Tzuyu mengeluh pelan ketika sang penjaga perpustakaan menyuruhnya menata ratusan buku yang berserakan di gudang sekolah.
Ya ampun, seenaknya saja menyuruh seorang gadis SMA melakukan pekerjaan berat itu sendirian.
Ya, ia tahu, bahwa ia memang membutuhkan pekerjaan,
Tapi tidak semenyiksa ini juga.
Sudah begitu, bayang-bayang Jungkook masih menghantui dirinya.
Rindu itu menyiksa, kau tahu?
Ini sudah pukul 3 sore, dan Tzuyu baru menata setengah dari buku-buku tebal itu.
Kata si penjaga perpustakaan itu, Pimpinan akan membawa Menteri Pendidikan negara mereka untuk menilai keadaan perpustakaan sekolah mereka.
Jadi Tzuyu harus dengan cepat membereskan gudang itu.
Tzuyu terpaksa harus bolak-balik sambil menampung tumpukan buku di tangannya .
Sekali tampung bisa mencapai lima sampai enam buku.
Melelahkan tentunya.
BRUK!
Lelah rupanya membuat fokus Tzuyu memudar, sehingga gadis itu terjatuh.
Menyebabkan buku-buku yang dibawanya berserakan.
"Yya!"
Tzuyu yang masih dalam keadaan tengkurap itu, berusaha melihat ke atas.
Oh god.
Itu Pimpinan.
Seorang bapak tua dengan kacamata yang bertengger di pangkal hidungnya menatapnya tajam.
Owh.
Ia baru saja menjatuhkan buku-buku di depan rombongan Menteri, bung.
Tzuyu hendak berdiri, namun tertahan karena rasa sakit yang menusuk pergelangan kakinya.
Kakinya keseleo.
"Yya, apa yang kau lakukan? Cepat meminta maaf!"
Bapak dengan kacamata itu menunjukkan arah kepala ke seorang bapak yang menggunakan lencana emas di jasnya.
Dapat diduga bahwa ia adalah sang Menteri.
"J-Jeoseonghabnida."
"Apa yang kau lakukan, hah? Bekerja ringan seperti ini saja tak becus."
Tzuyu semakin gemetar dibuatnya, ia hanya mampu menunduk dalam.
"Jangan bersikap kasar seperti itu, Ahjussi."
Pupil mata Tzuyu melebar begitu mendapati Jungkook sudah berdiri di sampingnya.
Apa yang tengah namja sialan itu bicarakan pada rombongan menteri ini, hah?
"Hei, bocah. Jangan mencampuri urusan kami. Pergi main saja sana."
"APPA!"
Mendengar bentakan Jungkook seperti itu rasanya Tzuyu memilih mati saja.
"Jungkook-ah, sebaiknya kau pergi saja."
Tzuyu mengucap lemah sembari menatap Jungkook.
Ia tak mau namja itu bermasalah dengan ayahnya sendiri hanya karena dirinya.
Jungkook balas menatap Tzuyu.
Tatapannya melembut, bibirnya melengkung senyum.
"Jangan khawatir, aku akan memberi pelajaran pada pria ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Behind Her Smile [COMPLETED]
FanfictionTzuyu and her beloved fate, Jungkook. Written in Bahasa, 2019.
![Behind Her Smile [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/186176330-64-k430881.jpg)