Musim dingin sudah datang sejak beberapa hari yang lalu, dan selama itu Orion tertidur dengan nyenyak tanpa rasa sesak ataupun batuk yang menyertainya. Aku menatap wajahnya yang tertidur pulas, mencoba mengingat semua detail tentangnya selama Aku bisa.
Sampai suatu malam, Aku kembali ke kamar yang ku pakai untuk menenun, dan duduk di bangku yang ada disana. Dengan tangan yang bergetar dan di balut dengan perban, Aku mencoba untuk menulis sebuah surat.
Orion,
Selama hampir dua tahun bersamamu adalah hal yang paling membahagiakan untukku. Saat pertama kali Aku bertemu denganmu, tidak pernah Aku membayangkan akan sebahagia ini. Rasanya sakit saat Aku harus pergi meninggalkanmu, tapi setidaknya burung bangau yang sudah kehilangan sayapnya ini, merasa bersyukur karena dapat membalas kebaikanmu di hari itu.
Terima kasih untuk semua yang telah kau lakukan untukku.
Aku akan selalu mencintaimu.
Violet.
Setelah Aku menulis surat tersebut, Aku melebarkan tangan kananku yang seketika berubah menjadi sayap yang lebar – yang sudah kehilangan bulu-bulunya, Aku mencabut bulu yang terakhir dari sayapku.
"Jika suatu hari, Aku sudah bukan manusia lagi, apakah kau akan tetap mencintaiku?" gumamku.
Sebuah pertanyaan yang tidak bisa Aku ungkapkan. Setelah selesai mencabut bulu yang terakhir, Aku pun merubah lagi sayapku menjadi sebuah tangan.
Tetapi saat Aku hendak meletakkan bulu itu di atas surat yang sudah Aku tulis, sebuah tangan memengang tanganku, dan seseorang memelukku dari belakang.
"Tentu saja," Ucapnya, tersenyum dengan lembut.
Aku membelalakan mataku, terkejut mendengar jawaban darinya. Ia memelukku dengan erat, menggenggam tanganku yang penuh perban dengan perlahan. Aku membuka mulutku untuk berbicara, namun tidak ada sepatah kata pun yang keluar.
"Burung bangau yang terbang dengan indahnya di hari itu, sampai sekarang pun Aku masih mengingatnya." Ucapnya.
Air mata mengalir ke pipiku, sambil memegang tangannya yang memelukku, Aku menangis.
"Bahkan saat Kau sudah kehilangan sayapmu sekalipun, Aku akan tetap mencintaimu." Lanjutnya. "Aku akan menunggumu, selama apapun itu. Aku akan menunggumu, sampai Kau kembali ke sisiku."
Dan dengan itu, Ia membiarkanku pergi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Seasonal Feathers
Romance"Jika suatu hari, suaraku tidak bagus lagi, Apakah kau akan tetap mencintaiku?" tanya Violet.