~Ayah Berangkat

213 4 0
                                    

Terima kasih Ayah..
Kau tetap gagah melawan ombak
Kegigihan dan perjuangan hidup
Demi untuk kebahagian keluargamu
Terkadang kau tersungkur
Namun kau tetap terus berusaha
Berdiri kembali
Demi untuk anak dan istrimu

***

Happy Reading

Tidak terasa,waktu bergulir begitu cepatnya.Sudah dua bulan Ayah di rumah,dan kini saatnya Ayah kembali merantau ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan hidup kami.

Jarum jam menunjukkan pukul 5 pagi,Ayah sudah bangun,dan kulihat ia sedang berkemas memasukkan barang barangnya ke dalam sebuah tas besar dan sebuah kardus.

Setelah mandi,pakai seragam,dan sholat subuh,aku langsung menuruni anak tangga dan menghampiri Ayah dan Bunda di meja makan untuk sarapan bersama.

"Pagiii Yah,Bun"sapaku

"Pagii Rif," Balasnya

Aku mengambil piring,sendok,dan menyendok nasi goreng buatan Bunda. Aku pun langsung melahap nasi goreng tersebut.

"Yah,emangnya harus berangkat sekarang ya? Gak bisa besok atau lusa gitu?" Tanyaku memecah keheningan sambil menatap Ayah

"Nggak bisa Rif,Ayah harus berangkat sekarang,lagipula Ayah gak akan lama kok,cuma dua bulan. Disini juga kamu gak sendiri,ada Bunda." Ayah balas menatapku

"Tapi Yah,rasanya baru sebentar loh Ayah di sini. Aku ingin Ayah lebih lama disini"

"Ya kan Ayah juga bekerja untuk kamu sekolah,untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ayah ingin suatu saat nanti kamu jadi orang sukses,Ayah ingin bisa menyekolahkanmu sampai perguruan tinggi." Ucap Ayah

"Tapi janji ya Yah,jangan lama lama"

"Iya,Ayah janji!"

Setelah itu aku menghampiri Ayah dan memeluk Ayah erat. Rasanya pelukan itu terasa hangat dan nyaman. Hingga aku tidak ingin melepaskan pelukannya.

"Kamu sekolah yg bener ya,belajar yg rajin,agar kamu bisa lulus dengan hasil yang memuaskan. Jangan mengecewakan Ayah ya" Ayah melonggarkan pelukannya dan menatapku hingga kedua ujung bibirnya terangkat membentuk seulas senyum yg indah

"Iya Yah,aku janji akan belajar yg rajin dan sungguh sungguh agar aku bisa lulus dengan hasil yg memuaskan. Ayah pasti akan bangga dengan hasilku nanti." Ucapku semangat.

"Ayah bangga memilikimu" ucap Ayah sambil kembali memelukku erat.

Sarapan selesai,dan aku bergegas memakai sepatu untuk berangkat sekolah. Hari ini aku masih sempat diantar Ayah,karena Ayah akan berangkat pukul 8.

Setelah berpamitan pada Bunda,aku langsung berangkat diantar Ayah dengan menaiki motornya.

***

Waktu masih bergulir pada kecepatannya. Sementara sang surya sudah jauh lebih dulu menyapa semesta dengan senyuman merekahnya untuk meninggalkan jejak jejak embun yg mulai memudar di balik celah rumput dan dedaunan.
Kulihat,jam menunjukkan pukul 06.45. 15 menit lagi bel masuk akan berbunyi. Motor Ayah telah berhenti di depan gerbang sekolahku. Aku langsung turun dan mencium punggung lengan Ayah.

"Rifa,kamu belajar yg bener ya,inget! Hari ini Ayah akan berangkat lagi ke Jakarta,kamu jaga Bunda ya,jangan nakal,jangan nyusahin Bunda. Trus belajar yg rajin. Ayah gak akan lama kok,Ayah janji bakal pulang cepet" jelas Ayah sambil mengelus puncak kepalaku.

"Iya Yah aku gak bakalan nakal kok,Ayah juga jaga diri baik baik ya disana,jangan lupa makan,trus sering kabarin aku sama Bunda. Aku akan menunggu Ayah pulang,bentar lagi kan aku UN,nanti kalo Ayah pulang aku sudah lulus,dan pasti aku akan membawa kabar gembira di hari kelulusanku" ucapku panjang lebar

Ayah hanya tersenyum mendengar itu. Setelah itu Ayah menyuruhku untuk segera masuk ke kelas karena bel masuk akan berbunyi sebentar lagi.

"Yaudah,kamu masuk kelas gih,inget ya,belajar yg bener! Jangan mengecewakan Ayah"

"Iya Yah. Yaudah aku masuk dulu ya Yah. Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

Aku melambaikan tangan kepada Ayah dan berlari memasuki kelas.

Entah mengapa,aku seperti tidak rela Ayah harus berangkat sekarang juga. Aku hanya ingin saat UN nanti Ayah ada di sampingku bersama Bunda dan memberi semangat belajar untukku.

Tapi ya sudahlah. Toh,Ayah juga bekerja untukku dan Bunda. Disini,aku dan Bunda hanya bisa mendoakan Ayah,agar usahanya lancar.

Sesampainya di kelas,bel tanda masuk berbunyi nyaring,aku langsung menghampiri Alya dan duduk di sebelahnya.


***

Holaaa!! Hari ini author update lagi:) Semoga kalian suka yaa:v

~Tinggalkan jejak dengan cara vote,comment+share kalo kalian suka.

So,see you next time guys:*

Ayah Aku RinduTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang