~yang penting bukan tempat atau alat nya tapi kenangannya~
-Nakamara Yuri-
[25.05.19]
RAIN tak punya pilihan lain selain menumpang pada Sean namun di sisi lain ia juga takut Rain berpikir lama dan itu membuat Sean kesal tampak nya Rain tak menyadari kekesalan Sean.
"Woi! Lu punya telinga gak!?" kata Sean sedikit menaikkan nada bicara nya.
"A-aah.. G-gue.. G-gimana yah?" ucap Rain gemetaran.
"Kalo lo gak ikut gue pergi sekarang, tapi kalo lo ikut cepetan naik!" ujar Sean kesal.
Rain masih memikirkan tawaran Sean kepadanya ia sungguh dilanda kebingungan sekarang Sean yang sedari tadi kesal pada cewek itu sudah kehabisan kesabaran. Di saat Rain berpikir sebuah bulir bening jatuh membasahi kening nya ia pun mengadah kelangit gelap tersebut dan seketika hujan pun turun membasahi dirinya yang masih mematung Sean hanya bergeming dan masih setia di kursi kemudinya sambil menatap lurus dengan ekspresi datar nya.
"Sebaik nya lo pergi aja Sean gue pulang jalan kaki aja." kata Rain.
Cih. Rumah lo masih jauh bego. Batin Rain.
"Oke. Terserah." jawab Sean.
Rain yang masih berdiam menunggu Sean pergi namun mobil cowok itu tak bergerak sedikitpun tapi samar-samar ia melihat cowok itu keluar dari mobil dan itu sedikit membuat Rain kaget kemudian Sean mendekat kearah Rain semakin dekat dan dekat jarak mereka hanya 5cm Rain yang kaget sekaligus takut melangkahkan kaki nya kebelakang namun sial nya kaki Rain tergilir dan itu membuat nya hampir terjatuh kebelakang tapi untung saja Sean menahan tubuh Rain dengan melingkarkan tangan kanan nya di pinggul cewek itu Rain sangat terkejut bukan main wajah mereka kini sangat dekat.
Sampai-sampai Rain dapat mencium aroma maskulin Sean dan menatap wajah tampan itu tak sadar wajah Rain bersemu kemerahan ia segera menepis tangan Sean namun bodoh nya Rain saat mengingat bahwa Sean itu sangat benci di perlakukan kasar oleh orang lain tiba-tiba saja Sean menarik lengan Rain secara paksa dan mendorong tubuh nya kedalam mobil dan menutup pintu mobil secara kasar Rain sangat takut kaki nya bahkan gemetaran kemudian Sean masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi kemudian memalingkan wajah nya menatap Rain kesal nafas Sean memburu melihat Rain yang hanya menundukan kepala nya.
"Lo gila, yah?!!" teriak Sean memecah telinga.
Rain tak dapat menjawab pertanyaan Sean ia sekarang di landa ketakutan sekarang dia hanya bisa berdoa dalam hati dan memanggil kecil nama kakak nya.
"Gue udah baik-baik nawarin lo! Langka banget gue baik kayak gini ke orang!" kata Sean dengan kesal.
"M-ma.. K-kasih.." ucap Rain ragu-ragu.
"Untung lo bukan cowok, dan untung aja lo bukan cewek gila yang tau nya ngomongin gue." ucap Sean datar.
Rain menghela nafas lega kemudian Sean melajukan mobil nya suasana kedua nya terasa canggung dan tak ada yang bicara kecuali suara musik dari mp3 milik Sean ia yang merasa tak betah kemudian menatap Sean dengan ujung manik nya Rain kaget mendapati Sean memiliki banyak luka di bagian wajah dan lengan nya seperti luka sobek tapi mengapa Rain tak menyadari nya saat Sean keluar mobil untuk menarik nya mungkin itu di akibatkan deras nya hujan sehingga Rain tak bisa melihat dengan jelas wajah Sean.

KAMU SEDANG MEMBACA
[FOREVER]✔
RomanceSebelum di baca di follow yah;) Sean adalah cowok yang memiliki paras yang sangat tampan selain menjabat sebagai ketua DV(devoid violence) ia juga mendapat gelar kapten tim basket diri nya yang terkenal badboy,bersifat dingin dan kasar menjadi hal...