"Kenapa Jungkook belum pulang juga? Apa dia akan pergi menginap ditempat lain lagi?" Lisa tak henti-hentinya mondar-mandir di depan televisi yang tengah menyala. Hingga bunyi bel rumah menghentikan aktivitas gadis tersebut.
TING TONG
"Siapa?"
Alangkah terkejutnya Lisa saat melihat seorang pria tengah merangkul Jungkook yang terlihat mabuk tidak karuan. "Maaf menganggu malam-malam begini nona Lisa,aku Jimin sepupu Jungkook."
"Oh Jimin? Ayo bawa Jungkook ke kamarnya." Lisa juga membantu Jimin untuk membawa badan besar suaminya. "Maaf kalau Jungkook merepotkanmu Jim." Ucap Lisa.
"Tak apa Lis,sebelum dia menikah denganmu pun juga sering merepotkan ku." Balas Jimin diselingi kekehannya.
Lisa tersenyum mendengar balasan Jimin. Setelah meletakkan Jungkook di atas tempat tidur,Jimin langsung izin untuk berpamitan pulang. "Aku pamit pulang Lis,oh iya besok kau buatkan Jungkook sup pereda mabuk saja."
"Iya terima kasih Jim dan sekali lagi aku minta
maaf membuatmu repot."
"Sudah kubilang Lisa,dari dulu Jungkook ini merepotkan semua orang. Ckckck."
Lisa mengangguk-ngangguk. Setelah kepergian Jimin,gadis itu mencoba untuk melepaskan sepatu dan kaos kaki yang tengah dikenakan Jungkook.
"Ugh,siapa kau?" Racau Jungkook.
"Dasar pria,kalau mabuk selalu saja merepotkan." Celetuk Lisa. Untung saja pria ini tengah mabuk,pasti ia tidak sadar akan ucapannya barusan.
"Kau mau apa? Menyingkirlah dari tubuh sexy ku ini." Jungkook menendang kecil Lisa,untung saja Lisa cepat-cepat menghindar.
"Dasar pria sialan,masih mabuk saja menyebalkan."
Setelah melepaskan sepatu dan kaos kai Jungkook,Lisa bergegas menuju kamar nya sendiri. Namun,tangannya terlebih dulu dicekal oleh Jungkook. "Chae,kamu mau kemana? Sini temani aku."
"Chae? Hey boy,iam Lisa,iam not Chae Chae your girls."
"Ah Chae,kau menggemaskan sekali kalau marah begini." Jungkook bangkit dari tidur lalu membelai wajah Lisa. Lisa yang merasa risih langsung mendorong badan pria tersebut. "Jung,hentikan. Kau mabuk!"
"Oh ayolah Chae,kau menyukai sentuhanku ini kan? Ayo kita membuatkan Eunbi seorang adik."
DEG
Apa kata pria itu barusan? Membuatkan Eunbi seorang adik? Eunbi siapa yang ia maksud? Jadi selama ini Jungkook telah memiliki anak dan istri? Kenapa rasanya sesakit ini ya? Padahal aku tidak mencintainya sama sekali---atau sedikit mencintainya mungkin?
"Keparat kau Jeon Jungkook. Jadi selama ini kau memiliki istri dan anak?! Lalu disini aku menjadi penganggu kalian?" Lisa meneteskan air matanya disela-sela Jungkook mulai menyentuh tubuhnya.
"Baby,kenapa kau malah menangis? Kau tidak senang membuatkan Eunbi adik baru?"
Percuma saja Lisa membentak Jungkook,pria itu sedang dalam keadaan tidak sadar. Lisa harus cepat-cepat pergi dari sini.
"Chae,aku sudah tidak bisa menahan nafsuku saat ini. Aku muak dipaksa eomma dan appa untuk mencintai gadis tidak jelas itu. Aku ingin terus bersamamu Chae." Perlahan Jungkook mulai melumat bibir ranum Lisa. Lisa sudah tidak bisa menghindar lagi,tenaga pria itu lebih kuat dari nya.
"Jung,hentikan kumohon." Ucap Lisa disela-sela isak tangisnya.
"Ah Chae,bibir mu sungguh candu bagiku." Jungkook melepaskan tautan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
[✔] UNEXPECTED
FanfictionMampukah Lisa bertahan hingga akhir? Apakah Jungkook akan membuka hatinya untuk Lisa? Dan mungkinkah Taehyung dapat merebut hati Lisa dari seorang Jeon Jungkook?
![[✔] UNEXPECTED](https://img.wattpad.com/cover/183086628-64-k749928.jpg)