Bella pun duduk di kursi di ruang tamunya, sementara Mbok Darmi membawakan secangkir teh untuknya
"Kamu gapapa kan Bel?" Tanya Mbok Darmi yang masih khawatir dengan keadaan Bella
"Iya mbok, aku udah mendingan. Udah sehat sekarang" kata Bella
"Puji Tuhan. Sumpah, tadi Mbok bener-bener kaget. Mbok pulang, kamu pingsan. Mana ga ad siapa-siapa, Mbok takut kamu kenapa-kenapa. Habis mbok diceramahin sama mama kamu tadi" kata Mbok Darmi
"Oh ya, ini. Mbok buatin kamu bakso anget. Makan gih" kata Mbok Darmi. Ia membawakan semangkuk bakso untuk Bella. "Mbok ke belakang dulu, kalo kenapa-kenapa, panggil Mbok yaa" kata Mbok Darmi
"Iya mbok Darmii ku sayangg" kata Bella. Bella pun menyantap bakso yang telah disiapkan oleh mbok Darmi. Sementara handphonenya berdering, sepertinya ada pesan whatsapp yang masuk
-
Nathan
Bel
Liat gambar yg gw kirim sekarangBella
OkBella
Eh lo dapet nomor gw darimana?Nathan
Udah itu gapenting-
Bella pun membuka gambar yang dikirim oleh Nathan. Terlihat sebuah surat dengan kertas yang agak lecek berisi tulisan seperti ini
Bulan sabit telah bangkit
Revolusi akan terjadi
Para rakyat yang tertindas akan bangkit
Menghancurkan rezim tirani yang kejam
Sang Singa akan runtuh
Dan, Sang Tsar akan kehilangan otoritasnya- Lady Bess -
Bella pun geram membaca surat dari perempuan itu. Tak henti-hentinya ia meneror di kota ini. Ia benar-benar tak habis pikir. Perempuan ini begitu jenius, bisa-bisanya ia mengelabui pihak kepolisian
***
Matahari pun terbenam. Bella sedang merebahkan diri di kasur sambil memainkan hapenya, setelah ia benar-benar lelah mengerjakan segala tugas yang diberikan oleh gurunya. Hari pertama saja tugas sudah menumpuk, apalagi besok dan selanjutnya
"Aduh gw ngantuk jir" kata Bella. Ia pun beranjak dari tempat tidurnya lalu berlutut di pojok doa yang terletak di kamarnya itu
"Selamat malam, Bapa yang di sorga. Di malam hari ini, kami putrimu mengambil waktu, hendak mengucap syukur dan mengingat semua berkatMu dalam hidupku sepanjang hari ini, Bapa. Sekalipun masalah sering datang dan hidup tidaklah mudah, namun aku tetap bersyukur karena aku tidak mempunyai alasan lain untuk tidak bersyukur atas segala berkat dan karuniaMu. Kuatkanlah imanku dan dampingilah aku selalu, ya Bapa, jauhkanlah diriku dari segala godaan yang mungkin akan menjauhkan dirimu dari diriMu. Lindungi aku dalam istirahatku malam ini hingga besok pagi ketika aku bangun untuk memulai kehidupanku, Bapa. Tak lupa juga aku berdoa agar orang-orang terdekatku, diberikan perlindungan serta rahmat olehmu. Bantulah aku, agar aku bisa menjadi berkat bagi mereka semua, Bapa.
Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, Amin" kata Bella Berdoa
Bella pun kembali ke kasurnya. Ia merasa takut, tetapi ia memaksa diri untuk tidur. Setelah beberapa jam, ia pun benar-benar tertidur
***
Bella membuka matanya. Ia berada di sebuah ruangan gelap. Dengan lampu remang-remang. Ia duduk dengan posisi terikat di kursi. Ia mencoba untuk lepas, tetapi tidak bisa

KAMU SEDANG MEMBACA
Black Dahlia
Mystery / ThrillerIsabella Florence van Heemstra, yang akrab dipanggil Bella, adalah seorang anak yang baik hati, periang, dan jenius. Dikarunai anugerah "penglihatan" tidak selamanya membuat Isabella merasa spesial dan unik, justru terkadang keunikan itu membuat Bel...