BAB SEMBILAN BELAS

5K 387 78
                                        

"Lis,kau sakit? Wajahmu pucatmu sekali."

"Mungkin cuma masuk angin dan kelelahan." Jawab Lisa dengan gelagat ketakutan.

"Nanti aku belikan obat untukmu ya,sekarang isi perutmu dulu biar tidak kosong."

"Sebelumnya maaf Chae,aku izin ke kamar saja ya? Kepala ku pusing,aku ingin cepat tidur." Bohong Lisa karena ia masih ingin memuntahkan seluruh isi perutnya,tapi bukan di hadapan Chaeyeon.

"Tidak ingin makan dulu? Aku takut kau semakin sakit kalau perutmu tidak diisi."

Lisa menggeleng "Kalau dibawa tidur aku bisa cepat sembuh."

Chaeyeon tidak bisa melarang Lisa "Baiklah,istirahat yang cukup ya."

"Aku mau keluar dulu membelikan obat untukmu." Tambahnya.

"Terima kasih Chae."

Akhirnya Lisa beranjak pergi pergi kamar.

Dan ia langsung ke kamar mandi untuk kembali memuntahkan isi perutnya.






Seharian penuh Lisa masih mengurung dirinya di dalam kamar. Chaeyeon yang merasa khawatir membawakan semangkuk bubur hangat yang telah ia buat.

"Lis,apa kau tidur?"

"Masuk saja Chae,pintunya tidak ku kunci." Lirih Lisa.

Chaeyeon yang mendapat izin langsung masuk ke dalam.

"Badanmu sudah merasa lebih baik?"

Lisa menggeleng

Siang tadi Chaeyeon sudah memberinya obat pereda pusing namun hasilnya sama saja. Lisa juga sudah mengkonsumsi vitamin untuk kandungannya dan hasilnya juga tidak ada perkembangan yang baik sama sekali.

Chaeyeon menatap miris "Ini makan dulu buburnya ya? Kasihan perutmu kalau belum di isi apapun. Mau kusuapi Lis?"

"Tidak usah Chae,biar aku makan sendiri." Ia meraih mangkuk tersebut dari tangan Chaeyeon dan perlahan mulai menyuapkan sesendok bubur ke dalam mulutnya.

Namun belum semenit bubur yang ada dalam perutnya itu,lagi-lagi Lisa muntahkan.

Ia bergegas turun dari kasur agar muntahannya tidak mengenai ranjang.

"Apa lebih baik kita pergi ke dokter untuk memeriksakan dirimu? Aku takut kau terjadi sesuatu." Saran Chaeyeon.

Lisa menggeleng pelan. Ia mengusap mulutnya yang sudah ia basahi dengan air.

"Tidak perlu Chae. Ini hanya sakit biasa."

Chaeyeon memandang curiga ke arah wajah Lisa

"Lis,apa k-kau hamil? Gejalamu ini sama dengan yang aku rasakan ketika tengah mengandung Eunbi."

Lisa diam tak berani menjawab pertanyaan Chaeyeon.

"Kalau kau diam,aku anggap sebagai jawaban iya."

"Sudah berapa bulan Lis?"

"Masih satu bulan." Jawab ragu Lisa.

Chaeyeon menghelas nafas karena feelingnya benar. "Aku akan menelfon Jungkook untuk mengabarinya."

Sebelum pergi Lisa sudah menahan tangan wanita tersebut.

"Jangan! Kumohon jangan beritahu dia."

"Kenapa Lis? Dia suamimu dan Jungkook berhak tahu."

Lisa menggeleng cepat "Jungkook tidak menginginkan anak ini. Kalau ia tahu aku hamil anaknya,pasti dia langsung menyuruhku untuk menggugurkan kandunganku."

[✔] UNEXPECTED Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang