Chapter 15

766 105 12
                                        


"Tidak bisakah kita hanya berdua? Only us?"
-Jeon Jungkook-

🌷🌷🌷

Tzuyu benar benar menikmati jalan-jalan hari ini.

Jimin, Jungkook, dan Taehyung sangat asyik diajak bicara, meskipun Tzuyu adalah satu satunya yeoja di antara mereka.

Taehyung memiliki sifat yang agak pendiam, namun auranya memesona.

Jungkook memiliki sifat yang sangat menjengkelkan, namun visualnya mengalahkan segalanya.

Jimin memiliki sifat yang baik hati, ramah, dan suka tersenyum.

Di antara ketiga namja itu, Tzuyu merasa paling nyaman dengan Jimin.

Lagipula Taehyung dan Jungkook terlalu sering cekcok, sehingga memberikan quality time untuk dirinya dan Jimin.

Entah apa yang didebatkan duo namja itu.

Ketika ingin menonton bioskop, Taehyung dan Jungkook kembali berisik.

Kursi penonton penuh, hanya tersisa empat kursi yang terpisah, dua-dua.

Tentu saja Taehyung dan Jungkook merebutkan tempat agar duduk didekat Tzuyu.

Jalan tengah yang diambil adalah Jimin duduk dengan Tzuyu, dan Duo Rival itu duduk bersebelahan.

Bagi Jungkook, hari ini adalah hari tersial selama hidupnya.

Tzuyu dan Jimin menikmati film bioskop dengan obrolan ringan yang terkadang menyelip.

Tzuyu bahkan tertawa kecil, kembali menikmati quality time dengan Jimin.

Sedangkan Taehyung dan Jungkook sibuk menginjak kaki satu sama lain. Seperti kurang kerjaan saja.

Sedangkan satu ruang bioskop dipenuhi dengan pasangan pasangan yang tengah bermesraan.

Menggelikan, pikir Tzuyu. Yang rupanya sepemikiran dengan Taehyung dan Jungkook.

~🌷~

CHOU TZUYU, MURID KELAS 11 IPA II, YEOJA PENJILAT YANG BERKENCAN DENGAN TIGA NAMJA SEKALIGUS.

Lembaran berisikan omong kosong itu telah disebar ke seluruh penjuru sekolah. Bahkan telah ditempel di Mading Utama sekolah.

Sana yang datang awal ke sekolah, berjaga di gerbang untuk menyegat sahabatnya melihat berita hoax tersebut.

"Sana-ah!"

Tzuyu dengan ceria mengagetkan sahabatnya dari belakang.

"Yya! Aku mencarimu dari tadi!"

"Memangnya kenapa?"

Sana buru buru menutup mata Tzuyu dengan telapak tangannya.

"Jangan mengeyel dan ikuti aku."

Sana mengiring Tzuyu ke kelas, masih menutupi mata sahabatnya untuk mencegahnya melihat lembaran lembaran yang tercecer.

"Yya! Kim Sana! Lepaskan aku!"

"Hey! Seenaknya kau merubah margaku, Jeon Tzuyu!"

"Woah! Tumben-tumbenan kau membalasku, Nyonya Kim!"

Behind Her Smile [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang