A story of four teenagers who guard each other's treasures with the obstacles and obstacles they get. Hostilities end in friendship. They are very and mutually guarding their treasures through their own means so as not to be taken over by others. Ho...
Sekarang waktunya istirahat jam paling di tunggu-tunggu oleh tini sejak tadi. Dia sudah muak belajar kimia selama 4 jam berlalu.
Baru saja dia bangkit dari bangku tiba-tiba seorang siswa dengan berpakaian rapi, rambut di sisir belah dua dengan sedikit di beri poles pomet. Datang menghampiri tini membawakan kotak makanan. Dan kebetulan tini lagi laper.
"Tini? Buat kamu semoga kamu suka ya" ujar laki-laki itu, tini mengambil kotak makanan tersebut dan memberikan sedikit senyumnya sebagai tanda terima kasih.
"Makasih kamu, siap aku makan. Jangan lupa juga kamu makan ya."
Cowok itu langsung pergi dan lari terbirit-birit.
Sudah ada 4 kotak makanan di kolong meja tini. Tak heran banyak fans bertebaran di sekolah ini. Tini terkenal sebagai primadona yang baik, ramah terhadap fansnya. Dia sebagai selebgram yang terkenal dan pernah melakukan iklan cacing pada setahun yang lalu.
Dari situ dia mulai terkenal dengan bakatnya hingga sekarang.
Walaupun fansnya banyak tetapi dia tidak sombong kepada siapapun. Tini selalu menerima hadiah dari fansnya dan selalu dia pakai, dia pun juga sangat menghargai pemberian orang lain.
"Jeongwo?" Panggil tini kebetulan dia baru datang dari kantin.
"Apa" jeongwo membalas sapaan dari tini
"Udah makan belom?"
"Kamu perhatian banget sih sama aku, yah! Jelas saja aku belum"
"Nih," tini memberi kotak makan berwarna biru tua bergambar boboi. Seketika jeongwo ngakak.
"Jadi inget pacar kan, oh iya lupa aku lagi marahan sedih ya jadi aku. Kamu mau gak menemani dari kesepian aku sampai aku baikan sama pacarku" terkesan curhat, tapi di situlah murut manis jeongwo keluar.
"Gue jadi tempat pelampiasan elu doang gitu?"
Jeongwo duduk di kursi sebelahan dengan tini "bukan gitu lah. Kan elu sebagai teman gue yang setiap harinya selalu memberikan kotak nasi dengan berbagai gambar lucu membuat kita akan semakin dekat"
"Mulai lagi mulai"
"Yaudah aku makan dulu biar semangat nanti ngerjain ulangan matematikanya" setelahnya jeongwo pergi meninggalkan tini.
Jeongwo walaupun sering membuat cewek-cewek menjerit karena ulahnya dia juga sangat pintar di bidang matematika. Pernah mendapatkan peringkat pertama di kelasnya dengan nilai terbaik dan siswa terbaik setelah yedam.
Tini memikirkan bagaimana ia akan memakan semua makanan ini. Tersisa 3 lagi, tini berniat ingin memberikan kepada yoonbin yang sedang duduk di pojokan sambil mendengarkan lagu.
"Yoonbin?" Panggil tini dengan lembut. Yoonbin mendengar lalu menatapnya sebagai ekspresi kenapa
"Jadi gini loh-" ucapan tini terpotong, yoonbin langsung tau maksud dari tini.
"Makanan elu banyak dan bigung mau di apain jadi berniat memberikan nya sama gue"
Tini diam
"Mana?"
Tini memberikan kotak makan berwarna pink dengan bergambar dora.
"Elu mau makan?" Tanya tini. Ini untuk pertama kalinya tini berbicara pada yoonbin setelah sekian lama dia merendamkannya.
Yoonbin tak menjawab dia malah membuka kotak makan tersebut. Tini masih diam terpaku.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Begini lah ekspresi yoonbin)
"Napa masih di sini? Mau nyuapinin gue?" Jahil yoonbin. Tini ngacir keluar kelas.
Percaya jantungnya tak karuan akibat yoonbin.
Tini pergi ke kantin dan memakan makanannya sambil membawa 2 kotak lagi yang dia akan berikan cuma-cuma untuk makhluk seperti jungkyu.
Duduk di tempat biasa tanpa dengan undangan jungkyu pun datang.
Penciuman jungkyu sangat tajam.
"Woi kang mineral"
Tini tak menjawab sapaan jungkyu hanya menatapnya.
Jungkyu mengambil salah satu kotak makan.
"Sering-sering ngasih makanan ke gue dong"
Mulut jungkyu minta di tabok. Jelas-jelas dengan hadirnya tini di kantin dan setiap harinya juga dia selalu di berikan makanan oleh tini tidak pernah libur.
"Ngomong gitu lagi gue lempar nih pake sendok" sudah siap melempar sendok tersebut ke muka jungkyu.
"Ampun mak. Eh menu kali ini apa nih," jungkyu ambil kotak makannya berwarna orange dengan gambar kartun sinchan. "Weh ikan salmon campur sayur asem pake sambel gak balance. Lebih enak tuh pake ikan asin."
"Berisik tinggal makan doang ribet banget lu. Udah gratis bacot lagi"
Akhirnya dengan ucapan tersebut jungkyu bisa diam.
Mata jungkyu bertemu dengan sosok prempuan yang sejak tadi di perbincangkan di kelasnya bahkan sampai ke seluruh kelas.
"Lu tau cristin gak?" Jungkyu memulai pembicaraan menanyakan tentang cristin kepada tini.
Percuma saja jungkyu tanya, tini sendiri tidak memperdulikan.
"Beritanya udah rame" ternyata tini mengetahuinya.
Cristin sedang memesan bakso.
Jaehyuk datang dengan tergesal-gesal.
Prang
Kejadian tidak di sengaja terjadi.
Bakso yang di pesan cristin tumpah.
Jungkyu kaget dan seketika kantin menjadi riuh.
"Punya mata gak sih?" Ketus cristin.
Seragamnya sudah berlumur dengan kuah bakso menjadi dekil.
"Punya maaf tadi gue buru-buru abisnya di kejar sama jeongwo elu salahin dia aja" kata jaehyuk tanpa bertanggung jawab.
Cristin tidak menjawab dia lalu pergi. Namun tanganya di tahan.
"Tunggu," cristin berhenti "bakso elu gimana? Gak ada niat mau beli lagi sekalian beliin gue"
Tanpa tau arti malu dan rasa bersalah dia berbicara seperti itu.
"Lepas babi" protes cristin. Lalu dia pergi meninggalkan jaehyuk.
"Galak"
Dan pada akhirnya jaehyuk harus membersihkan pecahan mangkuknya.
🖤🖤🖤
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat hari brojol pacar aqu hiye hiye tambah umur ya... tambah ganteng🙂 tambah dewasa. Sukses buat karirnya apapun yang terjadi aqu selalu dukung kamu kapan pun.
Yeeeeehhh
Aku sedih:( ayo buat aku semangat kembali untuk menulis :^