Anata masih memikirkan omongan dari Bu Ningsih tadi. Dia bingung harus gimana,dia juga tidak punya waktu untuk belajar. Dia harus bekerja sampai malam. Tidak lagi tugas-tugas nya.
Flashback on
"Assalamualaikum bu" ucap Anata dengan sopan.
"Ahh iya Anata,sini kamu duduk" Bu Ningsih mempersilahkan Anata duduk didepannya.
"Jadi gini An,3 hari lagi ada lomba baca karya puisi. Ibu yakin kamu pasti bisa,dalam waktu singkat ini kamu harus belajar sendiri. Maaf sekali lagi,ibu tidak bisa membantu kamu untuk belajar. Karna 3 hari kedepan ibu pergi ke singapore. Dan masalah kamu berangkat lomba di Universitas Indonesia,jangan khawatir. Kamu akan diantar oleh Pak Agus selaku guru Bahasa Indonesia dan tidak perlu membayar,karena kamu sudah dibiayai oleh sekolah. Kamu hanya perlu menang dan membanggakan sekolah. Ibu disini hanya menyampaikan,kamu bisa minta tolong sama pak Agus. Dan ibu harap kamu bisa mengikutinya dan mendapatkan juara" jelas Bu Ningsih.
"Emm bu saya rasa itu sangat mendadak. Saya tidak yakin bisa menang" ucap Anata pesimis. Dia takut kalah,sedangkan dia disini dituntut untuk menang.
"Kamu bisa memikirkannya,nanti pulang sekolah ibu tunggu jawaban kamu disini" jawab Bu Ningsih.
"Yaudah bu,saya pikirkan dulu. Kalau begitu saya ke kelas dulu ya bu. Assalamualaikum" pamit Anata.
Flashback off
"Gue terima aja deh,siapa tau dapat uang. Bisa buat bayar spp" gumam Anata.
Anata masuk kedalam kelas nya dengan wajah lesu.
"An lo dari mana? Gue cari dari tadi,pamitnya ke kantin tapi sampai sekarang masih balik" ucap Sintia heran dengan Anata.
"Gue habis dipanggil bu Ningsih. Disuruh ikut lomba baca karya puisi. Dan gue dikasih tahu nya mendadak,lomba nya 3 hari lagi" Anata memandang kedua sahabatnya yang kini menatapnya.
"Terus lo terima?" Tanya Elsa.
"Setelah gue pikir-pikir kayaknya sih iya. Gue bakal nerima tawaran itu. Nanti pulang sekolah,gue disuruh bu Ningsih ke ruang guru"
"Semangat An,lo pasti bisa. Gue yakin itu" ucap Sintia memberi semangat kepada sahabatnya.
"Iya An,gue juga yakin lo bisa" imbuh Elsa.
Anata hanya tersenyum tidak menjawab ucapan sahabatnya. Dia kini memikirkan teks puisi apa yang harus ia bacakan ketika lomba nanti. Dia menatap tulisan indah di buku nya. Buku yang berisi puisi-puisi yang sudah ia buat sejak lama.
Pilihan dia jatuh di puisi nya yang berjudul "Sebuah Perjuangan".
☆☆☆☆☆
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Anata segera menuju ke ruang guru untuk menemui bu Ningsih. Setelah pamit kepada sahabatnya. Dia berjalan menyusuri koridor. Dan sampai di depan ruang guru.
"Eh Anata sudah kesini. Bagaimana jawaban kamu tentang tawaran siang tadi?" ucap Bu Ningsih.
"Emmm iya bu,Anata akan mengikuti lomba itu" ucap Anata dengan senyuman.
"Terima kasih Anata. Jangan lupa latihan yang sungguh-sungguh ya" ucap Bu Ningsih dengan senyum yang lebar. Kelihatan sekali kalau beliau berharap Anata mengikuti lomba itu.
"Siap bu,kalau begitu saya pamit pulang dulu ya bu" pamit Anata dengan mencium punggung tangan Bu Ningsih.
"Iya hati-hati"
Anata segera menuju parkiran,dia takut terlambat untuk datang di Kedai ABC tempat dia bekerja sekarang. Dia berlari dan mengendarai sepeda ontelnya dengan cepat dan laju. Pandangan Anata lurus kedepan.
AAHHSHH
Tiba-tiba ada seorang yang berteriak kesakitan karena Anata tidak sengaja menabrak orang itu. Dan dia adalah Rangga,Anata hanya melotot kaget siapa yang ia tabrak itu.
"Ma..af.. gu..e nggak se..ngaja sumpah" ucap Anata dengan terbata-bata karena dia sangat takut benar-benar takut.
"Lo... gue udah pernah bilang kan. Kalau lo buat masalah lagi sama gue,gue nggak akan pernah ngelepasin lo" jawab Rangga dengan menatap tajam Anata.
"Gue bener-bener nggak ngerti. Tadi gue nggak ngelihat ada orang lewat,gue buru-buru tadi"
"Lo punya mata kan?" Tanya Rangga.
Anata hanya menganggukan kepalanya. Takut melihat wajah Rangga.
"Punya mata tuh dipakek,terus lo harus tanggung jawab karena perbuatan lo kaki gue jadi sakit. Dan sebagai hukumannya lo jadi asisten gue yang harus menemani gue sampai kaki gue sembuh"
"Ta..pii--
"Tidak ada bantahan" tegas Rangga.
Anata hanya diam,dia bingung harus apa. Rangga adalah anak dari pemilik sekolah. Dia takut jika terjadi apa-apa dia akan dikeluarkan dari sekolah.
"Oh ya gue minta nomor handphone lo. Jaga-jaga siapa tau nanti lo kabur ngehindar dari hukuman gue" ucap Rangga dengan wajah yang tidak bisa dijelaskan. Dia mengeluarkan handphone dari saku nya.
"Ehh iya,085746******"
"Ini beneran kan nomor lo?" Tanya Rangga setelah menulis nomer Anata di handphone nya.
"Iya beneran,udah kan nggak ada lagi? Gue buru-buru nih" ucap Anata dengan wajah cemas.
"Silahkan pergi aja,dan mulai besok lo jadi asisten gue"
Sekarang pukul 15:08. Anata segera pergi dari kawasan sekolahnya. Dia menuju ke Kedai ABC. Dia takut dimarah i bu Sarah karena telat.
Rangga menuju ke parkiran untuk mengambil sepeda motornya dengan tertatih-tatih.
Sampai di Kedai itu,Anata bertemu dengan Bu Sarah. Anata disuruh untuk ganti pakaian terlebih dahulu di toilet yang ada di Kedai itu.
"Tugas mu disini adalah mengantar pesanan ini ke pelanggan ya" ucap Bu Sarah menjelaskan tugas Anata.
"Iya bu"
Tanpa sepengetahuan Anata,ada seorang yang diam-diam mengikuti dan mengawasinya.
"Kenapa lo bisa kerja disini An?" Gumam pria itu.
TBC
Jangan lupa vote dan comment:)

KAMU SEDANG MEMBACA
Anata
RomanceSebuah rasa yang datang dengan tiba-tiba. Rasa yang tidak dapat diungkapkan karena terhalang Egonya. Di balik sikap kejam nya kepada Anata , Rangga menyembunyikan rasa itu. Anata yang tidak terlalu memikirkan asmara pun tidak menyadari cinta nya R...