(Picture jack)
**
Kami berdua sudah sampai di istana aku tidak tau lagi dimana teman devid berada. Baguslah dia tidak mengikuti kami,dia sangat menyebalkan.
"hai gadis cantik” hmmm baru juga dibilang udah ada aja dibelakang. dan jejaknya sama sekali tidak aku ketahui dia seperti hantu yang selalu muncul secara tiba-tiba.
“kamu hantu yah, tadi aku ga liat kamu ngikutin aku sama devid kok kamu langsung ada aja disini . Dan satu lagi panggil aku misella ga usah gadis cantik” dia hanya tertawa mendengarku
“maaf tuan. ratu memanggil anda dan nona misella untuk sarapan” kata pelayan yang menghampiri kami
“waaaah pas sekali aku kemari” kata jack yang lebih dulu jalan.
Aku melirik devid dengan wajah bingung “dia memang seperti itu” kata devid sambil tersenyum*
**Aku menarik kursi dan duduk di samping devid “selamat pagi ratu”
“hay selamat pagi, bagaimana bunganya sangat indah bukan?”
“iya sangat indah tapi tadi kami melihat penyi” belum selesai aku berbicara devid meremas tanganku “why” tanyaku. dia memegang bibirnya mungkin dia ingin mengatakan bahwa jangan mengatakan itu, bagus juga devid menegurku jika tadi aku mengatakan penyihir, mungkin ratu akan teringat viona lagi.
“kenapa misella” dia bertanya kembali. syukurlah dia tidak terlalu memperhatikan aku tadi berbicara mungkin dia tadi terlalu fokus mengoles selai ke roti.
“oh tadi aku mengatakan bahwa bunganya sangat indah”
“sudah kuduga pasti kamu akan menyukainya” dia tersenyum lembut “makanlah misella” katanya sambil memberikanku sepering roti yang sudah dioleskan selai strawbery
“hmm baiklah” aku membalas senyumannya tidak kalah lembut
Kami semua fokus dengan makanan masing-masing tapi pikiranku masih penasaran tentang cerita viona, aku memikirkan tongkat yang diceritakan devid tadi, aku berpikir seberapa susah mencari 3 permata tongkat yang hilang itu hingga sampai sekarang tidak ditemukan.
**
Selesai makan aku mencoba kembali bertanya kepada devid yang sekarang kami berdua sudah berada ditaman “devid tolong ceritakan kembali tentang tongkat itu , ceritakan semuanya sudah dua hari aku penasaran tentang cerita hilangnya kak viona” dia hanya membalas perkataanku dengan tersenyum “ please berhenti untuk tersenyum, kumohon ceritalah”“iya baiklah. Ada satu buku yang kakekku pernah tunjukkan kepadaku disitu ada tertulis semua keterangan dari tongkat itu, bahwa 3 permata yang hilang dari tongkat itu adalah sebuah permata putih yang disimpan oleh seorang penyihir putih, permata biru dari seekor duyung yang bersedih dan permata merah dari setangkai bunga mawar yang tumbuh ratusan tahun yang lalu.
Aku kaget sekaligus heran mendengar devid menceritakan tentang tongkat itu , pantas saja sampai sekarang tidak ada yang bisa mendapat ketiga permata itu. karena untuk mendapat 3 permata itu kita harus menemukan seorang penyihir putih, seekor duyung yang bersedih dan setangkai bunga mawar yang tumbuh ratusan tahun yang lalu menurutku ini adalah sebuah teka teki yang sangat rumit.
“lalu dimana kita menemukan seorang penyihir putih dan seekor duyung yang bersedih, dan jika aku fikir apakah ada bunga yang bisa bertahan sampai sekarang dari ratusan tahun yang lalu” tanyaku ke devid
“entahlah, sedangkan menurut kakekku cuman ada satu-satunya penyihir putih disini dan dia sudah meninggal, lalu soal seekor duyung sampai sekarang keberadaan duyung masih jadi rahasia dan tidak ada yang mengetahuinya, dan aku juga sependapat dengan apa yang kamu fikirkan tadi, mana ada bunga yang bisa bertahan sampai sekarang dari ratusan tahun yang lalu.setiap malam aku selalu berfikir keras tentang teka-teki dari ketiga permata itu, karena aku juga selalu berharap kakakku viona kembali dan membunuh semua penyihir hitam yang ada dinegeri fairyland ini.
