Setelah perginya mereka, suasana menjadi hening, tak ada percakapan antara kami.
"Lo ngak pulang?" tanya Ranzio mengawali, sedikit terbata.
"I-ni ju-ga mau pulang." jawabku sedikit terbata pula.
"Ikut gue!" pinta Ranzio berjalan mendahului, aku menurut.
Ranzio berhenti di tempat parkir, hanya nampak motor Revo miliknya. Ranzio memakai helm serta duduk menyalakan motor.
"Lo tadi bilang mau pulang kan?" Ranzio memastikan.
"Bareng gue aja!" tambahnya, membuatku ingin sekali terbang lagi.
"Gue?" tanyaku memastikan.
"Bukan! Tuh pak satpam." Ranzio menunjuk ke belakangku. Aku menoleh, tak ada siapapun malahan.
"Iya, lo"
"Cepetan!" pintanya.
Aku segera naik dan duduk di belakang Ranzio.
🍁🍁
Selama perjalanan aku memberi tahu alamat rumahku.
Citt.
Motor Ranzio berhenti tepat di depan rumahku. Ibu Eva, ibu angkatku, sedang menyapu halaman ketika aku sampai.
"Anin? kamu dianterin siapa tuh kok cakep pisan ?" tanya Ibu Eva tersenyum melihat Ranzio.
"Eh, i-ni..." jawabku mencari alasan.
"Temen, Tante." ucap Ranzio memotong.
"Oh temennya Anin, masuk yuk. Kaya'nya ini bentar lagi hujan." suruh Ibu Eva.
"Ngak usah tante takut ngrepotin." elaknya.
"Ngak sama sekali kok, ayolah nak." Ibu Eva mulai memaksa, Ranzio pun menurut.
Segera aku ke kamar, melepas sepatu, tas dan kembali ke ruang depan.
"Anin, itu loh temennya diajak ngobrol!" Ibu Eva berlalu ke dapur.
Ranzio terlihat duduk santai di sofa, aku menghampirinya.
"Maafin bunda gue, kalau mau pulang, pulang aja!" saranku merasa tak enak melihat tadi Ibu Eva memaksa.
Ranzio menggeleng, ia nampak nyaman dengan tangan melipat di depan dada.
"Kok gitu sih sama temen sendiri?" Ibu Eva kembali dari dapur membawa minum dan snack.
"Jarang-jarang juga ada tamu orang cakep kaya nak Ranzio!" puji Ibu Eva tersenyum kepada Ranzio.
Aku tersenyum getir melihat sifat ibu angkatku.
Aku segera membantu Ibu Eva menaruh gelas berisi air teh dan wadah snack.
Rintik-rintik hujan mulai membasahi jendela, membuat cuaca semakin dingin. Aku menyuprut tehku, sesekali menatap Ranzio.
Aku lihat Ranzio sangat menikamati obrolan kami.
🍁🍁
Breem..
Motor Revo milik Ranzio pelan-pelan menghilang setelah berpamitan kepadaku dan Ibu Eva. Aku berlari kegirangan kembali masuk ke kamar, Ibu Eva geleng-geleng melihat tingkahku.
"Gue tadi mimpi ngak sih?" aku mencubit kedua pipiku.
"DIANTER PULANG SAMA RANZIO!!!" teriakku histeris.
NEXT
Bayangin aja jangan kebawa perasaan ya! : )

KAMU SEDANG MEMBACA
RANZIO!
FanfictionBagaimana jika DOI KESAYANGANMU semakin dekat denganmu?! tentunya bahagia bagi para pedamba cogan. Ya kan?ngaku!! tapi tidak selalu semulus jidat artis k-pop, sejak Anin bertemu Doi-nya, masalah dan masa lalu selalu datang bergantian. . . . . . don'...