Brum brum brum
Suara knalpot motor sport yang di kendari oleh seorang berjaket coklat pudar memasuki area parkiran, menimbulkan berbagai macam tatapan dari banyak orang.
"Siapa sih?"
"Kok motornya baru liat?"
"Adik kelas kali"
"Cewek apa cowo woi!? Gua gebet ah"
Seperti itulah desas desus yang tertangkap indra pendengar aang pengendara motor besar. Saat dia membuka helm yang membungkus muka indahnya.
"Banyak gaya lu monyet!" Cibir seseorang mengagetkan.
"Anjing! Ah elah lo terus rese ah!" Kesal daisy saat melihat rere yang menepuk pundaknya.
"Lagian lo juga baru kelas 10 dah bawa motor ginian" Ucap Rere Agak Tak suka.
"Suka-suka gue lah. Lagian ni motor gue dapet dari tanding semalem" Kata daisy ringan sambil berjalan.
"Tanding a-
"Daisy rere!" Pekik seseorang memotong ucapan gadis berambut abu.
"Oliv tunggu!" Seseorang lagi-lagi berteriak.
"Cepetan ofi. Nanti disy ngamuk" turur oliv
Daisy yang mendengar ucapan oliv tadi sontak melotot kaget.
"Apaan? Kagak!"
"Ngaku aja deh lo" senggol rere ikut mengompori.
"Apaan sih kalian!" Ucap daisy mulai kesal.
"Nah kan marah" Rere berujar puas
"Udah ih rere, mending kita ke mading yuk" Ajak oliv setelah Ofii sampai.
"Gak ah sumpek" Balas daisy malas.
Pasalnya, pengumuman pembagian kelas bagi kelas 10 berada di mading. Jadi oasti mading akan terasa oenuh dan sesak.
"Kalo lo gak kesana nanti gak tau kelas apa,bego!" Jika rere kesal.
"Kalian aja sih, gue tunggu kantin" ucapnya berlalu pergi.
"Lah gitu amat" cengo oliv melihat sepupunya
"Udah, lo ke kantin aja sama daisy. Gue sama offi liat mading. Iya kan fii?" Usul Rere di setujui offi dan juga oliv.
**
Setelah berdesak-desakan cukup lama. Rere juga ofii berhasil menemukan kelas mereka. Namuj yang membuat kecewa, saat samoai di kantin daisy juga oliv tak ada yang memesankan makanan mereka. Nelangsa sekali hidup mereka berdua
"Gua gak di pesenin makanan nih?" Tanya rere dengan wajah memelasnya.
Oliv yang duduk di samping daisy pun menjawab "lupa hehe" Katanya sambil cengengesan.
"Kelas apa?" Pertanyaan bernadakan datar pasti berasal daei sang ratu flat-daisy.
"10 mipa 2" jawab ofii dengan senyuman.
"Siapa?" Tanya oliv tak mengerti. Ini daisy nanyain kelas siapa terus 10 mipa 2 kelas siapa coba?
"Kita semua!!"
uhuk uhuk
Daisy tersedak mie ayamnya sendiri. Akibat terlalu terkejut atas ucapan bahagia teman bawelnya ini.
"Berempat?" Tanya daisy harap-harap cemas. Takut satu kelas dengan rere.
Tapi pupus sudah harapan daisy saat mendengar kata "iya! Berenam malah"
"Ha? Berenam?" Reflek oliv
"Intan! Raini!" Panggil ofii memanggil dua teman mereka.
"Eh,hai" sapa kedua gadis yang baru saja sampai di meja oliv dkk.
"Kalian udah pad aliat oembagian kelas belum!?" Tanya rere ekticed
Raini dan intan yang belum mengerti pun mengerutkan dahi. Lalu mereka menjawab
"Belum"
"Kenapa?"
Tanya mereka santai. Bahkan mereka sekarang sedang memakan kebab jumbo.
"Kita sekelas woi!!!!" Teriak rere kegirangan
"Apa!?" Pekik tiga orang-intan raini juga oliv.
"Jadi mereka?" Tanya oliv tak oercaya.
"Kok bisa?" Raini ounsama tak oercaya nya.
"Ini seriusan?" Binar intan bahagia.
"Iya liat aja sendiri, kita kelas 10 mipa 2" jawab ofii meyakinkan sambil tersenyum bahagia.
Mereka yang belum tau info hanya beraorak
"Yeahhhh!"
"PERHATIAN KEPADA SELURUH KELAS 10 UNTUK MEMASUKI KELASNYA MASING-MASING! TERIMA KASIH!"
"Yuk kelas" ajak oliv mendahului dan jelas saja di setujui oleh semua.
KAMU SEDANG MEMBACA
D'oriro
Teen FictionJika kalian biasanya akan menemukan cerita fiktif tentang cinta, peejodohan atau yang lainnya. Kita coba lain kali sekarang ini hanya cerita sebuah persahabatan dengan penuh canda dan tawa😁 bersama-sama melewati segalanya. menerjang menghantam apap...