“aku ingin membantumu mencarinya?” bukannya dia menjawab pertanyaanku dia hanya tertawa “kenapa tertawa kamu meremehkanku yah, apakah kamu tahu aku sering menemukan benda di rumahku yang sudah tersembunyi puluhan tahun yang lalu dan aku punya keahlian menjawab teka-teki”
“hehehe misella ini sesuatu yang berbeda. dengan mendapatkan ketiga permata itu pasti akan banyak resiko yang didapatkan aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa, dan lagian aku membawamu kemari hanya untuk mewujudkan mimpimu untuk terbang dan ingin membawamu ke tempat-tempat yang indah untuk melupakan masalahmu”
“devid, apakah salah jika aku membantumu, menurutku dua hari ini cukup , dan aku mendapatkan segalanya yang aku inginkan pertama aku bermimpi ingin terbang dan itu terwujud, kedua aku ingin merasakan kehangatan seorang ibu dan aku mendapatkan itu dari ibumu dan apakah kamu tau aku juga bermimpi untuk menyaksikan moment melihat bunga tulip yang mekar dan itu juga terwujud, please izinkan aku membantumu”
Dia hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaanku aku melihat dia sedang memikirkan sesuatu pandangannya kosong kedepan, tidak lama dia mengalihkan pandangannya kearahku lalu mengusap lembut pipiku “misella aku tidak ingin membawamu kedalam masalah ini, tidak usah fikirkan tentang viona lagi, kamu tidak ada hubungannya dengan hal ini, ayo kembalilah kekamarmu aku akan mengantarmu”
“aku tidak ingin kembali ke kemar sebelum kamu setuju aku akan membantumu”
Devid tampak mendesah berat “astagaa misella kamu kenapa sangat keras kepala, aku sudah bilang tidak usah fikirkan itu, kamu tidak ada hubungan dengan ini, “ayo kekamarmuu” gumamnya dingin sambil menarikku tapi aku melepaskan tangannya.
” Devid ,aku hanya ingin memban...” belum selesai ucapanku diputus oleh devid dengan suara bentakan
“STOP MISELLA!!!” geram devid dengan suara tinggi. mendengar itu aku kaget dan sekaligus takut.
Aku menunduk aku takut melihat devid, kenapa dia semarah ini padahal aku hanya ingin membantunya.Devid menarik nafasnya dengan berat lalu mendekat dan mengangkat daguku. aku menatap matanya dengan takut, tampaknya dia menyesal karena membentakku.
“maafkan aku misella” dia memelukku “kamu tau, mendengar kamu mengatakan ingin membantuku untuk menyelamatkan viona aku sengat senang tapi sekaligus takut, aku takut kamu kenapa-kenapa aku takut kehilangan kamu, aku pernah kehilangan satu orang yang sangat berharga dihidupku hanya karena membantuku, dan aku memutuskan jika aku ingin mencari ketiga permata itu aku akan pergi sendiri tanpa membawa orang yang aku sayangi, kau tau sampai sekarang kehilangan kak viona membuat dadaku sesak setiap kali memikirkannya tapi aku tidak bisa mengorbankan orang yang aku sayang hanya untuk membantuku. Ini bukan hal yang semudah kamu fikirkan misella ini begitu rumit ini sangat berbahaya” dia melepas pelukannya lalu mengantarku ke kamar.

KAMU SEDANG MEMBACA
Fly
Teen FictionMisella adalah gadis yang mempunyai impian yang menurut banyak orang tidak masuk akal, Karena keadaannya dia harus bermimpi seperti itu. Hanya untuk Ketenangan. Sampai akhirnya ada seorang pria berambut biru yang bisa mewujudkan mimpi misella.