Geovano-1: Kecelakaan Maut

916K 31.8K 1.8K
                                        

KELUARGA kecil itu telihat bahagia di dalam mobil Fortuner hitam. Mereka tertawa ketika sang anak bungsu membuat sebuah lelucon. Kemudian mereka bernyanyi bersama ketika sebuah lagu terputar di radio. Sungguh mereka terlihat bahagia dan harmonis.

Tak lama mobil tersebut pun hening, mungkin semuanya merasa lelah karena terlalu banyak tertawa. Rafa sebagai kepala keluarga sekaligus supir tersenyum kecil ketika melihat kedua anaknya yang biasa cerewet tiba-tiba diam, kentara sekali bahwa keduanya tengah mengantuk.

Tiba-tiba Alina, istrinya bersuara memecah keheningan di dalam mobil

"Adnan, kamu tes masuk perguruan tingginya sampai jam berapa?" tanya nya pada Adnan anak sulung mereka

Ya keluarga kecil ini memang sedang perjalanan ke Bandung, mereka berniat mengantarkan anak sulung mereka tes untuk masuk perguruan tinggi.

Adnan senang, karena di luar sana belum tentu anak-anak yang ikut tes di di dampingi oleh orangtuanya atau lebih tepatnya di dampingi seluruh anggota keluarganya.

Adnan cukup sadar bahwa kedua orangtuanya sibuk, tapi Adnan tahu kedua orangtuanya akan selalu menyempatkan hadir di setiap acara penting anak-anaknya.

"Sampai jam 3 sore mah"

"Yaudah kan mulai jam 10 nanti makan siangnya sekalian aja ya jam 3"

"Mamah, Papah, Fira sama Reyhan kalo mau makan duluan juga gapapa"

Rafa berdecak tak suka mendengar penuturan anak sulungnya "Kita itu pergi bareng bareng, pulang bareng-bareng dan makan juga harus bareng lah. Kamu itu gimana sih"

"Iya bang Adnan tenang aja, Rey sanggup kok nahan makan siang sampe bang Rey beres yang penting ada camilan aja buat nemenin hehe" Reyhan yang merupakan anak bungsu pun menyengir konyol sambil mengusap perutnya. Tubuh Reyhan memang kecil tapi porsi makan nya sangat besar.

"Ehh kentung mikirnya makan mulu kamu" Fira memukul pelan perut adiknya masih tak habis pikir oleh isi pikiran adiknya yang selalu diisi tentang makanan.

"Kak Fira yang cantik kalo diliat dari ujung monas pake sedotan, kalo kita gak makan yang ada kita mati jadi-"

"Ehh kata siapa, manusia itu bisa tahan gak makan satu minggu tapi gak bisa tahan buat gak minum sehari. Jadi minum lebih di utamakan daripada makan karena untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh" Alina memotong pembicaraan Reyhan

"Gini nihhh gini punya ibu yang ahli gizi gak bisa di ajak bercanda kalo masalah kayak gini" Reyhan memasang wajah cemberut sedangkan Fira tertawa senang melihat adiknya yang merajuk

"Aduhh gak usah lebay gitu deh kamu. Masa gara-gara itu doang kamu cemberut" Fira terus saja menggoda adiknya membuat Reyhan semakin menekuk wajahnya

"Udah deh Fir jangan di gituin entar nangis dehh tu bocah" Adnan bukannya menenangkan suasana malah mengompori menjadi lebih panas

"Ya ampun Adnan, bukannya jadi es batu antara adik-adiknya malah jadi kompor gimana sih kamu" Alina menatap tajam putra sulungnya

"Hehe iya mah ampun deh" Adnan menyengir tanpa dosa ke mamahnya

"Udah dong Rey jangan ngambek, laki-laki itu gak boleh gampang ngambek gak boleh cengeng. Jadi laki-laki itu harus kuat" Rafa ikut menenangkan Reyhan

"Udah eh gak usah ngambek, maafin kaka Safira yang cantik ini ya" Safira merangkul adiknya walaupun mukanya masih masam tapi Reyhan mengangguk pertanda ia memaafkan kakanya.

Rafa melirik dari kaca tengah untuk melihat kedua anaknya yang mulai berdamai, hingga tanpa ia sadari dari arah berlawanan terdapat sebuah truk yang kehilangan kendali melaju kencang ke arah mobil mereka.

GEOVANO [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang