~Jika kamu masih bisa tertawa, maka hari-harimu akan baik-baik saja~
[2.10.2019]
SELEPAS berkelahi Sean dan teman-teman nya kembali ke basecamp dengan keadaan terluka cukup parah mereka babak belur setelah berkelahi dengan anak sekolah SMA Garam sayang sekali mereka tak punya obat untuk membersihkan luka-luka di tubuhnya, jika mereka datang ke rumah sakit beramai-ramai maka perawat di sana akan curiga dan akan melapor kepada polisi. VL sangat lah terkenal di kalangan remaja saat ini jadi tak heran polisi pun mengenal mereka yang senang sekali membuat onar di jalanan mau pun di tempat lain polisi pun di buat risih dengan itu.
"SIALAN! Rupanya mereka main curang." kesal Eren.
"Lo bener, coba aja kita bawa anggota lain pasti mereka udah gua gebukin lebih dari yang tadi," sahut Andrian.
"Brengsek! Luka gue makin sakit," jerit Chandra.
"Aelah lembek banget sih lo jadi cowok," ledek Kevin.
"Kalo gitu Can, besok lo pake rok aja." tambah Mayden.
"MONYET lo" ucap Chandra kesal.
"Hahaha.. Can mending lo pulang sana gue gak mau liat muka lo kesakitan kayak gitu bikin ngakak aja tau gak" jawab Kevin.
Chandra pun sangat merasa kesal atas ledekan semua teman nya ia pun menjulurkan lidah nya mereka semua tertawa lepas tak lagi memperdulikan luka memar di sekujur tubuh nya. Sean hanya menatap semua teman nya nanar kepala nya berkedut sejak ia tahu bahwa ada orang lain selain mereka di tempat tadi ia pun mengusap wajah nya kasar dan di ikuti hembusan nafas kasar semua teman nya pun berhenti tertawa dan memalingkan wajah menatap Sean yang tengah duduk di tepi ruangan namun tak ada satu pun yang berani bertanya.
"Sean,lo baik-baik aja, 'kan?" tanya Chandra.
Semuanya pun menatap Chandra tajam untuk mengisyaratkan tidak bicara seperti itu namun Sean hanya diam ia menatap teman-teman nya sendu kemudian mengambil jaket kulit hijau milik nya dan pergi meninggalkan basecamp. Gilden pun menonjok kepala Chandra yang di susul dengan tatapan kesal yang lain nya pada Chandra, namun ia hanya mengangkat kedua bahu nya.Di jalanan yang di temani lampu temaram langit malam yang tak menampakkan bulannya kini Sean sedang melaju dengan motor sport nya ia tak bisa merasakan perasaan nya saat ini ia bimbang sedari tadi ada yang mengganggu pikiran nya kemudian ia berhenti sebab di depannya kini ada sekelompok pria tengah menghadang diri nya mereka pun turun dari motor sport hitam masing-masing kemudian berjalan dan mengerumi Sean lekaki yang tengah di hadang itu mengeryitkan kedua alis nya dan turun dari motor miliknya pula. Sekelompok pria tersebut berjumlah kan empat orang mereka mengenakan pakaian serba hitam dengan logo SM yang tertera di dada jaket mereka Sean bergumam kesal belum lagi ia sampai di rumah sudah ada saja yang mengganggu diri nya sekarang lihat keempat orang itu mulai memasang kuda-kuda seakan siap bertempur melawan musuh yang sangat kuat. Sean memiringkan kepalanya bingung, sebelah alisnya terangkat.
"Emm tunggu dulu, lo semua ngapain? "
Tak ada dari mereka yang menjawab mereka hanya saling lirik seakan memberikan tanda untuk segera menyerang Sean, cowok tinggi dengan rambut rembes dan wajah kusam itu menggaruk kepala nya yang tidak gatal ia mengoceh sendiri.

KAMU SEDANG MEMBACA
[FOREVER]✔
RomanceSebelum di baca di follow yah;) Sean adalah cowok yang memiliki paras yang sangat tampan selain menjabat sebagai ketua DV(devoid violence) ia juga mendapat gelar kapten tim basket diri nya yang terkenal badboy,bersifat dingin dan kasar menjadi hal...