kelas 9, kayaknya bakal jarang update, soalnya fokus ama tugas. (kelas 8 aja males apalagi kelas 9 muehehe:))
kan aku buat cerita ini hanya untuk mengisi waktu luang, tapi sekarang waktu luangku kepake buat nonton drakor ama bias😁 tapi tetep aku sempetin buat lanjutin kisah ini:)

eh btw, tinggal besok ya puasa:)
hore lusanya lebaran🙌.. aku juga lagi siap-siap nih, thr akan dibagikan sebentar lagi wehehehehe

sekali lagi selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat hari raya idul fitri😊😀 mohon maaf apabila author mengucapkan kata-kata yang kurang di hati pemirsa😇 minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin😊😇

Kolaborasi Hati (very slow update) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang