5. Arisan Keluarga

1K 84 19
                                    

"Sayangg~ udah belomm?"

"Bentarrr... Lagi bikin alis inii..."

Mafu menengok ke arah arlojinya, kemudian menghela nafas.

Dari tadi itu ngedekem bikin alis doang??

Beberapa menit kemudian, Soraru keluar dari kamar. Ya emang sih, penampilannya aduhai genjreng cuman durasinya itu, loh... Bisa buat beli sate trus ngobrol sama pak RT dulu keknya.

"Ya udah atuh, cus lah berangkat." Ujar Mafu sembari menggandeng tangan istrinya itu dan memesan taksi untuk berangkat ke rumah orangtuanya Soraru.

"Yang, hari ini yang dateng siapa aja?" Tanya Mafu sembari melirik ke arah Soraru.

"Eh? Yah, paling kayak luz sama pacarnya, trus Urata sama Sakata juga. Shima cuman sendiri, Senra lagi sakit katanya, mah."

Mafu mengangguk-angguk tanda mengerti, kemudian melirik-lirik ke arah jalan raya dan trotoar yang mereka lewati.

Sesampainya mereka, ternyata udah banyak saudara mereka yang ngumpul.

"Ah, mas. Gimana kabarnya?" Tanya Sakata, adik iparnya Mafu. "Baik. Kamu gimana? Udah berapa bulan sekarang?"

"5 bulan, kak." Jawab Urata malu-malu sembari tersenyum. Kemudian mereka terkekeh, saling bercengkrama soalnya lama ndak ketemu.

"Mas..." luz nyapa Mafu sambil senyum, diikuti oleh Kradness, pacarnya. "Ke dalem dulu, mas. Ibu sama yang lain udah nungguin." Tambahnya.

"Ah, iya." Mafu dan Soraru langsung masuk ke dalem rumah orangtuanya Soraru, bertegur sapa sama kedua mertuanya dan beberapa saudaranya yang lain.

"Nah, karena udah pada ngumpul, mari kita mulai aja acaranya." Ujar Sakata, yang membuka acaranya sembari tersenyum.

○●○

"Yang, tadi Ibu keliatan seneng banget yak, liat kita ngumpul."

"Nn..."

"Trus juga tar lagi dek Urata udah mau lahiran lagi."

"Nn..."

"Ih, kok dehem-dehem mulu, sih?" Mafu nengernyitkan dahinya, protes gara2 istrinya gak ngebales kata-katanya.

Lah, tidur toh...

Mafu tersenyum, mendekap Soraru erat dan mengelus pucuk ravennya pelan.

Dasar. Tadi bilangnya gak capek, trus nawarin "main" malem ini. Batin Mafu sembari terkekeh, tampak sedikit semburat merah di wajahnya.

Ia mengecup lembut kedua kelopak mata sang istri, kemudian memperhatikan wajahnya untuk beberapa saat.

"Ngg..." Soraru mengernyitkan dahinya sedikit, kemudian bergelung di dalam dekapan Mafu.

Mafu dapat merasakan irama nafas yang teratur dari Soraru, yang lama kelamaan juga membuat dirinya semakin mengantuk.

Namun, Mafu masih memperhatikan wajah damai pemuda raven itu, sembari mengelus surai lembutnya perlahan.

"Haa... Kau punya utang untukku, Soraru..." Gumam Mafu sambil menggembungkan pipinya.

Mafu menguap, kemudian membelai pipi Soraru dan memeluk tubuhnya erat, sebelum ia menutupi tubuh mereka dengan selimut, melindungi tubuh mereka dari dinginnya pendingin ruangan.

"Mimpi indah, Soraru..."

Mafu mengecup kening Soraru, tersenyum ketika melihat ke arahnya dan perlahan menutup kedua matanya.

.

○●○

Aaaaaaaa maafkan aku kalo chapter ini pendekkk :""""" soalnya daku lagi kena writer's block gituu (ato apalah istilahnya) dan akhir2 ini lagi berjuang buat UTBK huehuehuee :""""D makasih buat yang udah bacaa!! ( ˊ▽ˋ )

●Schwartz●

♡ Mon Amour ♡Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang