~Pelulusan

133 6 0
                                    

Happy Reading:)


Setelah 3 hari bertempur dengan soal ujian,waktu yg ditunggu tunggu telah tiba,yaitu hari kelulusan. Sejak dari pagi,perasaanku tidak tenang,karena hari ini adalah hari ditentukan lulus atau tidaknya.

Hari ini aku sudah berada di sekolah,sedang duduk di bangku panjang bersama Alya. Kami sedang menunggu Bu Imel datang memasuki kelas.

Oh iya,semalam Ayah menelfonku,katanya hari ini dia akan pulang,tidak terasa sudah 2 bulan Ayah di Jakarta. Bertepatan sekali dengan hari kelulusan ku.

"Bu Imel lama banget ya? Gue udah gak sabar nih,kira kira gue lulus gak ya?" Tanya Alya

"Pasti lulus kok,gue yakin,kalo emang kemarin pas ujian kita belajar,pasti kita lulus. Karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil." Ucapku

"Tumben lo bijak Rif,ya semoga aja kita lulus dengan hasil yg memuaskan ya Rif"

"Iya amiinn Al."

Tidak lama kemudian,Bu Imel datang dengan membawa tas dan menenteng sebuah map serta beberapa buah amplop.
Aku yakin amplop itu berisi tentang pemberitahuan lulus atau tidaknya.

Aku dan Alya segera memasuki kelas dan duduk di bangku masing masing.

Sebelumnya Bu Imel memberi salam dan mulai memberikan amplop tersebut satu persatu kepada murid lain.

Hingga akhirnya namaku dipanggil untuk maju ke depan.

"Rifany Olivia Salsabila," panggil Bu Imel

Aku langsung maju ke depan dan mengambil amplop putih tersebut yg diberikan oleh Bu Imel.

Setelah semuanya dibagi,Bu Imel menyuruh kami untuk membuka amplop tersebut. Yap,dugaanku benar,ternyata amplop itu berisi tentang pengumuman kelulusan.

Aku langsung membuka amplop tersebut,disana ada secarik kertas,dan saat dibuka ternyata...
Aku lulus dengan jumlah nilai rata rata 84,68. Oh senangnya! Itu adalah nilai paling tertinggi di kelasku. Aku sangat sangat senang.

"Ciyeee yg dapet nilai tertinggi..Congrats ya Rif!" Ucap Alya sambil memelukku.

"Hehhe iya Al,alhamdulillah."

Setelah pengumuman selesai,kami dibubarkan untuk pulang. Aku pulang sendiri dengan berjalan kaki,karena Alya dijemput Bunda nya.

Aku sudah tidak sabar untuk segera sampai di rumah. Aku ingin memberitahu Ayah dan Bunda bahwa aku lulus dengan nilai paling tertinggi di kelas.

***

Sesampainya di depan rumah,aku lihat ada tante Mala,ia adalah saudara kandung dari Ayah. Ku lihat ia sedang menungguku. Aku segera menghampirinya.

"Loh,tante? Kok tumben ada di sini? Kenapa gak masuk aj? Ada Bunda kan di dalam? Ayah juga mungkin udah dateng" Tanyaku heran

Tante Mala hanya menatap sambil tersenyum padaku. Kulihat matanya sudah berkaca kaca.

"Tante ke sini mau jemput kamu Rif" ucap Tante Mala

"Jemput aku?!" Tanyaku heran.

"Iya Rif,kamu harus ikut sama tante ke rumah sakit."

"Rumah sakit? Emangnya mau jenguk siapa tan?"

Kulihat tante hanya terdiam dan menunduk,sedetik kemudian dia mendongakkan kepalanya dan memelukku. Kini air matanya pecah dan tidak bisa dibendung lagi. Dapat kurasakan dari seragam putih ku.

"Ayah Rif..Ayah kamuu..." ucap Tante Mala dengan suara gemetar

"Ayah kenapa tan? Ada apa dengan Ayah?" Tanyaku heran

Tante melepaskan pelukan ku dan menatapku. Kini wajah dan hidungnya tengah memerah.

"Ayah kamu masuk rumah sakit Rif,dia sedang koma sekarang."

Sontak aku kaget dengan ucapan Tante Mala. Ayah koma? Bukannya semalam Ayah baik baik saja? Malah ia masih sempat menelpon Bunda. Sebenarnya Ayah sakit apa?

"Ayah sakit apa tan? Kenapa bisa koma?" Perlahan bulir bening dari mataku turun dan membasahi pipi.

"Nanti Tante ceritain dirumah sakit,mending sekarang kita ke rumah sakit aj dulu."

"Ya udah,yuk!"

Setelah itu aku dan tante langsung berangkat menuju rumah sakit.

***

Kini aku sedang duduk di ruang ICU,menemani Ayah yg masih terbaring lemah.Wajahnya begitu teduh dan menenangkan.

Mengapa saat Ayah pulang,aku harus melihatnya dengan keadaan seperti ini? Sedari tadi air mataku tidak henti hentinya mengalir. Aku menggenggam erat tangan Ayah yg dipasang selang infus

"Yaaahh..kenapa disaat Ayah pulang,aku harus melihat ayah dengan keadaan seperti ini? Ayah bangun dong! Aku rindu dengan Ayah,aku ingin bercanda bersama Ayah seperti dulu lagi. Oh iya Yah,Ayah tau gak? Hari ini aku lulus,aku lulus dengan nilai rata rata paling tinggi di kelas! Hebat kan?! Ini semua juga berkat doa Ayah.Kalo Ayah bangun,pasti Ayah senang." Ucapku. "Ayah pasti bangga kan?!" Ucapku dengan tangan sambil memegang kertas pengumuman kelulusan tadi

Air mataku kembali mengalir.

Cklek

Pintu ICU terbuka,ada orang masuk,ternyata itu adalah Bunda. Bunda menghampiri ranjang Ayah dengan mata masih memerah,karena sedari tadi Bunda tidak henti hentinya menangis.

Bunda mengelus puncak kepalaku dan menyuruhku untuk makan di kantin rumah sakit.

"Rif,makan dulu yuk bareng Bunda. Dari pulang sekolah kan kamu belum makan." Ajak Bunda

"Rifa belum laper Bun,Bunda makan duluan aj. Rifa pengen nemenin Ayah aj disini."

"Kalo kamu gak makan,kamu sakit Rif. Nanti setelah makan kamu boleh jagain Ayah lagi" bujuk Bunda

"Nanti Ayah gak ada yg nemenin Bun"

"Biar Tante Mala yg nemenin"

"Yaudah yuk! Yaahh..Rifa pamit makan dulu ya" pamitku

Setelah itu,aku dan Bunda keluar ruangan dan pergi menuju kantin rumah sakit.

***

Terima kasih telah membaca kisah Ayah Aku Rindu sejauh ini.

~Tinggalkan jejak dengan cara vote,comment+share
See you next time:*

Ayah Aku RinduTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang