Tanpa disadari musim semi pun tiba. Violet bangun pagi-pagi dan melihat para burung yang berterbangan dengan bebas sambil berkicauan, ia bernyanyi menyambut kedatangan sang musim semi bersama kicauan para burung itu.
Ia mengulurkan tangannya dan seekor burung pun hinggap disana, ia pun tersenyum. Orion yang melihatnya hanya diam mendengarkan sambil terduduk diteras rumah.
"Kau punya suara yang sangat bagus" ucap Orion. Violet melihat kearahnya lalu ia tersenyum lebar. Hanya dengan kalimat itu, sudah membuatnya bahagia
Saat siang hari mereka duduk di teras rumah, Violet menyandarkan kepalanya ke pundak Orion.
"Jika suatu hari, suaraku tidak bagus lagi, Apakah kau akan tetap mencintaiku?" tanya Violet. Orion mengulurkan tangannya, mengusap wajah Violet dengan lembut.
"Tentu saja," ucapnya tersenyum dengan lembut. Setetes air mata mengalir dari kelopak mata Violet, lalu ia pun ikut tersenyum.
--------------------------------------------
Musim panas pun datang, seperti biasanya mereka bekerja di ladang untuk bercocok tanam, hingga suatu hari saat mereka sedang bekerja Orion terjatuh sakit. Ia terbatuk-batuk sampai darah keluar dari mulutnya, melihat suaminya yang ambruk Violet segera berlari kearahnya dan membelalakan matanya saat ia melihat darah yang keluar dari mulutnya.
Hari itu Violet segera memanggil Elaine – satu-satunya dokter yang ada di desa itu. Dokter Elaine datang dengan peralatan medisnya. Ekspresinya yang datar semakin mengeras saat ia memeriksa sang pasien yang terbaring lemah ditempat tidurnya. Setelah ia selesai, ia mengajak Violet keluar dari kamar tersebut, tetapi setelah mereka berada di luar keheningan melanda sebelum akhirnya Dokter Elaine berbicara.
"Keadaannya sangat parah," ucapnya. "Tetapi kita masih belum terlambat. Ada satu obat yang bisa menyembuhkannya, dan bila kita memberikan obat itu kepadanya sebelum pertengahan musim dingin, ada kemungkinan ia bisa diselamatkan."
"Dimana Aku bisa membeli obat itu?"
"Obat itu terbuat dari tanaman yang sangat langka, yang hanya tumbuh 1 kali selama 4 tahun. Dan hanya ilmuwan yang terlatih saja yang bisa membuat ramuan dari tanaman tersebut, sehinga harganya sangat mahal." Dokter Elaine menghela nafas, sambil melihat keluar jendela. "Aku yakin bahwa orang-orang di desa akan berbaik hati meminjamkanmu uang mereka, tetapi Aku ragu hanya dengan itu saja sudah cukup untuk membelinya."
Mendengar itu Violet menundukan kepalanya – cukup kebingungan, mengingat kehidupan mereka yang seadanya dan hanya bergantung pada ladang mereka yang kecil. Tetapi tidak lama kemudian ia mengangkat kembali kepalanya.
"Aku akan mencari cara untuk mengumpulkan uangnya, jadi kumohon beritahu Aku!"
Untuk beberapa saat Dokter Elaine menutup matanya, sampai ia membukanya kembali dan melihat kearah Violet. "Baiklah. Aku kenal seseorang yang mempunyai ramuan itu, Aku akan menyuruhnya datang ke desa ini sebelum musim dingin datang. Ia orang yang baik, dan banyak orang yang mengandalkannya. Aku yakin ia akan memberikan harga serendah mungkin. Sisanya... terserah padamu."
Mendengar hal itu, Violet segera mengangguk. "Terima kasih banyak," ucapnya.
Setelah itu Dokter Elaine pergi dengan meninggalkan beberapa nasihat untuk mengurus Orion dan resep untuk sup yang diharapkan bisa mengurangi rasa sakitnya.
Tepat setelah itu, Violet segera masuk ke dalam kamar yang pernah dulu ia tempati – yang letaknya berada di samping kamar dimana Orion berada, dan mulai mengerjakan sesuatu di sana.

KAMU SEDANG MEMBACA
Seasonal Feathers
Romantizm"Jika suatu hari, suaraku tidak bagus lagi, Apakah kau akan tetap mencintaiku?" tanya Violet.