Cristin membersihkan seragam sekolahnya yang sudah bercampuran dengan kuah bakso tadi. Dia menelpon intan, meminta bantuaannya tetapi tidak di angkat.
Sudah 30 kali menelpon intan tak ada satupun jawaban darinya. Seragam berwarna putih ini menjadi kusam, dia menggosokkan berulang kali, belum semuanya terlalu bersih tapi hanya membersihkan sia-sia makanan yang menempel.
Keran yang di putar tiba-tiba tidak mengeluarkan air. Kesialan apa lagi yang di dapat selanjutnya untuk cristin, tidak menduga semua akan menjadi seperti ini hanya karena dia menjadi seorang pemimpin upacara.
Seulas terpikir pada yedam. Mungkin saja dia mau membantu cristin walau hanya memberikan sebuah jaket untuk menutupi seragam yang sudah basah.
Iyah, seragam yang tadinya hanya sedikit basahnya sekarang hampir seluruh tubuh pun terkena basahnya. Keran yang tidak menyala itu, cristin tusuk-tusukkan agar airnya keluar. Sekalinya keluar membuyar ke seluruh tubuhnya bahkan roknya pun juga basah.
Tanpa tersadar cristin sudah menelpon yedam.
'Halo?' Suara yedam di sana.
Tanpa berpikir panjang cristin langsung ke intinya.
'Eh halo. yedam bisa minta tolong gak? Gue lagi di kamar mandi seragam gue basah'
Yedam menutup teleponya. Penyesalan telihat.
"Bodoh" ucap cristin pada dirinya.
Selang beberapa menit ada yang mengetuk pintu kamar mandi
Tok tok tok
"Permisi"
Mendengar suara tersebut cristin langsung bahagia.
"Ya, tolong dong siapapun yang di luar pinjemin gue jaket nanti gue kembaliin" teriak cristin penuh harapan.
"Buka pintunya cepetan"
Cristin membuka sedikit pintu kamar mandi dan terlihatlah sosok yedam dengan membawa jaket.
"Pake cepetan. Bentar lagi bel" katanya lalu pergi.
Cristin masih diam, ini seperti mimpi di sebuah film. Tapi kali ini dia tidak sedang dalam mimpi.
Yedam itu teman hobinya cristin. Mereka berdua sering melakukan hobinya bersama-sama. Seminggu 3kali.
Kedekatan mereka tidak banyak yang mengetahuinya. Secara yedam anak paling pendiem, pinter dan siswa terbaik. Jarang yang mau mendekati dia karena memang sulit, sibuknya dia belajar.
Tanpa makan waktu yang banyak cristin memakai jaket milik yedam.
Sampai di kelas dia tidak melihat intan.
Di waktu bersamaan dengan keberadaan Cristin di kamar mandi, intan bertemu dengan haruto di atap sekolah.
Mereka membicarakan tentang haruto yang akan pindah sekolah.
"Kamu udah pikir matang-matang?" Tanya intan dia tak merelakan haruto harus pindah sekolah.
"Belum sih. Aku cuma kepikiran buat pindah aja. Soalnya aku juga gak bisa bergaul sama temen-temen aku sendiri" ucapnya murung
"Kamu pasti bisa kok, kamu kan belum coba untuk berkawan sama temen-temen mu. Coba mulai dari hal kecil dulu. Seperti membicarakan tugas atau pelajaran yang kamu pahami atau yang tidak kamu pahami."
Haruto berjalan ke pinggiran atap sambil melihat langit.
"Itu gak mudah intan"
"Bisa kok. Oh iyah bukannya jeongwo itu temen smp kamu ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Treasure
FanfictionA story of four teenagers who guard each other's treasures with the obstacles and obstacles they get. Hostilities end in friendship. They are very and mutually guarding their treasures through their own means so as not to be taken over by others. Ho...
