Chapter 5

1.1K 158 10
                                        


"Kurasa lomba tahun ini akan hancur karenamu, Chou Tzuyu."

Lihat? Gadis dengan marga Kim itu memang menjengkelkan.

"Malah menurutku kita bisa memenangi perlombaan ini karena ditambahnya diriku ke dalam grup ini."

"Kau sepertinya punya nyali ya, Miss Chou?"

Wajah Jeanie sudah menggembung bersiap marah.

Tzuyu tersenyum menanggapinya. Melepas sepatunya agar dapat berlatih dengan leluasa.

"Chou Tzuyu."

Tzuyu menoleh ke arah pintu klub. Seorang remaja lelaki menyandar di bingkai pintu tersebut.

"Jeon Jungkook?"

Bukannya Tzuyu yang menghampiri, justru Jeanie yang mendekatinya. Tzuyu ikut melangkah pelan.

"Apa ada yang harus kau katakan?"

Tzuyu menyesal setengah mati karena telah mendengar nada suara Jeanie yang dimanis-maniskan.

Persis seperti ibu dari pria yang didepannya ini.

Oke, lupakan.

"Apakah ada waktu sebentar untuk berbicara denganku?"

Jungkook sama sekali tidak memedulikan Jeanie, bahkan setitik pun.

"Hari ini aku sibuk. Aku harus mempersiapkan diri untuk lomba besok."

"Ahh, tak masalah. Kau kelas IPA Dua, kan?"

Tzuyu mengangguk, meski bingung dengan namja itu.

Kenapa menyangkut paut kelas, sih?

"Kalau begitu akan kupastikan kau menemuiku."

Jungkook melengos pergi begitu saja.

Tzuyu yang masih berusaha memahami namja itu, meneriakinya.

"JEON JUNGKOOK! SUDAH KUBILANG, AKU TAK PUNYA WAKTU!!"

Cowok itu tak berbalik ataupun berhenti. Ia kembali memasuki kelasnya, kelas IPS-3.

"Kau ini berteriak tepat di kupingku, tau!"

Tzuyu menyungging senyum.

Jeanie rupanya masih menggembung marah.

Apalagi setelah diangguri cowok idealnya.

"Ajari aku sekarang."

Tzuyu kembali fokus pada tujuan utamanya ke klub.

Latihan berjalan lancar walaupun disela omelan omelan Jeanie.

Yeoja itu mengomel karena merasa Tzuyu lebih berbakat daripada dirinya.

Dan Tzuyu merasa puas sekali melihat Jeanie iri dengannya.

Bel berbunyi dan seluruh siswa berbondomg-bondong memasuki kelas.

Tzuyu yang terlelap ketika pelajaran Fisika, merasa terganggu karena senggolan Sana.

"Kamu ini kenapa, San?"

"Itu! Lihat itu!"

Sana berusaha mengguncangkan bahu Tzuyu setenang mungkin, tidak ingin menarik perhatian Mrs. Suzy.

Gurunya yang satu itu sensitif sekali kalau menyangkut ketenangan kelas.

"Ada apa coba?"

"Bukannya itu Jungkook?"

Tzuyu dengan reflek mengangkat kepalanya.

Benar saja.

Jungkook tengah memandangnya lewat jendela kelas. Tangannya mengisyaratkan agar Tzuyu mendatanginya.

Apa berandal itu baru saja mengajaknya membolos?

Tzuyu meringis kesal. Kenapa pula cowok ini ingin bicara padanya saat pelajaran Fisika?

"Bu, permisi."

Tzuyu bangkit berdiri memikirkan cara agar ia bisa bicara pada Jungkook di luar kelas.

"Aku izin ke kamar kecil."

Raut wajah Tzuyu yang polos rupanya dapat dengan mudah memperdayai guru cantiknya itu.

Setelah Mrs. Suzy mengangguk, Tzuyu dengan senang hati keluar kelas.

Namun di koridor kelas tak ada siapa siapa.

"Jeon Jungkook?"

Seketika Tzuyu merasa tangannya digenggam erat, Jungkook menariknya.

Tuhan, sekali saja buatlah Jungkook muncul secara wajar di depannya.

Remaja pria dengan postur atlet itu mengajaknya pergi ke rooftop sekolah.

Tzuyu tersenyum menatap pemandangan hijau yang terhampar di hadapannya. Gadis itu menghirup udara yang menyejukkan.

Tiba tiba Tzuyu membesarkan bola matanya.

Ia baru saja menyadari bahwa tangannya masih dalam genggaman Jungkook. Ia segera melepaskannya dari Jungkook.

Cowok itu tak kalah kaget. Sepertinya ia lupa melepaskan pegangannya tadi.

"Apa sebenarnya yang ingin kau katakan?" Tanya gadis itu penasaran.

Saat Tzuyu perhatikan dengan saksama, raut wajah Jungkook melembut.





"Aku menyukaimu,"

Behind Her Smile [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang