Saat Karel turun dari mobilnya lalu masuk kedalam rumah. Benar saja rumahnya sangat lah sunyi sepi hanya ada suara jam dinding, yang berbunyi membuat hatinya selalu saja merasakan kesakitan. Tak ada satu orang pun yang menemaninya di rumah semegah ini, lalu Karel menaiki tangga satu persatu. Kemudian membuka knop pintu, melepaskan tas ransel yang masih di punggung kecilnya. Karel merebahkan tubuhnya, ke ranjang tanpa di sengaja Karel menjatuhkan butiran air mata dipipi manisnya.
"Mamah apakah sangat sulit untuk merawat anakmu ini, aku hanyalah satu-satunya buah hati mamah. Aku butuh pelukan hangatmu, bahkan mamah tak sama sekali menyiapkan makanan buat Karel. Karel terkadang sedih sangat sedih melihat teman- teman Karel, bisa bercanda gurau dengan mamah nya, memperhatikan anaknya setiap saat. Selalu dibuatkan makanan bahkan mamah berbicara dengan Karel saja enggan. Apa yang membuat mamah jauh dari Karel. Karel juga ingin seperti mereka, dimanjakan oleh mamahnya, menyiapkan sarapan pagi, menyisir rambut Karel, memeluk tubuh Karel di saat terpuruk. Dan yang Karel inginkan saat ini. Mamah mencium Karel," ujar Karel lirih.
Karel menenggelamkan kepalanya, dan nangis sekeras-keras nya. Untuk meringankan beban dipikirannya yang setiap hari begitu saja.
Saat Karel sudah melepaskan beban nya, saat ini pula perut nya berbunyi diminta untuk memberi makan. Karel dengan langka yang gontai, menuruni tangga satu persatu Untuk menuju dapur di malam hari. Saat dia membuka lemari es hanya ada satu Roti coklat, Karel memandanginya lalu langsung melahap. Pada saat itu Karel menemukan suara pintu yang terbuka, dan menemukan sosok parubaya sangat cantik dengan memakai seragam kantornya.
"Mamah udah pulang, Karel laper jadi Karel nyari makanan malam-malam deh," Ucap Karel kemudian menatap mamah nya.
"Mamah cape!" Amanda Auren Alecia, berlalu begitu saja menuju kamar tidurnya.
Karel bergumam dengan setengah kepala tertunduk,
"Mah tenang yah Karel akan selalu mencintai Mamah. Dan menyayangi Mamah, walaupun Mamah mengabaikan Karel."
Karel menghempaskan nafas nya dengan kasar, dia selalu saja melihat Mamah tercintanya tidak ada waktu sedikitpun untuknya. Kemudian Karel kembali kearah kamar tidurnya, hari ini baginya sangatlah Melelahkan.
****
Malam sudah berlalu. Kini esok telah datang menerangi dunia, dengan ditemani matahari yang begitu cerah. Angin-angin yang menari, burung- burung berterbangan dengan indah.
Saat Karel sudah bangun, lalu pergi ke kamar mandi. Setelah selesai mandi Karel mengenakan seragam sekolah, mengikat rambutnya dan memberikan olesan bedak baby dan olesan liptint dibibirnya. Setelah sudah siap Karel menuruni tangga satu persatu, saat itu Karel menemukan mamah nya berada di ruang tamu. Dengan ditemani dokumen-dokumen kantornya.
"Mamah, Karel berangkat kesekolah dulu ya," Karel menyalim lengan Mamahnya.
Sang mamah tanpa menoleh sedikitpun ke arah Karel, "Ya hati-hati di jalan."
Karel pun langsung beranjak dari rumahnya, dia merasa canggung jika berlama-lama di dekat mamah nya.
Karel mengendarai mobilnya, menuju sekolah dengan hati tak karuan.
****
Setelah sampai di sekolahan nya. Karel memarkirkan mobil miliknya, dan berjalan menelusuri koridor untuk menuju kelasnya. Dengan langka yang sangat tidak bersemangat. Kepala tertunduk, tatapan mata kosong tanpa di sadari Karel. Gleo melihat Karel yang tidak semangat.
"Kenapa tuh cewek kacang goreng, ko dia gak ada semangat-semangat nya buat sekolah," ucap Gleo dengan suara pelan.
