11. Brother √

244 41 4
                                    

Selasa, 11 Juni 2019.






























Hallo, update yaaa. Jangan lupa tuk vote, oke? Hehehe. Ya maaf update malam² cuma punya bisa malam wkk:'
















Gausah basa basi lagi, Happy Reading.....



























Author POV.

Setelah bercerita, mereka pun kembali makan bubur sambil diam-diaman. Tampak mereka saling canggung satu sama lain.

"Chaeng, lo udah kelar makannya?" tanya Hyunjin ke Chaeng.

"Udah nih." jawab Chaeng sambil bangkit dari kursinya sambil memegang mangkuk buburnya.

"Kakak udah juga?" tanya Chaeng pada Hyunjin.

"Eh--- gue? Udah, udah." jawab Hyunjin.

Chaeng pun berjalan mendekat kearah Hyunjin untuk mengambil mangkuknya Hyunjin tapi tangan Chaeng ditahan oleh Hyunjin.

"Eung?" kaget Chaeng saat Hyunjin menahannya mengambil mangkuk tersebut.

"Kak, mangkuknya siniin biar Chaeng cuci." kata Chaeng.

Hyunjin pun berdiri sambil memegang mangkuknya dan meraih mangkuk Chaeng juga.

"Biar gue aja yang cuci, lo tidur aja." kata Hyunjin ke Chaeng.

Chaeng mengerutkan dahinya, pertanda ia heran dengan sikap Hyunjin padanya.

"Tapi kak---" kata Chaeng yang terpotong.

"Lo inget kan gue ga suka apa?" tanya Hyunjin ke Chaeng.

Chaeng pun mengangguk.

"Kakak ga suka ditolak." jawab Chaeng dengan polosnya.

"Pinter. Sekarang dengerin kata gue, ini udah malem, lo istirahat aja." kata Hyunjin dengan diakhir mengelus kepala Chaeng.

Pipi Chaeng kontan memerah, Chaeng hanya mengangguk seperti orang bodoh.

"Ya--- yaudah Chaeng duluan ya kak." kata Chaeng.

"Iya Chaeng" jawab Hyunjin dengan senyuman.

Chaeng pun pergi ke kamar nya, meninggalkan Hyunjin sendiri di dapur.

Hyunjin pun mencuci mangkuknya ala ala Hyunjin, tidak tau bersih atau tidak Hyunjin tidak peduli yang penting mangkuknya sudah basah terkena air.





Skip.





Chaeyoung POV.

Gue kembali ke kamar, gue langsung loncat ke ranjang gue dan guling-guling, gue nepuk-nepuk pipi gue yang rasanya panas.

"Aaaaaaa" gue teriak dibalik bantal.

"Kak Hyunjin kenapa kayak gitu sih, gue kan jadi--- arghhh ah gatau." teriak gue sambil ngacak-ngacak rambut.

Terus gue kaget tiba-tiba ada yang ngetok pintu kamar gue.

"Chaeng, lo gapapa? Kenapa teriak-teriak?" tanya Kak Hyunjin dari luar kamar gue.

"Nggak kak, gapapa kok." jawab gue dari dalam.

"Yaudah kalo gitu. Buruan tidur." balas Kak Hyunjin.

"Iya Kak." jawab gue.

Dan gue gak pergi bobo, gue guling-guling lagii. Pipi gue rasanya panas, serasa ada kupu-kupu dalam perut gue.

Brother? | Chaeyoung √Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang