"Jungkook menyukaiku, kan?"
-Chou Tzuyu-
🌷🌷🌷
Tzuyu yang masih teguh pendirian dan tak mau mendengarkan Jeanie, membuat Jeanie gusar.
"Mau kutanyakan pada Jungkook?"
Tzuyu hanya mengernyitkan dahinya.
Jeanie berbohong, kan?
Jeanie mengeluarkan handphone miliknya, menghubungi Jungkook.
"Chagi?"
Tzuyu marah besar ketika mengira Jeanie dan Jungkook selama ini sudah berhubungan di baliknya.
Saling panggil dengan kata 'chagi'.
"Wae-yo?"
Oh baiklah, Jungkook yang katanya tengah mengambil minyak kayu putih itu mengangkat teleponnya.
Melupakan Tzuyu yang menunggunya selama setengah jam.
"Kau masih mau membuatku cemburu karena Tzuyu? Masih mau memanfaatkan gadis itu?" Jeanie menyerocos di telepon.
Tzuyu menahan napas.
Jungkook pasti akan mengelak.
Pasti.
"Oh, rupanya kau sudah tahu mengenai rencanaku. Jadi bagaimana, kau mau menyerah?"
Oh God.
Tzuyu menggeleng.
Itu pasti bukan Jungkooknya.
Jeanie merasa buktinya sudah cukup.
Wajah Tzuyu sudah memucat.
Ia segera memutuskan sambungan secara sepihak.
"Jadi bagaimana? Masih mau mengatakan Jungkook menyukaimu secara sungguhan?"
Tzuyu menggeleng, mundur menghindari Jeanie.
Jeanie hanya menyeringai.
"Oh, ayolah. Aku tak mungkin berbohong, Chou Tzuyu."
"J-Jungkook bukan namja yang seperti itu."
Tzuyu berusaha memberanikan diri menjawab, walaupun lidahnya kelu.
"Jeon Jungkook itu nappeun namja, Tzuyu-ah. Nappeun. Jahat."
Tzuyu memutuskan untuk menghindari Jeanie, ia berlari kecil keluar dari area Party.
Sudah cukup ia mendengar tentang pengkhianatan Jungkook.
Si Jungkook yang Brengsek.
Tzuyu memutuskan untuk pulang.
Dan menyebalkannya, hujan turun secara tak diundang.
Tidak sepenuhnya menyebalkan sepertinya.
Karena Tzuyu bisa menangis dibalik air hujan itu.
Namun kenangan tentang hujan lebih menyayat hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Behind Her Smile [COMPLETED]
FanfictionTzuyu and her beloved fate, Jungkook. Written in Bahasa, 2019.
![Behind Her Smile [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/186176330-64-k430881.jpg)