"Gue samperin ngga ya, liat dia kaya gitu gue kaga tega. Mending gue samperin, Tunggu deh ko gue tiba-tiba peduli sama cewek kacang goreng itu sih."
tanpa menunggu jawaban diri sendiri, Gleo menyamperi Karel dengan berlari cepat.
"Lu kenapa?" tanya Gleo menatap Karel tanpa ekspresi.
Kemudian Karel menatap Gleo. Lalu menundukan kepalanya kembali, Gleo bingung kenapa dengan Karel gak biasa nya diam gitu. Setiap ada Gleo pasti saja Karel mengganggunya, kini tidak membuat Gleo terheran-heran.
"Lu gak mau jawab? Yaudah gue balik," tanya Gleo.
Saat ingin pergi dari hadapan Karel. Namun dengan sigap Karel menarik lengan Gleo. lalu memeluknya, omaygat saat ini yang di rasakan Gleo jantung dia hampir saja jatuh. Baru kali ini ada cewek yang berani memeluknya magic sekali. Saat Gleo ingin melepaskan pelukan Karel, Karel malah mempererat pelukannya saat ini Karel hanya butuh sandaran itu yang Karel mau.
"Gue mohon jangan lepasin, gue butuh seseorang," ucap Karel menangis.
Dan Gleo tidak mengelak. Dia tidak ingin melihat wanita menangis, dan memohon padanya.
"Menangislah, jika ingin menangis," jawab Gleo dengan nada lembut.
Saat Karel sudah membaik. Kemudian melepaskan pelukannya kepada Gleo, Karel kembali tersenyum lalu menatap Gleo dengan ceria.
"Makasih ya, lu udah mau nurutin permintaan gue. Gue udah ceria lagi jadinya, dikasih peluk sama cowok ketus kaya lu. Tampan juga, gue udah nebak sih di balik sikap lu yang super jutek ketus itu. Ada kehangatan yang tersimpan," ungkap Karel.
Karel menatap tulus Gleo, yang membuatnya ingin memeluk Gleo kembali.
Gleo yang mendengar ucapan Karel. Tidak bisa apa-apa hanya diam dan menatap Karel, Gleo tahu bahwa Karel mengucapkan tanda terimakasih nya dengan tulus.
Dibalik drama Gleo dan Karel ada dua sosok tampan. Yang mengitip mereka, Revano Zay dan Melfi Alden. Mereka adalah sahabat Gleo Fareza, sejak Jamannya smp sampai sekarang. Revano memiliki kepribadian yang sangat memalukan dan konyol, sedangkan Melfi memilik kepribadian yang santai, dan gantle. Mereka satu kelas dengan Gleo jadi jangan heran jika mereka kemana-kemana selalu bersama.
"Wah anjay. Si Gleo baru kali ini gue liat dia dipeluk sama cewek cantik diam aja, apalagi dia the most wanted wah-wah gila...! gue harus adain syukuran nih. Kalau gak salah nama cewek nya Karelia anak Ips," ujar Revano dengan tepuk tangan, lalu tersenyum penuh kegembiraan.
"Brisik woi buaya kutil. Nanti ketahuan sama si Gleo kita bisa habis, oh iya kenapa lu liat Gleo seneng gitu?" tanya Melfi heran.
"Ya, iya gue seneng orang temen gue akhir nya normal. Gue kira dia ketularan si mimiperi, ternyata dia juga suka sama cewek," Revano dengan menaikan turun alisnya.
"Wah pinter juga lu, tumben otak lu berjalan dengan mulus," Melfi menoyor kepala Revano dengan sengaja Membuat Revona geram.
Wah Gleo, tumben tumbenan akur sama Karel. Biasanya dia selalu abaikan Karel wkwk gengsian dia yah guys, Next Cerita yah. 😊 Revano dan Melfi udah Muncul nih, next tokoh selanjutkan bakalan giliran muncul yah guys.
Jangan lupa Like, Komen dan Follow akun saya yah makasih. 🙏😗
KAMU SEDANG MEMBACA
KARELIA
Fiksi RemajaKarelia Auren Alecia. Gadis sangat mempesona memilik kepribadian percaya diri apa saja yang dia lalukan. Gleo Fareza pria tampan berhati dingin, pendiam namun Gleo memiliki hati yang hangat sekali jatuh cinta. Dia tidak ingin melepaskannya. "G...
