~Ujian Nasional

140 5 0
                                    

Happy Reading

Hari ini adalah hari pertama Ujian Nasional. Sejak dari malam aku telah mempersiapkan beberapa alat tulis,tidak lupa juga aku belajar.

Setelah mandi dan memakai seragam,aku langsung turun menuju meja makan untuk mengisi perut.

"Ayo Rif,makan" ajak Bunda

"Iya Bun"

Hari ini Bunda memasak nasi goreng dengan telur mata sapi. Aku langsung menyendok nasi goreng tersebut dan melahapnya.

Drrtt..Drttt

Handphone Bunda berdering,ada telpon masuk. Tertera jelas nama Ayah di sana. Dan Bunda langsung menggeser gambar hijau.

"Assalamualaikum Yah" kata Bunda

"Waalaikumsalam Bun,Rifa udah berangkat Bun?" Tanya Ayah di seberang sana

"Belum Yah,lagi sarapan. Ayah mau ngobrol sama Rifa?" Bunda memberikan handphone tersebut padaku.

Aku langsung mengambil handphone tersebut dan mendekatkannya ke telingaku.

"Assalamualaikum Yah,gimana kabarnya?" Tanyaku

"Waalaikumsalam Rif,alhamdulillah Ayah baik kok,kamu sendiri gimana?" Tanyanya

"Syukurlah,aku juga baik kok Yah. Ayah tau gak? Hari ini aku ujian,doain aku ya Yah semoga lancar dan mendapatkan hasil yg memuaskan" ucapku

"Iya Ayah pasti doain kamu,kamunya aj belajarnya yg rajin,jangan lupa sholat juga,berdoa sama Allah. Trus kurang kurangin main hp sama nonton tv nya"

"Iya Yah. Udah dulu ya Yah,Rifa mau ke sekolah,harus berangkat pagi,doain Rifa ya Yah. Assalamualaikum"

"Iya Rif,waalaikumsalam"

Ayah memutuskan sambungan telpon,dan aku kembali memberikan handphone pada Bunda.

"Bun,Rifa berangkat dulu ya,Assalamualaikum" ucapku sambil mencium punggung tangan Bunda

"Iya Rif,hati hati ya,semangat ujiannya. Jangan lupa berdoa dulu sebelum mengerjakan soalnya."

"Ok Bun,Bunda jangan lupa doain Rifa ya,yaudah Bun Rifa berangkat. Daaahh" ucapku sambil melambaikan tangan.

Hari ini aku berangkat sekolah dengan berjalan kaki bersama Alya. Alya sudah menungguku di depan rumah.

"Kok gak masuk?"

"Gak,tunggu di luar aj. Kalo lima menit lagi belum keluar,gue tinggalin!" Kata Alya

"Ishhh,jahat banget si"

"Hehehe,canda kali Rif,yaudah yok ah berangkat,nanti kesiangan"

***

Saat ini juga aku sedang berkutat dengan soal ujian,setelah ku lihat lihat,ternyata ada juga materi yg ku pelajari semalam,syukurlah,aku jadi tahu jawabannya.

Mata pelajaran yg diujikan hari ini adalah Bahasa Indonesia. Itu adalah pelajaran kesukaanku. Menurutku,Bahasa Indonesia itu mudah. Karena kebanyakan soalnya tentang soal cerita.

Semua teman temanku tengah serius mengerjakan soal tersebut. Tidak ada yg bercanda maupun ribut,karena katanya pengawas ujiannya agak galak gitu,jadi mungkin mereka takut.

90 menit berlalu begitu saja,tidak terasa waktu untuk mengerjakan soal telah habis,dan kini saatnya istirahat. Bel juga sudah berbunyi sejak sedari tadi.

Aku segera merapikan alat tulis dan memasukkannya ke dalam ranselku. Alya mengajakku ke pergi ke kantin.

"Rif,kantin yuk!" Ajak Alya

"Yuk!"

Saat akan melangkah keluar,Luna memanggilku dan Alya,sontak aku dan Alya menoleh ke belakang.

"Iya Lun ada apa?" Tanyaku

"Gue ikut ke kantin dong! Boleh ya?"

"Dikira ada apa,yaudah yuk!" Ajak Alya

Kami bertiga pergi melangkah menuju kantin,saat ini suasana kantin sedang ramai,karena ya memang jam istirahat. Banyak adik kelas yg mengantri untuk membeli makanan.

Aku dan Alya duduk di meja pojok sebelah kiri,sedangkan Luna ia memesan makanan. Sambil menunggu Luna datang,aku dan Alya berbincang bincang.

"Eh Rif,lo gak kesepian gitu gak punya adek sama Kakak?" Tanya Alya yg kini menatapku.

"Mmm..kadang juga merasa kesepian si,trus terkadang gue pengen deh ngerasain punya abang"

"Dihh..malah Gue pengen jadi anak tunggal kayak lo,soalnya nih ya,abang gue tuh kerjaannya marah trus,suka nyuruh nyuruh. Baik juga kalo ada maunya doang" ketus Alya.

Ya,Alya adalah anak kedua,ia mempunyai kakak bernama Ali. Kini Kak Ali tengah duduk di bangku SMP kelas 8. Tapi Alya kerap memanggil Kak Ali dengan embel-embel 'abang'.

"Tapi kalo gue liat sih ya,abang lo kayak baik kok"

"Baik dari Hongkong. Gue minta tambahan uang jajan aj kagak dikasih." Ucap Alya

"Tapi lo seneng kan punya abang? Bisa bercanda,bisa curhat atau sharing sharing gitu?"

"Iya sih ada seneng nya juga."

Tidak lama kemudian,Lina datang dengan membawa sebuah nampan besar berisi makanan.

"Makanan sudah datang!" Ucap Luna sambil menyimpan nampan tersebut di meja.

"Thanks ya Lun,lo emang terbaikk!" Puji Alya

"Iya sama sama. Yaudah yuk ah makan,perut gue udah pada demo nih!"

Setelah itu aku,Alya,dan Luna segera menyantap makanan tersebut. Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak 10 menit yg lalu. Tetapi kami masih di kantin dan berniat menghabiskan dahulu makanan.

***
Thanks for reading
~Tinggalkan jejak dengan cara vote,comment+share kalo kalian suka
See you next time guys:*

Ayah Aku RinduTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang