Sebelum memulai cerita ini aku ingin bercerita sedikit aku dari kecil bercita-cita ingin terbang. Mengapa? Aku sering melihat ke langit.di atas langit sangat indah jika aku bisa terbang mungkin aku bisa merasakan ketenangan. Mengapa aku menginginkan ketenangan?. Aku terlahir dalam keluarga yang menurutku berkecukupan bahkan lebih. hanya saja aku kurang akan kasih sayang dari kedua orang tuaku mereka sangat sibuk dengan pekerjaannya jika bertemu dirumah mereka hanya bertengkar.mungkin karena ego mereka masing-masing. Aku juga bingung mengapa tuhan mempertemukan 2 insan ini. yang menurutku sama sekali tidak cocok, seandainya boleh memilih aku lebih baik lahir dalam keluarga sederhana namun harmonis :).
*
*
*
*Kring..kring..kring
Bel berbunyi berarti sudah waktunya untuk memulai pelajaran, aku berlari cepat agar tidak terlambat masuk kelas
"selamat pagi"
"selamat pagi bu" jawab siswa serentak
Waktu berlalu dengan cepat, sekarang waktunya untuk pulang, aku selalu menunggu pak diman didepan gerbang sekolahku,
Pak diman adalah supir pribadiku yang menjemput dan mengantarku ke sekolah"misella" teriak yumna sambil berlari ke arahku
Yumna adalah teman sebangkuku yang cukup akrab denganku oragnya sangat ceria dan aktif
"misella kita pulang bareng yah, ayahku tidak bisa menjemputku katanya dia ada urusan penting, aku di suruh untuk naik taxi, tapi aku lagi males pulang kerumah, aku main kerumahmu boleh ga?" tambah yumna
Ingin menolak. aku ga enak aku terima ajakannya, kalau dia kerumahku dia akan tau keadaan rumahku, kalau pas orang tuaku lagi berantem, gimana. Kan malu
"non ayo masuk mobil" teriak pak diman memecah lamunanku
"eh iya, yuk yumna" ajak yumna sambil menoleh kebelakang
"misella aku sudah ada di mobil" teriak yumna
Eh udah ada di mobil aja dia, mungkin karena aku terlalu lama ngelamun yah hehe
**
"emm yumna kita ga usah kerumahku, aku juga lagi malas pulang kerumah, bagaimana kalau kita singgah di cafe dekat toko bunga"
"yaudah boleh" jawab yumna singkat yang sibuk memainkan hpnya
Hufff aku merasa lega karena yumna mau mengikuti tawaranku
"pak antar dicafe tempat aku biasa nongkrong"
"pulangnya nanti mau di jemput non" tanya pak diman
"ga usah nanti naik taxi aja" jawabku
Tidak lama aku dan yumna sampai di cafe lalu kami memesan makanan,
"yumna kamu pernah berpikir untuk terbang ga"
"aku pernah terbang" jawab yumna santai
"serius" aku melebarkan mataku
"iya,naik pesawat naik heli kan terbang"
Aku memutar bola mataku "bukan itu maksudku"
"iyaiya maksud kamu terbang dengan sayap atau terbang dengan serbuk ajaib yang di flm tingker bell, hahaha misella ini dunia nyataa bukan dunia dongeng"
"iya tapi aku pengen banget tau terbang" jawabku cemberut
"Nah makanannya datang, ayok makan ga usah mikir yang ngga2"
Habis makan aku dan yumna pulang ke rumah masing2, sampai dirumah suasana rumahku aman ga ada siapa2, aku masuk ke kamarku lalu merebahkan badanku tidak lama mataku terpejam.
"kenapa kamu pulang"
"loh kenapa kalau aku pulang ini rumahku juga"
"kenapa kamu ga tinggal saja sama perempuan gelapmu itu"
"jangan asal ngomong kamu yah, aku tampar kamuuu"
Aku terbangun mendengar pertengkaran papah mamaku, aku mencoba untuk tidur kembali dan menutup telingaku dengan bantal " huhh persetan" aku membuang bantal yang menutup telingaku rasanya percuma saja aku menutup telingaku. aku terbangun menarik nafas panjang lalu melihat jam ternyata sudah pukul 19.30.
Aku memutuskan keluar kamar untuk minum, mereka terus saja bertengkar tanpa menghiraukanku tanpa menghiraukan betapa hancurnya perasaanku melihat mereka terus-terusan seperti itu, aku masuk kekamarku kembali memakai jaket, aku berpikir lebih baik aku kerumah omaku
Sampai dipintu mamahku teriak "misella kamu mau kemana" aku sama sekali tidak menghiraukannya aku terus berjalan keluar. Sampai diluar aku menyuruh pak diman mengantarku.
Di dalam mobil aku menyadarkan kepalaku lalu memejamkan mata"non besok sekolahnya gimana" tanya pak diman
"besok, pak diman suruh bi ina ambil perlengkapan sekolahku di dalam kamar lalu pak diman bawa kerumah oma"
Jawabku yang masih menutup mataku mencoba menenangkan diri"oh baik non"
***
Beberapa menit kemudian aku sudah sampai dirumah omaTok..tok..tok
"oma ini misella"
Tidak lama oma membuka pintu
"loh misella malam2 begini datangnya sama siapa?"
"sendiri oma, dirumah berisik"
Oma menghela nafas sepertinya dia tau maksud aku mengatakan berisik, Oma memang sudah tau kalau mamah papahku sering bertengkar. Oma sering memperingati mereka tapi percuma, mereka sangat keras kepala. Dan oma pernah menyuruhku untuk tinggal bersamanya tapi aku menolaknya aku takut merepotkan oma,
"yasudah ayok sekarang masuk nak, kamu sudah makan"
"belum oma"
"hemm pas sekali tadi oma masak rendang kesukaan kamu, tunggu yah oma siapkan"
"nah sudah siap ayok makan"
Sayapun mulai makan, rasanya enak, membuat mood saya kembali lagi.
"bagaimna enak ga" tanya oma
"enak oma" sambil tersenyum manis
Kami berbincang dan sesekali bercanda, malam panjang yang menyenangkan setidaknya aku bisa sejenak bisa melupakan masalahku,
Tetap ikutin cerita selanjutnya yah😍
Jangan lupa tinggalkan vote dan komentar😊

KAMU SEDANG MEMBACA
Fly
Teen FictionMisella adalah gadis yang mempunyai impian yang menurut banyak orang tidak masuk akal, Karena keadaannya dia harus bermimpi seperti itu. Hanya untuk Ketenangan. Sampai akhirnya ada seorang pria berambut biru yang bisa mewujudkan mimpi misella.